Breaking News

Pemerintah Pusat Dinilai Rakus, Masyarakat Aceh Dorong Referendum

Pemerintah Pusat Dinilai Rakus, Masyarakat Aceh Dorong Referendum. Pemerintah Pusat Dinilai Rakus, Masyarakat Aceh Dorong Referendum.

Masyarakat Aceh merasa tidak mendapatkan apa-apa dalam pembangunan Nasional. Referendum pun bergulir di Serambi Mekah.

Sekretaris Jenderal Jaringan Intelektual Muda Islam (Sekjen JIMI) Andi Kurniawan menyatakan, pihaknya mendukung pernyataan Muzakir Manaf soal referendum untuk Aceh.




Menurut dia, kerakusan elit politik Jakarta dalam perebutan kue kekuasaan sudah tidak bisa ditolerir, akibatnya rakyat tidak terurus.

“Referendum sebuah mekanisme demokrasi yang demokratis guna menentukan keinginan rakyat,” tutur Andi Kurniawan, dalam keterangan persnya, Rabu (29/05/2019).

Dia menegaskan, sebelumnya Indonesia juga pernah melaksanakan referendum, yakni Timor Leste, mekanisme itu tidaklah haram.




“Jadi mekanisme itu biasa saja, enggak perlu ditakuti Jakarta. Selama ini Sumber Daya Alam (SDA) Aceh diambil, tapi  Pemerintahan Pusat di Jakarta sibuk dengan urusan perebutan kekuasaan. Negara telah gagal sehingga referendum bisa dijadikan solusi damai bagi Aceh,” ujarnya.

JIMI menilai, hak yang sama, yakni referendum juga halal diberikan kepada daerah lain. Bukankah Indonesia sebuah negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.

“Harusnya rakyat bebas menyampaikan aspirasi dan salah satunya melalui referendum. JIMI berharap TNI/Polri sepakat dengan opsi tersebut, apalagi kini muncul pilihan, pilih Jokowi atau Aceh,” ujar Andi Kurniawan.




Andi Kurniawan juga menghimbau mahasiswa Aceh ikut menyuarakan opsi referendum untuk Aceh. “Daerah lain yang berpikir sama juga jangan diam, negara kesatuan harus atas persetujuan rakyat, jika tidak mengapa harus dipaksakan,” ujarnya.

Referendum, lanjutnya, dapat mencegah gerakan bersenjata kembali muncul. “Menjaga perdamaian Aceh dengan pelaksanaan referendum akan menjadi pilihan bijak dan cerdas,” pungkas Andi Kurniawan.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*