Pelayanan Publik Berbasis Digitalisasi Ala Pemerintah Belum Efektif, Mahasiswa Administrasi Negara Se-Jawa Timur Gelar Pertemuan

Fungsi dan peran pemerintah dalam pelayanan publik berbasis elektronik di era digitalisasi belum efektif. Pemerintah disarankan mendengarkan masukan-masukan yang bagus dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa untuk membenahi pelayanan publik berbasis digital.

Untuk mengkritisi serta menyalurkan ide bagi perbaikan pelayanan publik berbasis digital, mahasiswa jurusan Administrasi Negara se-Jawa Timur menggelar pertemuan.

Ketua Penyelenggara Pertemuan Mahasiswa Administrasi Negara Se-Jawa Timur, Analdo Yoga menyampaikan, pelayanan publik dengan good governance harus terus dikembangkan. Selama ini, pelayanan publik dan good governance itu belum tercapai dengan maksimal.

“Pertemuan kita akan memberi masukan kepada pemerintah melalui sebuah gagasan tertulis disertai data serta hasil penelitian lapangan yang valid oleh para delegasi setiap kampus,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini mengatakan, kegiatan yang diikuti perwakilan mahasiswa berbagai kampus se-Jawa Timur itu merupakan kegiatan akademik yang digelar setiap tahunnya.

Pertemuan dipersiapkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan, diawali dengan pembukaan sekaligus seminar nasional, pada Rabu, (14/11/2018).

“Muaranya pada rekomendasi-rekomendasi kebijakan maupun konsep inovasi dari hasil diskusi panjang tiap cluster yang telah disepakati bersama dalam forum ini, untuk kita sampaikan para stakeholder  mulai dari wakil rakyat, pemerintah dan pihak-pihak terkait,” ujar Yoga.

Dia juga berharap, setelah penyampaian rekomendasi, para delegasi setiap kampus dapat mengawal dan memantau sejauh mana rekomendasi yang telah diberikan melalui metode penelitian serta dialetika panjang para mahasiswa.

“Ini pun diharapkan bisa diterima dan bisa terwujud secara nyata serta mendapat perhatian dari masyarakat umum untuk lebih aktif mengkritisi setiap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, mahasiswa juga akan komitmen mengontrol dan mengawasi, serta mengkritisi masukan-masukan yang telah diserahkan itu.

“Sejauh mana dapat menimbulkan manfaat yang positif dan pro terhadap masyarakat dalam situasi dan kondisi sekarang yang serba mudah dan cepat berkat adanya transformasi digital dari kecanggihan teknologi setiap saat berkembang pesat dan dinamis,” ujarnya.

Forum Akademik yang dikenal dengan Teman Jatimyakni singkatan dari Temu Mahasiswa Administrasi Negara Jawa Timur itu, terselenggara tiap tahunnya sejak 2013.

Kali ini bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaran adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik Unesa.

Sejumlah pakar dan pembicara yang dihadirkan dalam pertemuan itu antara lain Guru Besar  FISIP UNAIR Prof Dr H Jusuf Irianto, Kabid Infrastruktur TIK Dinas Kominfo Jatim Dodong Martiar Mediantoko, Peneliti Lembaga Survey Indonesia Wilayah Jatim Sukma Hari Purwoko.

Tema besar yang diambil berkaitan dengan isu-isu kebijakan serta inovasi pelayanan publik berbasis elektronik yang saat ini tengah perkembangan dengan teknologi digitalilsasi.

“Tidak lain adalah untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam tata kelola serta tata laksana pemerintahan,” pungkas Yoga.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan