Penanganan Kasus Pembunuhan Brigadir J Sangat Lamban, DPP Parkindo Serukan Keadilan Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Penanganan Kasus Pembunuhan Brigadir J Sangat Lamban, DPP Parkindo Serukan Keadilan Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
19
0
Penanganan Kasus Pembunuhan Brigadir J Sangat Lamban, DPP Parkindo Serukan Keadilan Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat. – Foto: Seruan Doa Keadilan DPP Parkindo Untuk Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.(Ist)Penanganan Kasus Pembunuhan Brigadir J Sangat Lamban, DPP Parkindo Serukan Keadilan Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat. – Foto: Seruan Doa Keadilan DPP Parkindo Untuk Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.(Ist)

Dewan Pimpinan Pusat Partisipasi Kristen Indonesia (DPP Parkindo) menilai, proses pengusutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Kepolisian sangat lamban.

Para pencari keadilan, seperti DPP Parkindo pun akan terus menerus menagih Negara untuk memberikan keadilan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Ketua Umum DPP Parkindo, Lukman Doloksaribu menyampaikan, publik diajak untuk mencari keadilan kepada Sang Pemilik Keadilan, bukan kepada Polisi.

Sebab, proses ini nampak sekali tidak akan pernah adil selagi masih ditangani oleh Kepolisian Republik Indonesia.

“Lambat menangani perkaranya ini bisa jadi bola liar nanti ke mana-mana,” ujar Lukman Doloksaribu, dalam keterangannya, Rabu (03/08/2022).

Sementara, Sekjen DPP Parkindo, Besli Pangaribuan menambahkan, DPP Parkindo akan menggelar Seruan Doa Untuk Keadilan, terkait pengusutan kasus yang menimpa  Brigadir J.

“Kita akan menggelar Seruan Doa Untuk Keadilan. Negara harus hadir dalam mewujudkan keadilan bagi setiap lapisan masyarakat,” ujar Besli Pangaribuan.

Dia menambahkan, kasus Brigadir J menjadi salah satu potret lapisan masyarakat yang mencoba untuk mencari keadilan, yang sampai kini belum terungkap.

“Kita semua menunggu proses aparat kepolisian yang sedang berlangsung. Dan kita juga berharap hikmat dan kebijaksanaan menyertai mereka dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak yang terpanggil dalam mengawal keadilan atas kasus ini untuk berdoa bersama, yang akan kami bawakan secara agama Kristen,” tutur Besli Pangaribuan.

Kegiatan doa bersama itu akan dilaksanakan juga secara online, pada Rabu, 3 Agustus 2022, pukul 20.00 – 21.00 WIB.(RLS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Listyo Sigit Didesak Minta Maaf Kepada Orang Batak

“Tak Perlu Diapresiasi Berlebihan, Memang Itu Sudah Tugas