Pemilu Adalah Harga Diri Bangsa, Hentikan Demokrasi Kebohongan, Rakyat Mendukung KPU Segera Selesaikan Tugas dan Kewajiban Secara Konstitusional

Pemilu Adalah Harga Diri Bangsa, Hentikan Demokrasi Kebohongan, Rakyat Mendukung KPU Segera Selesaikan Tugas dan Kewajiban Secara Konstitusional

- in NASIONAL, POLITIK
25
0
Pemilu Adalah Harga Diri Bangsa, Hentikan Demokrasi Kebohongan, Rakyat Mendukung KPU Segera Selesaikan Tugas dan Kewajiban Secara Konstitusional.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta segera menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Penyelenggara Pemilu di Indonesia, dengan berpegang teguh pada prinsip dan hukum demokrasi yang benar.

Dengan berpijak pada Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat akan mendukung setiap pihak yang membongkar kebohongan demokrasi yang terjadi sepanjang pelaksanaan Pemilu 2019 ini.




Hal itu disampaikan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta NKRI Sumatera Utara (DPD Gerakan Rakyat Cinta NKRI Sumut), Trino Fernando Sianturi. Menurut Trino, seluruh masyarakat Indonesia harus bersatu padu menegakkan proses dan demokrasi yang benar, yang sesuai konstitusi dan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia.

“Kita, seluruh masyarakat Indonesia hendaknya  mendukung demokrasi yang konstitusional, serta mendukung KPU untuk menyelesaikan tugasnya yang mulia. Janganlah kita berdiri bersama orang-orang yang mencoba melakukan demokrasi dengan cara-cara bohong,” tutur Trino Fernando Sianturi, dalam keterangannya, Sabtu (27/04/2019).

Lebih lanjut, Ketua Yayasan Pendidikan Kemajuan Bangsa ini menyampaikan,  meskipun demokrasi adalah sesuatu yang berat, bahkan mungkin bisa  merupakan suatu bentuk pemerintahan yang paling rumit dan sulit, namun dengan berdiri tegak pada demokrasi yang Pancasilais, akan membuat Indonesia panjang umur dan hidup lebih baik setiap tahunnya.

“Meskipun ada saja yang berteriak atas nama demokrasi dengan membuat pertentangan, ketegangan bahkan sampai mengorbankan nyawa orang lain serta menghancurkan suatu kehidupan yang damai menjadi suatu kehidupan yang sangat menyeramkan dan menakutkan, tanpa merasa bersalah dan tidak ada rasa tanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.

Indonesia, lanjutnya, sudah berkali-kali menggelar Pemilu. Namun Pemilu Serentak 2019 ini, termasuk paling banyak menyebabkan ketegangan dan gangguan berat bagi sesama anak bangsa.

Oleh karena itu, dia menegaskan, khususnya kepada KPU, agar tunduk pada Perintah Konstitusi Negara Republik Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai Penyelenggara Pemilu.

Trino mengatakan, konstitusi adalah sebuah  Produk Hukum,   namum pada  saat  yang  bersamaan   Ia  harus  lebih  dari sekedar hal itu. Konstitusi adalah dokumen organik dari Pemerintahan, yang  mengatur kekuasaan dari pilar-pilar Pemerintahan yang berbeda-beda, sekaligus acuan batasan kewenangan  Pemerintah.

“Pemilihan umum yang Demokratis adalah apabila warga negara dalam suatu negara tersebut dalam melakukan pemilihannya dilakukan dengan secara bebas, terbuka, dan jujur,” ujarnya.

Sehingga, dengan berpegang pada prinsip-prinsip demokrasi yang benar, dan juga tunduk pada konstitusi, maka apapun jenis provokasi atau informasi bahkan aksi-aksi teatrikal yang dilakukan berbagai pihak untuk mengecoh masyarakat tidak akan mempan.

“Jangan terprovokasi oleh berbagai pernyataan, gerakan inkosntitusional dan berbagai informasi miring yang merusak demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Trino mengingatkan, KPU adalah satu-satunya lembaga di Indonesia yang dilindungi oleh Undang-Undang,  serta bersifat independent dan netral, yang berhak mengumumkan Hasil Pemilihan Umum.




“Pelaksanaan Pemilihan Umum bisa saja bervariasi, namun intisarinya tetap sama untuk semua masyarakat demokratis, dan akses bagi semua warga negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan hak pilih, perlindungan bagi tiap individu terhadap pengaruh-pengaruh luar yang tak diinginkan saat ia memberikan suara, dan penghitungan yang jujur dan terbuka terhadap hasil pemungutan suara,” ujar Trino.

Oleh karena itu, dia pun mengajak masyarakat untuk menghentikan kecurangan, dengan tetap bersatu melakukan perlawanan terhadap para pelaku kecurangan, dengan tetap mendukung KPU yang tunduk pada konstitusi NKRI.

“Jangan biarkan ada pihak-pihak yang menginjak-injak demokrasi kita. Jangan biarkan demokrasi kita dihina dan diperolok-olok oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Trino.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like