Perangi Penyalahgunaan Narkotika di Tobasa, Polisi Jangan Lindungi Bandar dan Pengedar

Kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkotika dan Minuman Keras, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Toba Samosir, di Gedung Pertemuan Sentra Pemuda, Soposurung, Balige, Kabupaten Tobasa, Kamis (14/11/2019). Dihadiri Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional di Pematangsiantar, Dewi Sartika, Asisten III Bupati Tobasa Parulian Siregar, Staff Ahli Bidang Hukum dan Politik Kabupaten Tobasa, Ultri Simangunsong dan Kasat Narkoba Polres Toba Samosir, AKP Budi Syah Ginting.
Kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkotika dan Minuman Keras, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Toba Samosir, di Gedung Pertemuan Sentra Pemuda, Soposurung, Balige, Kabupaten Tobasa, Kamis (14/11/2019). Dihadiri Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional di Pematangsiantar, Dewi Sartika, Asisten III Bupati Tobasa Parulian Siregar, Staff Ahli Bidang Hukum dan Politik Kabupaten Tobasa, Ultri Simangunsong dan Kasat Narkoba Polres Toba Samosir, AKP Budi Syah Ginting.

Aparat Kepolisian diminta tidak melindungi para pengedar dan pemakai narkoba di lingkungan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Semua pihak, terutama kepolisian, tidak semestinya bertoleransi kepada para pengedar narkotika, yang merusak masa depan masyarakat itu.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional di Pematangsiantar, Dewi Sartika menegaskan, terutama aparat penegak hukum dan pejabat Pemerintah Kabupaten, mestinya menjadi ujung tombak memerangi kejahatan dan peredaran serta penyalahgunaan narkotika di Tobasa.

“Dibutuhkan kerjasama dari semua lapisan masyarakat. Mari untuk kerjasama, dan jangan saling menyalahkan terhadap satu sama lain,” tutur Dewi Sartika saat memberikan menjadi Pembicara dalam Kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkotika dan Minuman Keras, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Toba Samosir, di Gedung Pertemuan Sentra Pemuda, Soposurung, Balige, Kabupaten Tobasa, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri oleh Asisten III Bupati Tobasa Parulian Siregar, Staff Ahli Bidang Hukum dan Politik Kabupaten Tobasa, Ultri Simangunsong dan Kasat Narkoba Polres Toba Samosir, AKP Budi Syah Ginting, bersama para stakeholders dan anggota masyarakat Kabupaten Tobasa.

Dewi Sartika menekankan, dalam pemberantasan peredaran narkotika, masih banyak kelemahan pihak aparat. “Dan tidak menutup kemungkinan, adanya keterlibatan oknum aparat polisi yang melindungi para pengedar dan pemakai,” ujarnya.

Dewi Sartika berharap, lewat massifikasi sosialisasi dan perang terhadap bahaya narkotika, juga bisa efektif mengurangi pengguna narkoba di Kabupaten Tobasa.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Toba Samosir, AKP Budi Syah Ginting yang juga hadir sebagai pembicara menegaskan, aparat kepolisian di Polres Tobasa tetap berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah itu.

AKP Budi Syah Ginting juga berharap, semua elemen masyarakat tidak lengah, dan harus saling bersinergi memberantas narkoba.

“Kita semua harus tegas, katakan Tidak pada Narkoba,” ujar AKP Budi Syah Ginting.

Dia mengatakan, memang masih banyak kekurangan dalam hal penanganan pemberantasan para pemakai dan bandar Narkoba di Tobasa. Kerjasama dengan semua elemen masyarakat, lanjutnya, dengan saling mengontrol, akan lebih mampu membenahi penanganan dan penindakan untuk pemberantasan narkoba di Tobasa.

“Kabupaten Toba Samosir bisa bersih dari Narkoba, itu tidak luput dari kerjasama setiap lapisan masyarakat ataupun seluruh stakeholder yang ada dalam hal pemberian Informasi,” ujarnya.

Kabupaten Tobasa masih menjadi salah satu kabupaten dengan tingkat pemakai dan pengedar narkoba yang tinggi di Sumatera Utara.(Adi Susanto M)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan