Pelaku Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan Anak di Bawah Umur Hanya Dihukum 8 Bulan Penjara

Pelaku Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan Anak di Bawah Umur Hanya Dihukum 8 Bulan Penjara. – Foto: Noor Eritmatika Syahlani, Pelaku penganiayaan dan dugaan pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur hanya dijatuhi hukuman percobaan 8 bulan pencara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), pada Selasa (28/07/2020). (Ist)
Pelaku Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan Anak di Bawah Umur Hanya Dihukum 8 Bulan Penjara. – Foto: Noor Eritmatika Syahlani, Pelaku penganiayaan dan dugaan pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur hanya dijatuhi hukuman percobaan 8 bulan pencara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), pada Selasa (28/07/2020). (Ist)

Seorang pelaku penganiayaan dan percobaan pembunuhan terhadap anak di bawah umur dijatuhi hukuman 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Penjatuhan vonis itu disampaikan Orang Tua Korban berinisial NA usai mengikuti Sidang Pembacaan Putusan di PN Jakpus, Selasa (28/07/2020).

Dia mengaku, hukuman penjara 8 bulan itu kurang tepat. Sebab, pelaku penganiayaan dan percobaan pembunuhan itu adalah mantan suaminya sendiri, yakni Noor Eritmatika Syahlani.

“Menurut saya, putusan hakim itu kurang adil. Karena tidak maksimal. Sebab dia (pelaku) hanya menjalani masa percobaan selama 8 bulan saja,” ujarnya.

NA menuturkan, perbuatan mantan suaminya Noor Eritmatika Syahlani itu sudah sangat keterlaluan dan sangat membahayakan nyawa anak-anaknya.

Dia mengungkapkan, kedua anak sering mendapat perlakuan yang tidak baik dari mantan suaminya.

Bukan saja hanya menjadi korban kekerasan, lanjut NA, ia mengungkapkan, Syahlani juga mempunyai niat ingin ingin membunuh kedua anaknya sendiri.

“Anak saya sering dicubit sampai tangan dan kakinya biru-biru, lecet, di paha. Juga bisa sampai berdarah. Dia juga merasa perih. Pada saat diperiksa polisi sampai divisum pun anakku masih merasakan sakit,” tuturnya.

Menurutnya, Noor Eritmatika Syahlani sering mengancam anaknya akan dibunuh. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), mantan suaminya tersebut juga mengakui semua perbuatannya dan juga niat ingin membunuh anak kandungnya sendiri.

“Bukan hanya dicubit, dia juga sering mengancam anaknya. Mengancamnya langsung sama anak saya. Dan pada saat di-BAP pun dia bilang dia akan terus nyubitin sampai berdarah. Kemudian, kalau sudah pingsan dia akan ditusuk,” beber NA.

NA mengatakan, anaknya sering mengadukan perbuatan perbuatan mantan suaminya tersebut kepadanya.

WhatsApp (WA) juga pada saat anak saya ini tinggal sama bapaknya, dia sering WA saya ngadu ke saya. Katanya, mama mbak mau ditusuk, mama tangan mbak didudukin,” ucapnya.

NA sudah menyerahkan semua bukti-bukti kekerasan yang dilakukan oleh mantan suaminya tersebut kepada penyidik.

Pasal yang digunakan Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk menjerat mantan suaminya tersebut adalah Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dalam dakwaan kesatu. Dan menuntut delapan bulan penjara.

“Itu saya masukkan semua sebagai barang bukti. Anak saya ini udah sering banget digituin. Dari kecil, anak saya digituin,” tandasnya.(Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan