Penyusupan Radikalisme di Kampus-Kampus Harus Diselesaikan, PP GMKI: Roh Sumpah Pemuda Kali Ini Melawan Radikalisme

Ketua Umum PP GMKI Korneles Galanjinjinay: Penyusupan Radikalisme di Kampus-Kampus Harus Diselesaikan, Roh Sumpah Pemuda Kali Ini Melawan Radikalisme.
Ketua Umum PP GMKI Korneles Galanjinjinay: Penyusupan Radikalisme di Kampus-Kampus Harus Diselesaikan, Roh Sumpah Pemuda Kali Ini Melawan Radikalisme.

Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menyerukan, masa depan dunia pendidikan dan kampus-kampus akan mempengaruhi masa depan Bangsa dan Masyarakat Indonesia dengan buruk, jika penyusupan radikalisme di perguruan tinggi dan institusi-institusi pendidikan lainnya terus terjadi.

Oleh karena itu, di momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 91, yang jatuh pada 28 Oktober, hendaknya para pemuda dan mahasiswa bersatu padu melakukan upaya perlawanan terhadap radikalisme di kampus-kampus di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PP GMKI Korneles Galanjinjinay mengatakan, tantangan dan persoalan pemuda sekarang  bukan Revolusi 4.0, bukan kecepatan teknologi, melainkan radikalisme.

“Infiltrasi faham radikal ke dalam dunia kampus membawa malapetaka bagi pemuda dan mahasiswa Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa dan pemuda Indonesia harus bersatu dan kembali kepada spirit Sumpah Pemuda. Untuk menjaga tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga GMKI secara kelembagaan menyerukan, Mari Kita Lawan Radikalisme di Bumi Indonesia,” tutur Korneles, dalam siaran persnya, Selasa (29/10/2019).

Menurut Korneles, radikalisme berkembang di Indonesia dan bahkan menyusup ke dunia kampus, dikarenakan para mahasiswa dan pemudanya tidak bergerak melakukan pengawalan terhadap Nasionalisme Indonesia. Sedang galau memikirkan hal-hal yang di luar jangkauannya sebagai pemuda dan mahasiswa. Serta, kian jauhnya spirit Sumpah Pemuda dari para generasi Indonesia kali ini.

“Kita Pemuda Indonesia, mari memelihara semangat Persatuan Nasional. Dan terus menjaga spirit kebangsaan, dalam rangka melawan radikalisme yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Indonesia sebagai Negara yang berdaulat, lanjutnya, wajib terus menjaga spirit Kebangsaan dan Cinta Tanah air.

“Mari jadikan semangat Persatuan Nasional sebagai modal perjuangan menuju Indonesia yang maju,” ujarnya lagi.

Dia mengingatkan, para pemuda dan pemudi Indonesia, serta para Pendiri Bangsa telah bersumpah, Bertanah Air Satu Tanah Air Indonesia, Berbangsa Satu Bangsa Indonesia dan Berbahasa Satu Bahasa Indonesia. Kiranya tidak hanya terngiang pada saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda saja.

“Ini merupakan konsensus kebangsaan yang wajib untuk terus dijaga dan dirawat, dalam menjaga Semangat Persatuan Nasional,” ujar Korneles.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan