Pengeboran Laut di Gugusan Pulau Pari Rusak Lingkungan, Warga Gelar Aksi Hentikan Pengeboran Laut: Stop Merampas Laut Kami

Pengeboran Laut di Gugusan Pulau Pari Rusak Lingkungan, Warga Gelar Aksi Hentikan Pengeboran Laut: Stop Merampas Laut Kami

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK
534
0
Pengeboran Laut di Gugusan Pulau Pari Rusak Lingkungan, Warga Gelar Aksi Hentikan Pengeboran Laut: Stop Merampas Laut Kami.

Para aktivis dan warga masyarakat menggelar aksi menghentikan pengeboran laut di Gugusan Pulau Pari, di bagian Utara Jakarta. Pengeboran yang dilakukan PT Pratama Widya itu telah menyebabkan kerusakan parah bagi lingkungan sekitarnya.

Ketua Rukun Tetangga 01, Pulau Pari, Edy Mulyono menuturkan, pada Selasa, 05 Maret 2019, sebanyak 40 warga Pulau Pari melakukan aksi penghentian aktivitas pengeboran laut itu.

“Stop merampas Laut Kami,” ujar Edy Mulyono, dalam siaran persnya, Kamis (07/03/2019).

Dia menuturkan, sudah sebulan terakhir PT Pratama Widya melakukan aktivitas di Pulau Burung, Pulau Kongsi dan Pulau Tikus, dan pulau-pulau yang masih satu gugusan dengan Pulau Pari.

Dalam aksi kemarin itu, lanjut Edy, warga melakukan aksinya di laut. Warga meminta agar aktivitas pengeboran segera dihentikan, karena merusak lingkungan.

Edy mengungkapkan, sebelumnya pada tanggal 1 Maret 2019, beberapa perwakilan dari warga Pulau Pari melakukan observasi langsung di Pulau Kongsi, diantaranya Nurhasyim selaku Pengurus RW 04, perwakilan pengurus RT, perwakilan pengurus Daerah Perlindungan Laut-Berbasis Masyarakat (DPL-BM), perwakilan pengurus Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) dan Fahrul selaku Polsubsektor.

Dari hasil observasi yang didapat, ternyata pekerja PT Pratama Widya tidak bisa menunjukkan ijin ataupun dokumen resmi terkait aktivitas pekerja tersebut.

“Sementara, mereka sudah melakukan pengeboran laut mencapai kedalaman kurang lebih 30 meter dengan menggunakan mesin bor,” lanjut Edy.

Dia menerangkan, menurut pengakuan Teni Muharam, salah satu pekerja PT Pratama Widya, aktivitas itu dilakukan untuk penelitian tanah dan topografi yang nantinya akan dibangun villa terapung.

Villa terapung tersebut direncanakan dibangun di atas 200 Hektar kawasan laut dan 9 Hektar daratan Pulau Kongsi. “Tetapi dia tidak menyebutkan siapa pemilik villa terapung tersebut,” ujar Edy.

Pekerja PT Pratama Widya yang berjumlah 10 orang itu, untuk sementara tinggal di Pulau Kongsi. “Rencana pembangunan villa mewah ini akan merampas hak hidup warga Pulau Pari, karena di wilayah itulah kami menangkap ikan,” tegas Edy Mulyono.

Ketua RT 02 Pulau Pari, Wahyu menambahkan, seperti diketahui hingga saat ini warga Pulau Pari masih berkonflik dengan PT Bumi Pari Asri.

Daratan Pulau Pari yang hanya 41 hektar terancam dirampas perusahaan. “Sekarang malah ada perusahaan yang akan merampas laut Pulau Pari. Besar dugaan rencana perampasan daratan Pulau Pari masih berhubungan dengan rencana pembangunan villa mewah di laut Pulau Pari,” ujar Wahyu.

Karena itu warga Pulau Pari melakukan aksi, menolak pendirian villa terapung di gugusan Pulau Pari. “Kami Warga Pulau Pari akan tetap berjuang untuk darat dan laut kami. Karena darat dan laut adalah hidup kami. Stop merampas darat dan laut kami,” tegas Wahyu.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aroma Money Politics Sangat Terasa di Bangka Belitung, Tokoh Masyarakat Ingatkan Petugas Awasi Lapas dan Pelosok Pada Pencoblosan Pemilu 2024

Salah seorang Tokoh Masyarakat Bangka Belitung, Bujang Musa,