Pemuda Tani HKTI Minta Masyarakat Dilibatkan Dalam Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pemuda Tani HKTI Minta Masyarakat Dilibatkan Dalam Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan

- in DAERAH, EKBIS, NASIONAL
25
0
Produksi Sawit Harus Memiliki Nilai Tambah Bagi Rakyat, Pemuda Tani HKTI Minta Masyarakat Dilibatkan Dalam Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan. - Foto: Duta Pertanian Sumatera Selatan bersama Pemuda Tani HKTI Kabupaten Muara Enim, saat menggelar Seminar Nasional dengan tema Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGS) 2030, di Hotel Harper Palembang, pada Senin 22 Februari 2021.(Ist)Produksi Sawit Harus Memiliki Nilai Tambah Bagi Rakyat, Pemuda Tani HKTI Minta Masyarakat Dilibatkan Dalam Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan. - Foto: Duta Pertanian Sumatera Selatan bersama Pemuda Tani HKTI Kabupaten Muara Enim, saat menggelar Seminar Nasional dengan tema Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGS) 2030, di Hotel Harper Palembang, pada Senin 22 Februari 2021.(Ist)

Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (Pemuda Tani HKTI) meminta agar masyarakat dilibatkan dalam pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan.

Hal itu ditegaskan Duta Pertanian Sumatera Selatan bersama Pemuda Tani HKTI Kabupaten Muara Enim, saat menggelar Seminar Nasional dengan tema Pembangunan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGS) 2030. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Harper Palembang pada Senin 22 Februari 2021.

Ketua Umum DPP Pemuda Tani HKTI, Rina Sa’adah menegaskan, sawit berkontribusi besar bagi ekonomi nasional, terutama di masa pandemi ini.

Ini terlihat dari kontribusi sub sektor perkebunan di mana nilai ekspor pada Oktober 2020 saja senilai Rp 38,46 triliun.

Sub sektor perkebunan, terutama sawit, selain kopi berkontribusi besar sebagai penyumbang terbesar ekspor pertanian dengan kontribusi 90,92 persen.

Selain itu, Rina juga menekankan, tingginya kontribusi sawit bagi ekonomi Nasional harus sejalan dengan tingkat kesejahteraan petani atau kebun rakyat.

“Sehingga kehidupan mereka lebih baik, bisa menyekolahkan anak-anaknya,” ujar Rina, dalam siaran persnya, Minggu (28/02/2021).

Kondisi ini, menurut Rina, sudah terkonfirmasi dari Nilai Tukar Petani (NTP) sub sektor tanaman perkebunan yang telah mencapai 110 pada bulan November 2020.

“Guna mewujudkan keberlanjutan tersebut, maka inovasi menjadi kebutuhan mutlak. Added values sawit akan sangat bermanfaat tidak hanya bagi petani, namun juga untuk penerimaan Negara,” tutur Rina.

Karena itulah, dia meminta, keberlanjutan pembangunan industri sawit tak boleh meninggalkan masyarakat.

“Untuk itu, pembangunan industri kelapa sawit yang berkelanjutan harus melibatkan banyak pihak, stake holder terkait harus bekerja sama termasuk swasta,” tandas Rina.(J-RO)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like