Breaking News

Pencurian Kotak Suara KPU, Pencurian Getah dan Kekerasan, Kapolres Ungkap Kejahatan Di Kabupaten Simalungun

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu saat menggelar konperensi pers. Pencurian Kotak Suara KPU, Pencurian Getah dan Kekerasan, Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu Ungkap Kejahatan Di Kabupaten Simalungun.

Simalungun, Sinar Keadilan-Serangkaian kejahatan dan kekerasan diungkap oleh Polres Simalungun. Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan, mulai dari kejahatan pencurian kotak suara milik KPU Kabupaten Simalungun, hingga tindak pidana kekerasan yang mengancam dan merugikan anggota masyarakat diungkap jajaran Polres Simalungun.

Beberapa kasus berupa pencurian dengan kekerasan (Curas) getah, diungkap pada Senin (7/10/2019), di Satreskrim Markas Komando di Pamatang Raya.

Ada tiga kasus, yang pertama terjadi pada tanggal 10 September 2019. Yaitu pencurian kotak suara milik KPU Kabupaten Simalungun yang terbuat dari aluminium. “Kerugian sebanyak 448 kotak suara kalau dirupiahkan sekitar dua ratus juta lebih,” ujar Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu, Selasa (08/10/2019).

Berikutnya, curanmor. Dengan  kerugian materil sekitar Rp 17 juta. Tersangka inisial G. Pasal yang disangkakan 363 ayat 2 dengan pidana 9 tahun penjara.

Kemudian, kasus tindak pidana berupa kekerasan pada pencurian getah. Terjadi Hari Selasa, 1 Oktober 2019. Korban Rindu Hutagalung. Kerugian materi sekitar Rp 204 juta.

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu merinci, kekerasan itu terjadi di Jalan Parapat – Pematangsiantar, Kilometer 13, Kawasan Desa Pariasan, Kabupaten Simalungun.

“Tersangka JFS, JS, JDS saat aksinya mengunakan  pistol mainan kepada saksi korban, melumpuhkan dan menyekap di mobil Avanza,” ujar AKBP Heribertus Ompusunggu.

Para pelaku telah mengikuti korban dengan mengendarai mobil Avanza BK 1774 IT warna Silver.

Hasil curian getah dijual kepada tersangka BL. BL adalah warga Panei Tongah. Getah dijual seharga Rp 50.160.000. Saksi korban diturunkan di kawasan Kebun Marjandi, Kabupaten Simalungun, sedangkan truk ditinggal di Mandoge, Kabupaten Asahan.

“Personel menangkap JDS di kawasan Huta Lumban, Kecamatan Dolok Panribuan dengan tembakan ke kaki, karena melawan dan kabur tanpa menghiraukan tiga kali tembakan peringatan,” jelasnya.

Hasil pengembangan, JFS ditangkap di kediamannya di Simpang Kawat, Desa Dolok Parmonangan, juga setelah dilumpuhkan dengan senjata api dan BL (penadah). Sedangkan tiga tersangka lainnya, AS, JS dan R alias Kentung masuk dalam daftar pencarian orang.

Barang bukti yang disita di antaranya, truk Colt Diesel, Avanza silver, HP Android Vivo dan Nokia, kalung rantai rel Emas berat 10,1 gram, mainan kalung Emas bentuk salib putar berat 1,65 gram, cincin emas ½ rante berat 6,75 gram, jaket bertuliskan yang diduga dibeli dari hasil kejahatan.(Agus S)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*