Breaking News

Pengembangan Pengusutan Kasus Korupsi KONI Pusat di Kemenpora, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Saksi-Saksi

Pengembangan Pengusutan Kasus Korupsi KONI Pusat di Kemenpora, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Saksi-Saksi. Pengembangan Pengusutan Kasus Korupsi KONI Pusat di Kemenpora, Penyidik Kejagung Kembali Periksa Saksi-Saksi.

Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) melakukan pengembangan pengusutan dugaan kasus korupsi Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2017.

Pada Selasa, 18 Juni 2019, sebanyak orang saksi dipanggil dan diperiksa penyidik di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.





Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, keenam orang saksi yang dipanggil itu adalah Prof Dr H Hari Setiono selaku Tim Verifikasi Penyaluran Bantuan Pemerintah Dalam Akun Belanja Barang Lainnya, Dr Ir Deswan selaku Panitia Penerima Hasil Pekerjaan, Tarno selaku Pensiunan PNS, Dadi Surjadi yang merupakan Kepala Bagian Bidang Prestasi Olahraga Daerah Kemenpora, Danny Armyn yang merupakan Kepala Bagian Keuangan Kemenpora dan Dr Muhammad Yunus sebagai Kepala Bagian Bidang Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora.

Mukri menjabarkan, para Saksi diperiksa terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada tanggal 24 Nopember 2017, KONI Pusat telah menyampaikan/ mengirimkan kepada Menpora untuk dapat menerima/memperoleh bantuan sebesar Rp. 26.679.540.000,- dan sebagai tindaklanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017, Menpora memerintahkan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga untuk segera menindaklanjuti proposal dari KONI Pusat tersebut dan mengingat dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Kemenpora Tahun 2017 belum ada peruntukan anggaran untuk merespon proposal KONI tersebut.





“Kemudian Kemenpora melalui Biro Perencanaan melakukan revisi berdasarkan usulan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga,” tutur Mukri, dalam keterangan persnya, Rabu (19/06/2019).

Kemudian, lanjutnya, pada bulan Desember 2017, Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberikan bantuan dana kepada KONI Pusat Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 25 miliar yang dicairkan ke rekening KONI yang penggunaannya diperuntukan dalam rangka pembiayaan program pendampingan, pengawasan, dan monitoring program peningkatan prestasi olahraga Nasional menuju Asian Games ke 18 pada Tahun 2018.

Dalam pelaksanaannya, diduga telah terjadi penyimpangan penggunaan dan pengelolaan dana yang dilakukan oleh oknum dari Kemenpora RI maupun oknum dari KONI Pusat dengan cara melawan hukum membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara tidak benar (tidak sah/ fiktif).





“Serta melakukan pengadaan barang dan jasa tanpa prosedur lelang sehingga, mengakibatkan kerugian keuangan Negara,” ujar Mukri.

Untuk mengusut kaus ini, penyidik di Kejaksaan Agung telah memeriksa sebanyak 14 orang saksi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*