Perjudian Dengan Modus Gelanggang Permainan Anak-Anak Resahkan Warga Pekanbaru

Perjudian Dengan Modus Gelanggang Permainan Anak-Anak Resahkan Warga Pekanbaru. – Foto: Salah satu lokasi perjudian berkedok Gelanggang Permainan Anak (Gelper) di Jalan Tuanku Tambusai, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. (Ist)
Perjudian Dengan Modus Gelanggang Permainan Anak-Anak Resahkan Warga Pekanbaru. – Foto: Salah satu lokasi perjudian berkedok Gelanggang Permainan Anak (Gelper) di Jalan Tuanku Tambusai, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. (Ist)

Pekanbaru, Sinarkeadilan.com – Perjudian dengan modus permainan anak-anak meresahkan warga Pekanbaru, Riau.

Saat ini, Kota Pekanbaru masih dalam situasi zona merah pandemi virus Corona atau Covid-19. Namun permainan anak-anak yang dijadikan ajang perjudian marak. Kondisi ini sangat meresahkan warga masyarakat di Kota Pekanbaru.

Pantauan wartawan Sinarkeadilan.com, perjudian dalam Gelanggang Permainan Anak-Anak sudah lumayan lama beroperasi di Kota Pekanbaru. Seperti yang ditemukan di Jalan Tuanku Tambusai, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru.

Namun, saat ini aparat penegak hukum belum menelusuri dan mengusut praktik perjudian bermoduskan Gelanggang Permainan Anak-Anak itu.

Salah seorang pengunjung, yang namanya tidak berkenan dituliskan, mengungkapkan, lokasi di Jalan Tuanku Tambusai, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru selalu ramai didatangi orang-orang. Dari berbagai usia, tua muda, pria wanita.

“Di sini selalu ramai pengunjung, yang datang untuk bermain di arena yang diduga sebagai praktek perjudian berkedok permainan anak-anak. Mayoritas pengunjungnya sudah usia dewasa. Dan ditemani oleh para pelayan wanita berpakaian seksi sebagai pemandu, untuk menukar koin dengan pecahan uang Rp 10 ribu dan Rp 100 ribu,” ungkapnya saat berbincang dengan Sinarkeadilan.com, Sabtu (01/08/2020).

Dia menegaskan, para pengunjung di tempat itu, sama sekali bukan anak-anak atau keluarga, melainkan para wanita dan laki-laki dewasa.

Dari penelusuran wartawan di lokasi, para pemain yang memang tidak langsung menukarkan voucher di tempat permainan atau counter yang terdapat di tempat itu.

Namun mereka menukarkannya ke sebuah warung yang telah ditunjuk, atau juga ke seseorang yang disuruh melakukan transaksi di luar arena permainan. Letaknya, tidak jauh dari lokasi gelanggang permainan. Orang tersebut bertugas, khusus melayani bagi para pemain yang akan menukarkan voucher miliknya dengan uang tunai.

Seorang yang mengaku petugas keamanan mengatakan, permainan ini telah mendapat persetujuan dari pihak pemerintah maupun pihak keamanan, salah satunya dari Dinas Pariwisata.

Perjudian Dengan Modus Gelanggang Permainan Anak-Anak Resahkan Warga Pekanbaru. – Foto: Salah satu lokasi perjudian berkedok Gelanggang Permainan Anak (Gelper) di Jalan Tuanku Tambusai, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. (Ist)
Perjudian Dengan Modus Gelanggang Permainan Anak-Anak Resahkan Warga Pekanbaru. – Foto: Salah satu lokasi perjudian berkedok Gelanggang Permainan Anak (Gelper) di Jalan Tuanku Tambusai, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. (Ist)

Salah seorang warga sekitar mengaku resah dengan praktik perjudian yang berkedok Gelanggang Permainan Anak-Anak itu.

“Kok dibiarkan oleh aparat penegak hukum. Permainan anak-anak itu bahkan hingga sampai larut malam masih beroperasi dan ramai pengunjung,” cetusnya.(Jhonny M)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan