Pemuda Jawa Timur Tolak Dualisme KNPI

Pemuda Jawa Timur Tolak Dualisme KNPI.

Pengamat Kepemudaan di Jawa Timur (Jatim) Abdullah Amas menilai, dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur, yakni Pimpinan Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin dan Fajar Hisyam tokoh AMPI cukup disesali.

“Saya melihat adanya indikasi, ini akan merembet ke daerah-daerah,  ke tiap kabupaten bisa sampai terjadi dua Musda dan kepengurusan kembar mengikuti kepengurusan Jatim. Apalagi selama ini KNPI Jatim dikenal solid meski yang dualisme di pusat dan baru periode ini dualisme terjadi,” ujar Abdullah Amas, dalam siaran persnya, Sabtu (21/07/2018).

Mantan Seketaris Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan ini menilai, perlu ketegasan sikap antara Bakesbangpol Provinsi, Dispora atau bahkan Gubernur dan Wagub terpilih di Jatim untuk memastikan KNPI Jatim sebagai satu kesatuan wadah pemuda, bukan aliansi.

“KNPI itu wadah persatuan. Kalau cuma menyatu dengan sekelompok saja, mending bentuk aliansi saja, jangan Komite,” tuturnya di sela acara Pelantikan KNPI Jawa Timur pimpinan Mochammad Nur Arifin di Jatim Expo.

Seperti di ketahui, kepengurusan KNPI Pusat pun terbelah. Dualisme itu antara kepemimpinan Rivai Darus, Fahd, duet Andi Halid-Fadly dan Cuplis Risman. Namun di Jatim, dualisme baru terjadi bertepatan dengan digelarnya Musda.

“Tak kan ada perkembangan KNPI lebih baik kalau manajemen pengelolaan konflik tak bagus, KNPI Jatim perlu figur pemersatu, punya narasi besar, punya tenaga sebagai stroong leader untuk mengadvokasi potensi yang dimiliki pemuda jatim dan sosok match maker, pemersatu dari kepentingan-kepentingan semua OKP di jatim, bukan aliansinya!, bukan kelompoknya saja,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*