Pelanggaran Konstitusi Tak Boleh Ditolerir, Muncul Gerakan 4G (Four G) di GMKI

Pelanggaran Konstitusi Tak Boleh Ditolerir, Muncul Gerakan 4G (Four G) di GMKI.

Untuk menghempang berlanjutnya pelanggaran konstitusi organisasi yang dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat MP Sinurat, muncul Gerakan 4G (Four G) di GMKI.

Gerakan ini diinisiasi oleh mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) Charles Hutahaean dan kawan-kawan. Menurut Charles, Gerakan 4G adalah langkah idealis taktis menghempang berbagai pelanggaran konstitusi yang dilakukan fungsionaris Pengurus Pusat GMKI yang dengan sadar bermain politik praktis.

“Gerakan Four G (4G) adalah Gerak, Gas, Ganyang untuk GMKI Bersih. Tujuannya untuk membersihkan GMKI dari para pengkhianat organisasi, membersihkan para pemburu rente dan para penjilat kekuasaan yang mempermain-mainkan organisasi demi kepentingan dan keuntungan personalnya,” tutur Charles Hutahaean, Senin (03/09/2018).

Pria yang kini berprofesi sebagai Advokat itu menyatakan, jelang momentum Kongres GMKI ke 36 di Jakarta, semakin terkuak pelanggaran demi pelanggaran konstitusi yang dimainkan oleh Ketua Umum PP GMKI Sahat MP Sinurat bersama sejumlah fungsionarisnya berkolaborasi dengan segelintir senior GMKI yang berada di belakang Sahat.

Persoalan konstitusi sebagai roh dan jiwa organisasi GMKI, lanjut Charles Hutahaean harus diselesaikan dengan bersih. “Tidak mungkin dilakukan oleh orang yang sudah cacat moral dan cacat konstitusi untuk menyelenggarakan Kongres GMKI di Jakarta, maka harus dibersihkanmereka-mereka itu dari organisasi ini,” tuturnya.

Dia pun menekankan, upaya penyelamatan organisasi GMKI menjadi sangat penting dikarenakan tidak adanya tindakan konkrit secara organisatorial terhadap para pelanggar konstitusi GMKI itu.

“Selamatkan GMKI, Selamatkan Kongres ke 36 GMKI, lakukan gerakan Four G untuk GMKI bersih,” ujar Charles.

Karena itu, dia pun membuat Surat Terbuka untuk mengajak dan meminta setiap anggota aktif GMKI, Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) se-Tanah Air serta senior-senior GMKI di mana pun berada, untuk bergerak menyelamatkan GMKI dan membersihkan para pelanggar konstitusi GMKI.

Anggota luar biasa atau Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) mendesak Ketua Umum PP GMKI Sahat MP Sinurat segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum di gerakan mahasiswa yang merupakan Kelompok Cipayung itu.

Ivan Parapat, yang merupakan Senior GMKI Jakarta, melihat telah sangat fatal kesalahan dan pelanggaran organisasi yang dilakukan oleh Sahat MP Sinurat selama memimpin organisasi itu. “Sebaiknya Ketua Umum PP GMKI Sahat MP Sinurat segera mundur,” ujar Ivan Parapat.

Dia mengatakan, kekisruhan di internal organisasi itu semakin tak terkendali lantaran pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan sejumlah fungsionaris PP GMKI dan Sahat MP Sinurat sebagai Ketua Umum.

“Roda organisasi sudah rusak, kepercayaan anggota dan juga jejaring serta masyarakat sudah luntur terhadap GMKI dengan ulah dan sepak terjang yang dilakukan Sahat MP Sinurat,” tutur Ivan Parapat.

Dia merinci, selain sejumlah fungsionaris PP GMKI yang menyalahi konstitusi organisasi karena menjadi Calon Legislator (Caleg) dari partai politik, Sahat MP Sinurat pun malah ngotot mencalonkan diri sebagai Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari wilayah Provinsi Riau.

“Itu benar-benar fatal. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga GMKI sangat tegas melarang fungsionarisnya yang masih aktif sebagai Caleg. Itu sama saja membunuh konstitusi GMKI. Maka mundur sajalah mereka itu,” ujar Ivan Parapat.

Selain itu, lanjut dia, jelang pelaksanaan Kongres ke 36 GMKI yang digelar di Jakarta, malah kisruh dengan diterbitkannya sejenis Satuan Gugus Tugas Khusus (Satgasus) Kepanitiaan dengan Surat Keputusan (SK) PP GMKI.

“Perlu ditegaskan, penetapan Tuan Rumah Kongres GMKI 2018 itu dilakukan dalam forum tertinggi GMKI yakni di Kongres GMKI Tarutung, dua tahun lalu. Yang menjadi Tuan Rumah yakni BPC GMKI Jakarta, dan pelaksananya ya GMKI Jakarta, kok ada Satgasus yang diberikan ke Senior atau Cabang lain? Ini juga fatal,” bebernya.

Ivan Parapat pun mengajak seluruh anggota biasa, Badan Pengurus Cabang (BPC GMKI) se-Tanah Air, dan para seniornya, agar melakukan desakan dan segera membuka forum resmi memberhentikan Sahat MP Sinurat dari Ketua Umum PP GMKI.

“Ya kita semua harus melek aturan berorganisasi. Harus mau dan berani menjaga marwah organisasi, menjaga etika dan ketetapan, jangan sembrono dan jangan sesuka hati. Akan semakin melenceng ke depan, jika orang tua seperti Pak Andreas Yewangoe, senior kami itu yang telah resmi dilantik sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Kongres Ke 36 GMKI, namun kok dicaplok dengan Satgasus bentukan Sahat MP Sinurat!” urainya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan