Perjuangkan Kaum Ibu dan Anak, Perjuangkan Perda Tanah Adat Untuk Lindungi Masyarakat Adat, Bersama Pemuda dan Mahasiswa Samosir, Swangro Lumbanbatu Nyatakan Maju Calon Bupati

Perjuangkan Kaum Ibu dan Anak, Perjuangkan Perda Tanah Adat Untuk Lindungi Masyarakat Adat, Bersama Pemuda dan Mahasiswa Samosir, Swangro Lumbanbatu Nyatakan Maju Calon Bupati.
Perjuangkan Kaum Ibu dan Anak, Perjuangkan Perda Tanah Adat Untuk Lindungi Masyarakat Adat, Bersama Pemuda dan Mahasiswa Samosir, Swangro Lumbanbatu Nyatakan Maju Calon Bupati.

Swangro Lumbanbatu menyatakan siap menjadi Calon Bupati Samosir di Pilkada 2020. Dia akan membuat Peraturan Daerah (Perda) Tanah Adat untuk melindungi Hak-hak Masyarakat Adat, jika dirinya kelak menjadi Bupati Samosir.

Pemuda asal Samosir ini menyatakan kesiapannya itu dalam sesi Dialog bertema Kabupaten Samosir Tanpa Money Politic, yang digelar oleh Para Pemuda dan Mahasiswa Asal Samosir Kota Medan, di Kopi Parsaoran (Koran), Pasar V, Kota Medan, pada 19 Oktober 2019.

Dalam kesempatan itu, di hadapan para pemuda dan mahasiswa asal Samosir yang ada di Kota Medan, Swangro Lumbanbatu menyampaikan visi misinya sebagai Calon Bupati Samosir.

Dalam pemaparan visi misinya, mantan Koordinator Wilayah I Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) untuk Wilayah Sumatera Utara (Sumut)-Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu juga menyerap ide dan gagasan para kaum muda dan mahasiswa asal Samosir, yang menginginkan pemerintahan yang lebih baik di Pulau yang berada di tengah Danau Toba, Sumatera Utara itu.

Swangro Lumbanbatu mengusung visi Terwujudnya Pembangunan Kabupaten Samosir Yang Berkelanjutan (Sustainable) Dengan Konsep Marsiadapari (Gotong Royong) Masyarakat Samosir.

Ada Sembilan butir misi yang ditorehkan Swangro Lumbanbatu untuk mewujudkan visi itu.

Selain akan membuat Perda Tanah Adat, aktivis muda yang belum lama menyelesaikan studi pasca sarjananya dari Universitas Sumatera Utara (USU) itu menegaskan delapan butir misi lainnya.

Kesembilan misi yang disampaikannya adalah, pertama,  mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif. Dua, membangun infrastruktur di desa-desa untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Tiga, meningkatkan kemampuan petani untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Empat, menjamin BUMD sebagai salah satu cara pengembangan ekonomi, terutama di sektor pertanian dan pariwisata.

Lima, memastikan tersedianya pelayanan Pendidikan dan kesehatan yang terjangkau, merata dan berkualitas. Enam, menjamin Perda Tanah Adat untuk melindungi tanah adat masyarakat.

Tujuh, memajukan kebudayaan lokal melalui peningkatan, perlindungan, pembinaan, pengembangan dan memanfaatkan nilai-nilai kearifan lokal untuk menunjang pariwisata.

Delapan. menjadikan Samosir sebagai kabupaten yang ramah terhadap anak dan perempuan. Sembilan, membangun sarana dan prasarana olahraga dan kesenian sebagai wadah pengembangan kreativitas.

Dalam sesi dialog dan tanya jawab, sejumlah pemuda dan mahasiswa asal Samosir menanyakan langsung fokus dan harapan mereka dalam kontestasi Pilbup Samosir.

Isu yang menarik perhatian masyarakat Samosir adalah bagaimana bakal calon memberikan perhatiannya kepada sektor pertanian, perlindungan tanah adat, pengelolaan air bersih, pengadaan sarana dan prasarana bagi potensi pemuda, serta isu terkait anak dan perempuan.

Salah seorang mahasiswi asal Samosir, Fitri Mega Boru Simbolon mengungkapkan kebanggaannya karena ada pemuda yang menyatakan diri akan maju sebagai Calon Bupati Samosir, dengan mengangkat isu perempuan dan anak di dalam misinya.

“Ini sebuah isu yang langka dan penting. Tidak banyak kepala daerah yang menganggap isu perempuan dan anak perlu untuk diangkat. Keinginannya tidak hanya sekedar bagaimana memberikan fasilitas publik untuk anak dan perempuan. Akan tetapi bagaimana kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, serta pemberian kesempatan kepada perempuan dan laki-laki itu mulai disadarkan kepada masyarakat,” tutur Fitri Mega Boru Simbolon.

Dari dialog itu juga, terungkap keinginan para pemuda dan mahasiswa asal Samosir yang merindukan adanya sebuah Perguruan Tinggi atau Universitas di Kabupaten Samosir.

Perguruan Tinggi yang menunjang pendidikan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat Pulau Samosir dan sekitarnya.

Swangro Lumbanbatu menyatakan,  dirinya siap dan akan menggodok kembali upaya pendirian perguruan tinggi tersebut. Hal ini karena belum ada penelitian lebih dalam untuk mengetahui potensi pendirian perguruan tinggi tersebut di Pulau Samosir.

Swangro Lumbanbatu berharap, partisipasi aktif para kaum muda, kaum millennial dan para mahasiswa maupun pelajar asal Pulau Samosir, untuk bersama-sama memajukan kesejahteraan hidup masyarakat Pulau Samosir.

“Kita semua, kaum millennial, kaum muda, mahasiswa, pelajar, mesti berpartisipasi, sumbangsih pemikiran, dan suara, serta aktif menggalang kemenangan kaum muda untuk kemajuan masyarakat di Kabupaten Samosir,” tutur Swangro.

Dalam diskusi yang berlangsung selama  3 jam bersama pemuda dan mahasiswa asal Samosir itu, seorang pemuda Samosir, Alfred Simbolon, yakni pemuda asal Huta Na Mora Kecamatan Pangururan, menyatakan tekadnya untuk membantu rekan mudanya Swangro Lumbanbatu di Pilkada 2020.

Alfred Simbolon yang merupakan anak dari pengrajin Batubara yang dikunjungi Swangro Lumbanbaru beberapa pekan lalu mengatakan, kegiatan yang diikutinya itu mengembalikan semangatnya sebagai pemuda untuk memajukan Tanah Kelahirannya.

“Ini sangat berkesan dan penting bagi kami para pemuda, untuk  memikirkan tanah kelahiran kami. Harapannya, diskusi seperti ini akan kembali kita gali dan buat lagi, untuk mengajak pemuda lebih tanggap akan kondisi tanah kelahiran,” ujar Alfred Simbolon.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan