Bukan Saja Bejat dan Amoral, Ramlan Hutahaean Juga Dikenal Sebagai Pendeta Korup

Pengakuan Jemaat HKBP Rawamangun

Pengakuan Jemaat HKBP Rawamangun: Bukan Saja Bejat dan Amoral, Ramlan Hutahaean Juga Dikenal Sebagai Pendeta Korup. Foto: Salah satu Foto yang diperoleh Redaksi menunjukkan Pdt Ramlan Hutahaean bersama Rosma Mery Siagian, yang diduga melakukan perbuatan bejat dan perzinahan. (Istimewa).
Pengakuan Jemaat HKBP Rawamangun: Bukan Saja Bejat dan Amoral, Ramlan Hutahaean Juga Dikenal Sebagai Pendeta Korup. Foto: Salah satu Foto yang diperoleh Redaksi menunjukkan Pdt Ramlan Hutahaean bersama Rosma Mery Siagian, yang diduga melakukan perbuatan bejat dan perzinahan. (Istimewa).

Ternyata, Pendeta Ramlan Hutahaean yang menjadi pimpinan atau Uluan  di Gereja HKBP Rawamangun sudah terendus sebagai pendeta bejat dan amoral sejak lama.

Bahkan, bukan hanya bejat dan amoral, sejumlah kejahatan atau rangkaian pelanggaran juga masih terus dilakukan Pdt Ramlan Hutahaean bersama konco-konco-nya, yang terdiri dari pelayan dan juga sintua maupun jemaat tertentu di HKBP Rawamangun.




Salah seorang Jemaat aktif di Gereja HKBP Rawamangun, Inang Boru Simanjuntak mengaku bahwa jika awalnya salut dengan kependetaan, ternyata kini semakin hancur akibat ulah Pdt Ramlan Hutahaean dan kawan-kawannya.

“Bukan hanya bejat dan amoral, uang gereja pun tak jelas penggunaannya sampai saat ini. Diduga dikorup oleh mereka. Bukan hanya Ramlan Hutahaean, dia juga punya rekan di dalam. Ai akka sibolis pangalakkup dohot panakko do halaki (kebanyakan pendeta seperti Ramlan Hutahaean itu kini bagai iblis dan perampok uang gereja),” ungkap Inang Boru Simanjuntak.

Dia mengungkapkan, puluhan tahun dirinya dan keluarganya menjadi jemaat di HKBP Rawamangun, baru kali ini terjadi perpecahan di dalam Gereja HKBP Rawamangun, lantaran ada Pendeta dan Parhalado HKBP Rawamangun yang menyembunyikan dan menjadi pendukung perilaku bejat dan amoral, serta praktik korup yang dilakukan Pdt Ramlan Hutahaean.




Inang Boru Simanjuntak mengajak semua jemaat gereja HKBP Rawamangun untuk bertindak tegas terhadap para pendeta bejat dan amoral seperti Pdt Ramlan Hutahaean itu.

Gereja HKBP, lanjutnya, harus mau berubah lebih baik. Pembaharuan di dalam organisasi dan pucuk pimpinan gereja HKBP harus dengan tegas dilakukan.

Integritas moral, perilaku, sikap dan tindakan pendeta HKBP menjadi cerminan jemaat HKBP, dan masyarakat Batak pada umumnya.




Karena itulah, dikatakan Inang Boru Simanjuntak, jika sekelas pendeta dan parhalado HKBP saja di HKBP Rawamangun sudah banyak yang tak bisa dipercaya dalam sikap dan teladan hidup, maka HKBP diambang kehancuran.

“Saya tidak mau, anak-anak cucu kita para jemaat HKBP didoakan oleh pendeta yang bejat, yang amoral yang korup. Di pernikahan-pernihakan anak-anak dan cucu-cucu kami, sudah tak mau diberkati atau tumpang tangan oleh pendeta bejat dan amoral. Sungguh menyedihkan, dari atas langgatan (Mimbar Gereja) mereka mengucapkan kekudusan dan Firman Tuhan, namun mereka sendiri bejat dan amoral. Ini harus diakhiri para pendeta dan pekerja gereja yang seperti ini,” tuturnya.

Nana Ratna Sianturi, salah seorang Guru Sekolah Minggu di HKBP Rawamangun, juga mengalami pengalaman buruk dan perlakuan brutal dari Pdt Ramlan Hutahaean beserta konco-konconya yang masih menjadi pengerja di HKBP Rawamangun.




Nana yang sudah menjadi Guru Sekolah Minggu yang berkualitas dan berintegritas di HKBP, dituduh melakukan pelanggaran dalam mengajar Sekolah Minggu di HKBP Rawamangun.

Dia dipecat tanpa penjelasan dan tanpa dibuka apa sebenarnya persoalan yang dilakukan Nana.

“Sampai sekarang, kasus saya tidak digubris. Saya aktif mempertanyakan kesalahan dan pelanggaran apa yang fatal yang saya lakukan sebagai Guru Sekolah Minggu di Gereja HKBP Rawamangun? Tak pernah ada penjelasan yang gambang. Tahu-tahu surat pemberhentian saya sebagai Guru Sekolah Minggu yang dikeluarkan ke saya,” ungkap Nana Sianturi.




Nana Sianturi berharap, ada perubahan mendasar di gereja HKBP Rawamangun dan HKBP seluruhnya.

Sebab, umat TUHAN yang berjemaat di HKBP sudah semakin kristis, dan tak mungkin ditutup-tutupi lagi berbagai kejahatan dan pelanggaran yang malah dilakukan oleh para pendeta, pekerja dan para parhaladonya sendiri.

Maruli Tua Silaban, salah seorang jemaat di HKBP Rawamangun yang berprofesi sebagai Advokat juga menemukan adanya fakta-fakta pelanggaran yang dilakukan Pendeta Ramlan Hutahaean dan kawan-kawannya.




Yang terbaru, lanjut Maruli Tua Silaban, adanya dugaan penggelapan dan pengelolaan uang jemaat Gereja HKBP Rawamangun yang tidak sesuai peruntukannya.

Nilainya mencapai sekitar Rp 4,5 miliar. Dan sampai saat ini, sekitar Rp 1,5 miliar tidak tahu juntrungannya kemana dan diapakan saja.

“Itu terkait dana Pembangunan HKBP Rawamangun Center.  Sampai saat ini, sekitar Rp 1,5 miliar tidak jelas kemana. Apakah karena dikorupsi? Dipergunakan tanpa laporan? Ataukah juga dipergunakan oleh Pdt Ramlan Hutahaean untuk membiayai perzinahannya? Itu belum bisa dipastikan. Masih kita telusuri,” tutur Maruli Tua Silaban.




Mantan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) ini juga menuturkan, adanya perpecahan di HKBP Rawamangun, lantaran sikap dan perilaku Pdt Ramlan Hutahaean itu.

Misalnya saja, lanjut Maruli Tua Silaban, pada Rapat Sermon Gereja HKBP Rawamangun di Gereja HKBP Rawamangun, pada Selasa malam, 04 Februari 2020, tampak sekali perbincangan dan isi rapat itu hanya berupaya membuat pembelaan kepada Pdt Ramlan Hutahaean.

Dari sebanyak sekitar 77 Orang Peserta Rapat Sermon HKBP Rawamangun yang hadir malam itu,  yang terdiri dari Pendeta, Sintua (penatua), Perwakilan Jemaat, ada sebanyak 45 orang yang menjadi pendukung pendeta bejat dan amoral Pdt Ramlan Hutahaean.




Sebanyak 27 orang berseberangan dengan Pdt Ramlan Hutahaean dan 5 orang tidak memiliki sikap tegas. “Sekitar 5 orang lagi abu-abu,” ungkapnya.

Pembahasan dalam Rapat Sermon HKBP Rawamangun malam itu, seputar rencana penyelesaian berbagai persoalan yang mendera HKBP Rawamangun.

Dikarenakan Pdt Ramlan Hutahaean mengajukan pensiun dipercepat, dan sudah turun Surat Keputusan (SK) Pimpinan HKBP untuk mempercepat masa pensiun Pdt Ramlan Hutahaean, maka kini Pimpinan Pusat HKBP menunjuk Pdt  Hardy Bontor Lumbantobing sebagai Pimpinan Gereja HKBP Rawamangun.




“Nah, dalam rapat sermon itu, ada yang mengajukan supaya Pdt Ramlan Hutahaean diberangkatkan menuju  ke masa pensiunnya dengan meriah. Ada yang menawarkan supaya Pdt Ramlan Hutahaean diberikan semacam pesangon, sebanyak 3 bulan gaji, mencapai Rp 12 juta per bulan. Berartti sekitar Rp 50 juta,” jelas Maruli Tua Silaban.

Selain pesangon begitu, juga masih dipaksakan harus ada pengumpulan persembahan jemaat HKBP Rawamangun kepada Pdt Ramlan Hutahaean itu.

“Diminta mandurung tu jolo. Ya enggak bisalah. Kasusnya Pdt Ramlan Hutahean aja masih belum jelas penyelesaiannya di jemaat, kok bisa pula mau dilakukan semacam penghargaan kepada Pedeta bejat dan amoral seperti itu. Dimana lagi otak waras kita?” cetus Maruli Tua Silaban.




Maruli Tua Silaban menyampaikan, jika pimpinan HKBP tidak menerapkan tindakan tegas sesuai Aturan Peraturan HKBP dan Konfessi HKBP, maka jemaat HKBP Rawamangun dikhawatirkan akan runyam serunyam-runyamnya.

“Soalnya, setiap rapat pasti pecah konflik. Setiap ibadah dan hari minggu, pasti jemaat sudah muak dan ogah melihat perilaku para Pendeta Ramlan Hutahaean dan konco-konconya itu. Jika Pdt Hardy Bontor Lumbantobing, sebagai Pimpinan Gereja HKBP Rawamangun yang baru pun tak menyelesaikan persoalan ini dengan tegas dan sesuai aturan, maka jemaat pun akan tak rela Pdt Hardy melayani di HKBP Rawamangun. Jangan salahkan kalau  ada jemaat HKBP Rawamangun yang akan bertindak mengusirnya,” tegas Maruli Tua Silaban.

Dia dan kawan-kawannya, lanjutnya, sedang menelusuri dan menginventarisir berbagai pelanggaran yang terjadi di HKBP Rawamangun. Mengumpulkan bukti-bukti dan juga berbagai fakta.




“Terutama soal adanya dugaan korupsi atau penyelewengan penggunaan uang jemaat HKBP Rawamangun yang dikumpulkan untuk tadinya membangun HKBP Rawamangun Center, itu mau kita bongkar semua,” pungkas Maruli Tua Silaban.(JR/Nando)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*