Pengalokasian Anggaran Penanganan Covid-19 Tidak Transparan, Data Mahasiswa Yang Dikumpulkan Pemkab Seram Bagian Barat Dipertanyakan

Pengalokasian Anggaran Penanganan Covid-19 Tidak Transparan, Data Mahasiswa Yang Dikumpulkan Pemkab Seram Bagian Barat Dipertanyakan. – Foto: Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH), Muslim Azhari Saleh Lussy. (Ist)
Pengalokasian Anggaran Penanganan Covid-19 Tidak Transparan, Data Mahasiswa Yang Dikumpulkan Pemkab Seram Bagian Barat Dipertanyakan. – Foto: Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH), Muslim Azhari Saleh Lussy. (Ist)

Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH) mempertanyakan alokasi anggaran penanganan Covid-19 di Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH), Muslim Azhari Saleh Lussy mengatakan, anggaran penanganan Covid-19 yang diekspos di media massa adalah sebesar Rp 43 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2020.

Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Seram Bagian Barat itu sangat besar. Peruntukannya adalah penanganan dan perlindungan masyarakat sebesar Rp 28.149.522.349. Lalu, untuk Penyediaan Pengamanan Sosial sebesar Rp 11.954.427.555. Dan untuk Pengamanan Dampak Ekonomi Masyarakat sebesar Rp 3.851.890.100.

“Informasinya, yang sudah terpakai sebesar 15,9 miliiar lebih . Dengan terpakainya anggaran sebesar itu mestinya pemerintah daerah SBB lebih transparan dan  terbuka kepada masyarakat,” tutur Muslim Azhari Saleh Lussy, Senin (06/07/2020).

Himpunan Pemuda Pelajar Mahsiswa Hualoy (HIPPMAH) pun mempertanyakan alokasi anggaran jumbo itu. Apalagi, katanya, ada data-data mahasiswa yang diambil untuk memperoleh bantuan di masa pandemi ini.

“Kami mempertanyakan data mahasiswa yang diminta baru-baru ini. Dengan dalil bahwa akan ada  bantuan lansung yang diberikan dari  pemerintah daerah,” ujar Muslim Azhari Saleh.

Menurutnya, kemungkinan desa-desa lain juga mendapatkan hal yang sama seperti yang dialami para pemuda pelajar mahasiswa di HIPPMAH. Sebab, lanjutnya, informasi ini langsung diperoleh dari pemerintah desa.

“Sebelumnya, Pemerintah Desa Hualoy melalui Sekretaris, menghubungi saya selaku Ketua Umum HIPPMAH. Saya diminta agar memasukkan data mahasiswa yang nantinya akan diberikan kepada Pemda,” ujarnya.

Atas permintaan itu, lanjut Muslim, data Mahasiswa Hualoy sudah diberikan kepada Sekretaris Desa sekitar dua bulan lalu.

“Namun sampai hari ini tidak ada kejelasan. Bahkan minggu lalu sudah kami tanyakan ke Sekdes Hualoy. Dan jawabannya belum ada kejelasan dari Pemda,” ujarnya.

Muslim Azhari Saleh mengatakan, pihaknya mempertanyakan perihal itu bukan lantaran mengharapkan dikasihani oleh Pemda.

“Tetapi ini soal transparansi anggaran covid dan sasarannya untuk penanggulangan beberapa hal yang terdampak,” katanya.

Sebetulnya, kata dia, mungkin saja niat baik Pemerintah Daerahnya sedang berlangsung. Akan tetapi, sebaiknya dilakukan dengan transparan.

“Kami sangat merespon niat baik Pemda untuk memperhatikan Mahasiswa asal seram Bagian Barat di masa pandemi Covid-19 ini. Namun, paling tidak harus ada kejelasan terhadap apa yang telah dijanjikan untuk mahasiswa lewat pengumpulan data-data. Semoga tidak ada tebang pilih dalam hal pemberian bantuan yang di lakukan Pemda Seram Bagian Barat,” ujarnya.(JR)

1 Trackback / Pingback

  1. Pengalokasian Anggaran Penanganan Covid-19 Tidak Transparan, Data Mahasiswa Yang Dikumpulkan Pemkab Seram Bagian Barat Dipertanyakan | Covid19 in Indonesia

Tinggalkan Balasan