Breaking News

Penyidik Mabes Polri Diminta Segera Tetapkan Jajaran Direksi PT Surveyor Indonesia Sebagai Tersangka

Sudah Rahasia Umum, Pejabatnya Gampang Disogok Untuk Muluskan Keluarnya Ijin Tambang Timah

Sudah Rahasia Umum, Pejabatnya Gampang Disogok Untuk Muluskan Keluarnya Ijin Tambang Timah, Penyidik Mabes Polri Diminta Segera Tetapkan Jajaran Direksi PT Surveyor Indonesia Sebagai Tersangka.

Bukan rahasia lagi jika pihak PT Surveyor Indonesia (PT SI) banyak main uang untuk mempermulus penerbitan ijin pertambangan.

Bahkan, masyarakat awam pun sudah mendengar dan menyaksikan sepak terjang PT SI di Bangka Belitung yang banyak makan uang sogokan untuk menerbitkan ijin tambang timah illegal.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Bangka Belitung (LBH Bangka Belitung) Bujang Musa menyampaikan, dalam kasus pemberian ijin palsu penambangan illegal timah di kampung halamannya itu, pihak PT Surveyor Indonesia (PT SI) harus bertanggung jawab.

Menurut pria yang akrab disapa BM itu, PT Surveyor Indonesia diduga kuat menerima suap dari para penambang illegal, sehingga meloloskan sejumlah persyaratan dalam pengurusan perijinan oleh PT Surveyor Indonesia.

“Pihak yang bertanggung jawab adalah Surveyor Indonesia, karena perusahaan ini telah dibayar untuk melakukan verifikasi dokumen legal dan teknis secara independen,” ujar Bujang Musa, di Jakarta, Sabtu (23/03/2019).

Dia menegaskan, PT SI tidak bisa mengeluarkan laporan survei kepada penambang ilegal. Oleh karena itu, dalam persoalan ini, PT SI seharusnya bisa disamakan dengan perusahaan-perusahaan penambang ilegal lainnya yang sudah menjadi tersangka.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa Surveyor Indonesia dengan dibayar bisa mengubah dan mempercepat laporan,” ujar Bujang Musa.

Bujang Musa mengungkapkan, untuk kasus tambang timah illegal yang tengah diusut Mabes Polri, dilaporkan bahwa Kepala Kantor Wilayah lembaga Surveyor Indonesia (SI) mengakui menerima uang dan membagi-bagikannya kepada para anak buah, dalam rangka memperlancar dikeluarkannya ijin kepada perusahaan, yang ternyata adalah penambang illegal.

“Pengakuan itu seharusnya dijadikan bukti kuat menyeret dan mengembangkan lagi bahwa ada sejumlah petinggi di lembaga itu yang bermain dalam penerbitan ijin tambang timah illegal. Penyidik harus segera menyeret para bos-bos mereka juga,” ujarnya.

Dia pun mendesak penyidik agar tidak takut atau malah masuk angin untuk mengusut keterlibatan Direksi PT Surveyor Indonesia (PT SI), khususnya Tri Widodo, agar segera dijadikan tersangka. Tri Widodo adalah Kepala Divisi Batubara sebelum menjabat sebagai Direktur di PT SI.

Sepak terjang Tri Widodo, menurut dia, tidak bersih. Sebab, selama Tri Widodo menjabat sebagai Direktur, banyak utang perusahaan yang macet. Juga dilaporkan, Tri Widodo menimbulkan kerugian seperti terlibat pemalsuan uang untuk sekolah Pasca Sarjana atau S2 di Australia, termasuk juga melakukan pembelian barang bekas dengan membuat laporan bahwa barang itu asli.

Lagi pula, lanjutnya, Kepala Kantor Wilayah PT SI Bangka Belitung, Dedy Irwan pun sudah mengaku menerima duit dari penambang liar ilegal.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*