Breaking News

Pembalakan Liar di Papua, Hakim PN Jakpus Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Kayu Ilegal

Pembalakan Liar di Papua, Hakim PN Jakpus Tolak Praperadilan Tersangka Kasus Kayu Ilegal.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan oleh Henoc Budi Setiawan dari CV Sorong Timber Irian.

Henoc Budi Setiawan adalah tersangka kasus pembalakan liar kayu di Provinsi Papua. Dia mengajukan gugatan praperadilan melawan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan (Ditjen Gakkum), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penolakan terhadap tersangka itu diputuskan Hakim PN Jakpus, Jumat, 12 April 2019.




Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani menyambut baik putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu.

“Putusan pengadilan menjadi bukti kalau penyidikan oleh penyidik kami sah secara hukum,” kata Rasio Ridho Sani, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis, 18 April 2019.

Permohonan praperadilan melawan Ditjen Gakkum KHLK, diajukan tersangka 19 Maret 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Perkara praperadilan No 07/Pid. PRAD/2019/PN.JKT.PST itu meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar menyatakan penetapan tersangka Henoc Budi Setiawan, penggeledahan dan penyitaan oleh Ditjen Gakkum tidak sah dan tersangka menuntut ganti rugi atas semua itu.

Dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Pusat, Jumat, 12 April 2019, hakim memutuskan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Henoc Budi Setiawan. Alasan Hakim, tindakan penyidikan oleh penyidik Ditjen Gakkum telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum.

Dalam putusannya, Hakim menguatkan fungsi dan kedudukan lembaga praperadilan yang hanya memeriksa bukti formil dan menolak memeriksa pokok perkara.

Lebih lanjut Rasio Ridho Sani menyampaikan kalau penuntut umum sudah menyatakan berkas tersangka direktur CV Alco Timber Irian dan CV Sorong Timber Irian, kasus kayu ilegal Papua, sudah lengkap.

“Kami sedang menunggu sidang di Pengadilan Negeri Sorong. Penegakan hukum untuk kasus-kasus pembalakan liar menjadi agenda prioritas, karena telah merugikan negara dan mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup yang menjadi bencana ekologis,” tutur Rasio Ridho Sani.

Praperadilan ini merespon upaya Ditjen Gakkum menjalankan operasi penegakan hukum peredaran kayu yang tidak disertai dengan dokumen yang sah.

Pada Bulan Januari 2019, Ditjen Gakkum menemukan kegiatan pengangkutan dan pembongkaran kayu dari Provinsi Papua ke pelabuhan di Surabaya dan Makasar.




Dari proses penyidikan dengan bukti permulaan yang cukup, Ditjen Gakkum telah menetapkan beberapa pimpinan perusahaan sebagai tersangka, di antaranya adalah Direktur CV Alco Timber Irian dan CV Sorong Timber Irian yaitu Henoc Budi Setiawan alias Ming Ho.

Rasio Ridho Sani juga memastikan proses hukum terhadap pembalak liar yang diperiksa di Jakarta, Surabaya, maupun di Makassar akan tetap berjalan sampai dinyatakan lengkap oleh penuntut umum.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*