Perluas Negara Tujuan Ekspor, Sebanyak 14 Perwakilan Dagang Berkumpul Bahas Market Intelligence

Perluas Negara Tujuan Ekspor, Sebanyak 14 Perwakilan Dagang Berkumpul Bahas Market Intelligence.

Guna memperluas negara tujuan ekspor, sebanyak 14 Perwakilan Dagang berkumpul membahas market intelligence.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Marolop Nainggolan mengatakan, dalam pertemuan itu, dibahas mengenai penyediaan informasi mengenai peluang pasar produk dan jasa di negara tujuan ekspor yang aktual, akurat dan tajam untuk keperluan pelaku usaha di dalam negeri.

“Penyediaan informasi itu merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai target peningkatan ekspor Indonesia,” tutur Marolop Nainggolan, di pameran Health and Natural Ingredients Europe 2018 di Frankfurt, Jerman, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut, tersedianya Market Intelligence yang baik, merupakan kunci utama dalam pengembangan pasar untuk produk dan jasa Indonesia.

Hal itu juga sebagai dasar untuk memilih strategi dalam upaya memenangkan persaingan perdagangan internasional.

Dengan pertimbangan tersebut, lanjut Marolop Nainggolan, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bersama-sama dengan Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) dan 14 perwakilan perdagangan-Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di wilayah Eropa, Amerika, dan Afrika melakukan on the job workshop di kota Den Haag dan kota Frankfurt pada tanggal 26-29 November 2018.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempertajam metode penggalian informasi pasar secara langsung dari tangan pertama, yaitu buyers dan tenaga ahli maupun sumber-sumber tertutup di lapangan, selain dari sumber terbuka seperti dari pameran dagang.

“Laporan market intelligence idealnya berisi tentang informasi mengenai proyeksi tren, inovasi dan perkembangan struktur pasar dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga pelaku usaha Indonesia memiliki gambaran tentang kompetisi yang akan terjadi dan strategi yang perlu dibangun untuk menghadapi situasi tersebut,” jelas Marolop Nainggolan.

Informasi mengenai perkembangan pasar dan berbagai latar belakang terbentuknya sebuah permintaan di pasar tidak serta merta dapat ditemukan secara mudah. Hal itu perlu digali dari sumber-sumber yang memang memiliki kecakapan dan pengetahuan di bidangnya.

Dijelaskan dia, para buyers utama di pasar yang seringkali sulit diketahui dan ditemui, pengamat, tokoh industri serta akademisi dan tenaga ahli merupakan sumber-sumber informasi yang penting.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan keahlian tertentu dalam mengamati situasi maupun untuk mengenali narasumber yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Untuk itulah, peran para Atase Perdagangan dan ITPC menjadi sangat penting sebagai agen-agen ujung tombak pemasaran Indonesia di lapangan.

“Mereka dapat diibaratkan sebagai antena atau radar di pasar tujuan ekspor untuk dapat memberikan informasi yang lebih baik dari yang tersaji di mesin pencari Google,” tutur Marolop.

Para Atdag dan ITPC juga perlu melakukan pengamatan yang teliti dan berkesinambungan terhadap para pesaing dan perkembangan teknologi produksi terkini.

Dalam pertemuan itu, sebagai salah satu kegiatan simulasi dan praktek uji coba melakukan market intelligence via trade fair di pameran Health Ingredients Europe and Natural Ingredients 2018 tanggal 27-29 November 2018 di Frankfurt Messe, Jerman.

Pameran ini dipilih karena Indonesia dianggap memiliki peluang besar untuk mendorong ekspor natural ingredients ke pasar Eropa yang saat ini permintaannya terus meningkat, khususnya natural ingredients for food supplement dan seaweed.

Menurut Marolop, pameran dagang internasional merupakan salah satu venue yang sangat baik untuk menggali informasi pasar yang terbaru dan komprehensif.

Kesempatan mengunjungi pameran tidak hanya dapat mengidentifikasi pesaing, pemain utama dan pemain baru, tetapi juga sebuah kesempatan melihat berbagai inovasi yang akan menjadi trend di waktu mendatang.

Dalam kesempatan ini, para Atdag (Atase Perdagangan) dan Pejabat ITPC menghadiri berbagai seminar dan konferensi, sekaligus membangun jejaring dengan para tenaga ahli, narasumber, serta potential buyers yang kredibilitasnya tidak perlu dipertanyakan.

“Mereka juga menggali informasi akan proyeksi trend ke depan dan menggali tips dan trik untuk menghadapi persaingan di masa yang akan datang,” ujar Marolop.

Informasi terbaru dari lapangan yang disajikan oleh Atdag dan pejabat ITPC juga tidak serta merta memiliki pengaruh atau manfaat jika tidak sampai ke pelaku usaha yang tepat melalui penyajian yang menarik.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, para Atdag dan pejabat ITPC juga dididik agar mampu menyajikan laporan market intelligence yang applicable, tidak hanya melalui narasi kata, tetapi juga secara visual melalui penyajian foto dan video.

Dijelaskan Marolop, Kementerian Perdagangan berupaya menghindari  cara-cara lama yang menyajikan laporan dalam bentuk buku tebal. Kini, Kemendag melakukan penyajian dengan menampilkan foto-foto dari lapangan, infografis dan videografis yang ringkas, padat, dan menarik.

“Informasi penting apabila disajikan secara menarik dan didistribusikan ke segmen pelaku usaha yang tepat, maka akan menjadi alat pengambilan keputusan dagang yang jitu,” ujar Marolop.

Beberapa alasan bekerjasama dengan CBI untuk melaksanakan kegiatan ini adalah karena CBI merupakan salah satu organisasi di Eropa yang menyediakan informasi market intelligence dan dapat diakses secara bebas.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dan CBI telah bekerja sama sejak tahun 2013 untuk mendorong ekspor ke pasar Eropa.

Pertemuan kali ini sekaligus dipergunakan oleh DJPEN dan CBI merancang program dan kerjasama selanjutnya di tahun mendatang untuk sektor Natural Ingredients and Home Decor diawali oleh Market Intelligence Workshop ini.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan