Pendukungnya Marah-Marah Dengan Membakar dan Merusak Kantor Pemerintahan, Usut Korupsi Di Papua, Jaksa Tetapkan Bupati Waropen Yeremias Bisai Sebagai Tersangka

Pendukungnya Marah-Marah Dengan Membakar dan Merusak Kantor Pemerintahan, Usut Korupsi Di Papua, Jaksa Tetapkan Bupati Waropen Yeremias Bisai Sebagai Tersangka. – Foto: Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabub) Waropen kepada Yeremias Bisai sebagai Cabub yang berpasangan dengan Cawabub Lamek Maniagasi.(Net)
Pendukungnya Marah-Marah Dengan Membakar dan Merusak Kantor Pemerintahan, Usut Korupsi Di Papua, Jaksa Tetapkan Bupati Waropen Yeremias Bisai Sebagai Tersangka. – Foto: Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabub) Waropen kepada Yeremias Bisai sebagai Cabub yang berpasangan dengan Cawabub Lamek Maniagasi.(Net)

Jaksa mengusut sejumlah dugaan tindak pidana korupsi di Papua. Di Kabupaten Waropen, Papua, Bupati Yeremias Bisai telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan gratifikasi senilai Rp 19 miliar.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua (Aspidsus Kejati Papua) Alexander Sinuraya membenarkan, Bupati Waropen Yeremias Bisai telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pria yang didukung Partai Demokrat untuk maju dalam Pilkada Waropen 2020 itu menjadi tersangka atas kasus gratifikasi, sewaktu Yeremias Bisai menjabat sebagai Wakil Bupati Waropen pada periode 2010-2015 dan ketika sudah menjadi Bupati Waropen pada tahun 2018.

Alexander Sinuraya mengatakan, sebelum menetapkan Yeremias Bisai sebagai tersangka, Tim Penyidik Pidsus Kejati Papua telah terlebih dahulu melakukan serangkaian pemeriksaan.

“Barang buktinya ada keterangan saksi, ada juga aliran-aliran dana yang diungkap Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” ungkap Alexander Sinuraya ketika dikonfirmasi, Selasa (01/09/2020).

Alexander melanjutkan, Kejati Papua masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Sejumlah saksi pun telah dipanggil dan dikorek keterangannya, untuk mengembangkan pengusutan kasus korupsi itu.

“Masih pemeriksaan saksi-saksi. Dan penyidikan perkaranya masih berjalan, sedangkan agenda pemeriksaan tersangka belum bisa kita sampaikan ke publik,” ujar Alexander.

Meski sedang memasuki proses Pilkada 2020, lanjutnya, tidak menyurutkan Kejati Papua untuk menuntaskan pemberantasan kasus korupsi yang dilakukan Bupati Waropen Yeremias Bisai itu.

“Penanganan perkaranya tidak akan mengganggu proses pilkada,” ujar Alexander.

Tindak pidana korupsi berupa gratifikasi yang diduga diterima Yermias Bisai itu ada yang diberikan secara tunai dan juga melalui transfer antar-rekening. Pemberi gratifikasi diduga juga berasal dari pengusaha dan juga anggota dewan setempat.

Imbas dari penetapan tersangka tersebut, puluhan massa yang diduga pendukung Bupati Yeremias Bisai merusak dan membakar kantor bupati Waropen dan kantor pemerintahan yang ada di sekitarnya.

Polda Papua sendiri langsung mengirimkan tim untuk membantu Polres Waropen untuk mengusut tuntas. Dan hasilnya, pihak kepolisian Waropen menangkap 11 orang yang melakukan perusakan dan pembakaran kantor yang membuat takut masyarakat.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan