Perkuat Persaudaraan Indonesia, PGI Gelar Pelatihan Agen-Agen KKB di NTB

Perkuat Persaudaraan Indonesia, PGI Gelar Pelatihan Agen-Agen KKB di NTB

- in DAERAH, NASIONAL, PROFIL
30
0
Perkuat Persaudaraan Indonesia, PGI Gelar Pelatihan Agen-Agen KKB di NTB. - Foto: Lokalatih Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KKB) Tingkat Dasar oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang didukung Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina bersama Yayasan Humanities Studies (YHS). Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 15 November hingga tanggal 18 November 2021, di Hotel Aruna Senggigi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).(Ist)Perkuat Persaudaraan Indonesia, PGI Gelar Pelatihan Agen-Agen KKB di NTB. - Foto: Lokalatih Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KKB) Tingkat Dasar oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang didukung Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina bersama Yayasan Humanities Studies (YHS). Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 15 November hingga tanggal 18 November 2021, di Hotel Aruna Senggigi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).(Ist)

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar pelatihan berupa Lokalatih Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KKB) Tingkat Dasar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pelatihan ini sebagai salah satu upaya memperkuat Persaudaraan Indonesia dari berbagai lintas Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). 

PGI yang mengemban visi dan misi perdamaian dan keutuhan Ciptaan berkewajiban menyuburkan persaudaraan sesama anak-anak Bangsa Indonesia. 

Sejarah mencatat, telah banyak terjadi konflik antar-identitas keagamaan di dunia. Aksi dan konflik itu tidak hanya berdampak terhadap kehilangan nyawa, kerugian materiil, maupun  persoalan pengungsi, tetapi juga menciptakan stigma dan kebencian di masyarakat luas. 

Indonesia sebagai contoh. Meskipun bangsa ini berakar dan tumbuh dalam keberagaman, dampak tersebut sangat terasa sejak dua dekade terakhir. Pertumbuhan gerakan intorelan dan radikal menjadi salah satu penandanya. 

Hal tersebut melatarbelakangi kegiatan Lokalatih Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KBB) Tingkat Dasar yang diinisasi oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang didukung Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina bersama Yayasan Humanities Studies (YHS). 

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Mulai tanggal 15 November hingga tanggal 18 November 2021. 

Sebanyak 25 peserta, yang merupakan utusan dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilatah Nusa Tenggara Barat (PGIW NTB), organisasi lintas agama, akademisi, pejabat Badan Kesatuan Bangda dan Politik (Kesbangpol), dan pengurus Dewan Adat Kota Mataram mengikuti lokalatih ini.  

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Aruna Senggigi Lombok ini. 

Dalam sambutan Walikota Mataram, H Mohan Roliskana, yang diwakili Kepala Kesbangpol Mataram, menyampaikan, belajar dari pengalaman, betapa Indonesia merasakan pentingnya untuk tetap menjaga kewaspadaan akan timbulnya konflik di kemudian hari. 

“Karena itu, berbagai upaya sosialisasi dan dialog dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat terus dilakukan. Sehingga keharmonisan, keamanan dan ketertiban masyarakat senantiasa terjaga. Tentunya, dengan keberadaan agen-agen KBB yang terbentuk dari pelatihan ini, akan sangat membantu mewujudkan hal tersebut,” tuturnya. 

Sementara, Ketua Yayasan Humanities Studies (YHS), Dr Saleh Ending mengungkapkan, ada sebuah konsep yang dianut di dalam Kitab Suci Al-Qur’an, yang menyebut, “Hendaklah di antara kamu antar manusia mengajarkan kebaikan.” 

“Esensi manusia ketika hadir, konsep kejujuran juga harus hadir. Konsep amanah juga harus dipegang. Amanah terhadap diri dan bangsa juga harus dilakukan. Kita harus saling membantu antar seluruh umat manusia. Kalau ini bisa dilakukan maka kita punya kewajiban menjaga bangsa dan agama,” jelas Saleh Ending. 

Saleh Ending menambahkan, ruang-ruang perjumpaan publik untuk memperkuat persaudaraan antar umat manusia, khususnya di Indonesia, harus terus dilakukan. 

“Saya bisik-bisik dengan Kadisospol Kota Mataram, bahwa akan ada desain kegiatan, supaya ruang perjumpaan bisa lebih diperbanyak. Kalau kita sering bertemu, banyak hal yang bisa kita lakukan,” katanya.

Perkuat Persaudaraan Indonesia, PGI Gelar Pelatihan Agen-Agen KKB di NTB. - Foto: Lokalatih Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KKB) Tingkat Dasar oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang didukung Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina bersama Yayasan Humanities Studies (YHS). Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 15 November hingga tanggal 18 November 2021, di Hotel Aruna Senggigi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).(Ist)
Perkuat Persaudaraan Indonesia, PGI Gelar Pelatihan Agen-Agen KKB di NTB. – Foto: Lokalatih Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KKB) Tingkat Dasar oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang didukung Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina bersama Yayasan Humanities Studies (YHS). Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 15 November hingga tanggal 18 November 2021, di Hotel Aruna Senggigi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).(Ist)

Sedangkan Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (KKC PGI), Pdt Jimmy Sormin melihat, kehadiran peserta dalam lokalatih ini sebagai titik cerah gerakan bersama untuk merawat, serta mengelola keberagaman berikut tantangan-tantangannya di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Seperti kita ketahui dalam teori evolusi, setiap entitas makhluk hidup bisa bertahan hidup hingga saat ini, oleh karena kemampuannya beradaptasi. Dalam konteks sosial, jika ingin bermanfaat dan tidak ingin tertinggal, kita perlu berkolaborasi dengan beragam identitas dan kemampuan yang kita miliki. Lokalatih ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan sekaligus mengawali kolaborasi di antara  kita,” tutur Pdt Jimmy Sormin. 

Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat menghasilkan Jaringan Fasilitator Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KBB) yang dapat menggerakkan perubahan di Kota Mataram. 

Bahkan, kiranya dapat diakses oleh seluruh masyarakat NTB dalam rangka merawat dan mengadvokasi KBB di Tanah Seribu Mesjid ini. 

Adapun materi konsep dan keterampilan pokok yang diberikan dalam lokalatih ini antara lain, Konflik dan Pendekatan Penanganan Konflik Keagamaan, Pendekatan dan Tools Hak: HAM dan KBB. 

Kemudian, materi Pendekatan dan Tools Kepentingan: Transformasi Konflik, Asset Based Community Development (ABCD) dan KBB. Dan Peta Kebutuhan, Aset dan Tujuan Strategis, serta Menyusun Rencana Tindak Lanjut.(J-RO) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like