Breaking News

Pemerintah Janji Kosong, Ribuan Pengungsi Gunung Sinabung Pun Akan Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Janji Kosong, Ribuan Pengungsi Gunung Sinabung Pun Akan Gelar Unjuk Rasa.

Sebanyak 2000-an warga pengungsi Gunung Sinabung yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Korban Erupsi Gunung Sinabung merasa diabaikan dan tidak diperhatikan pemerintah selama mengalami bencana erupsi.

Oleh karena itu, para pengungsi melakukan aksi unjuk rasa meminta kepada pemerintah untuk segera memenuhi janji-janjinya kepada para pengungsi.

Koordinator Gerakan Rakyat Korban Erupsi Gunung Sinabung Henriko Sembiring menyampaikan, ada sejumlah janji pemerintah yang ditagih para pengungsi. Janji-janji yang masih hanya tinggal janji setelah berbulan-bulan mereka di kamp-kamp pengungsian.

“Tuntutan kami adalah agar pemerintah memenuhi janjinya akan membayarkan sewa rumah dan sewa lahan yang sudah dijanjikan,” ujar Henriko Sembiring, dalam keterangan persnya, Kamis (07/09/2017).

Henriko juga menyampaikan, selain urusan kebutuhan mendasar para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung itu, para pengungsi juga menuntut kepada pemerintah agar segera merealisasikan janjinya untuk melakukan percepatan relokasi tahap ketiga terhadap para pengungsi, dengan menyediakan hunian tetap (huntap) bagi para pengungsi.

“Selain itu, biaya pendidikan anak sekolah sebagaimana telah dijanjikan oleh pemerintah akan diberikan, sampai sekarang tidak ada. Kami menuntut supaya itu dipenuhi,” ujar Henriko.

Dan yang termasuk paling urgen, lanjut dia, para pengungsi juga menuntut segera dilakukannya pembebasan lahan bagi pengungsi. “Dijanjikan pembebasan lahan pengungsi di Jalan Tembus Kabupaten Karo-Langkat. Kami meminta segera juga itu dilakukan,” tutur Henriko.

Senada dengan Henriko, aktivis kemanusiaan di pengungsian— yang juga pengungsi, Jepri Maradona Bangun mengtatakan, aksi unjuk rasa itu dilakukan, dikarenakan tidak ada keseriusan pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka.

“Padahal, semua datang berkunjung, Presiden datang, menteri datang, Kapolri datang, Kapolda datang, kok tidak serius memperhatikan dan memenuhi janji-janjinya kepada para pengungsi yang sudah kian banyak yang sekarat ini,” ujar Jepri.

Aksi unjuk rasa akan terus diikuti oleh para pengungsi hingga tuntutan mereka dipenuhi, sebagaimana dijanjikan oleh pemerintah. Aksi dilakukan dari Taman Makam Pahlawan Kabanjahe menuju kantor Bupati karo dan kantor DPRD kabupaten Karo.

Selain itu, menurut dia, aksi-aksi akan terus dilakukan, sampai mereka ditolong dan diperhatikan secara serius oleh pemerintah. “Aksi berikutnya hari Senin, 11 September 2017, di kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Karo,” ujar Jepri.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*