Pelaksanaan Munas Dipindah ke Kendari Sudah Tepat, Kadin Mesti Angkat Kawasan Timur Indonesia Go International

Pelaksanaan Munas Dipindah ke Kendari Sudah Tepat, Kadin Mesti Angkat Kawasan Timur Indonesia Go International

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, NASIONAL, PROFIL
27
0
Pelaksanaan Munas Dipindah ke Kendari Sudah Tepat, Kadin Mesti Angkat Kawasan Timur Indonesia Go International. - Foto: Wakil Ketua Komite Tetap Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Wakomtap Kadin), Siswaryudi Heru. (Ist)Pelaksanaan Munas Dipindah ke Kendari Sudah Tepat, Kadin Mesti Angkat Kawasan Timur Indonesia Go International. - Foto: Wakil Ketua Komite Tetap Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Wakomtap Kadin), Siswaryudi Heru. (Ist)

Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Munas Kadin) ke-8 dipastikan dipindahkan ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaksanaannya dijadwalkan pada 30 Juni 2021, bergeser dari rencana awal yang semula akan digelar di Bali pada 2-4 Juni 2021. 

Ketua Perikanan dan Nelayan Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT), Siswaryudi Heru menyambut baik pemindahan lokasi dan waktu pelaksanaan Munas Kadin itu. 

“Sudah tepat pemindahan lokasi dan waktu pelaksanaan Munas Kadin itu. Memang, Kendari saat ini adalah satu-satunya Ibukota Provinsi di Indonesia yang sangat rendah penyebaran Covid-19,” ungkap Siswaryudi Heru, kepada wartawan, Jumat (04/06/2021). 

Sedangkan Bali, menurutnya, sedang tinggi-tingginya angka penyebaran pandemi Covid-19. Meskipun awalnya dijadwalkan di Bali, namun langkah Panitia Penyelenggara Munas Kadin ke-8 untuk memindahkan lokasi ke Kendari sudah dengan pertimbangan yang matang. 

“Meskipun nanti di Kendari tetap menerapkan protokol kesehatan, namun memilih pelaksanaan di Kawasan Indonesia Timur, yakni di Kendari sebagai tempat penyelenggaraan Munas Kadin lebih banyak manfaatnya bagi pengembangan wilayah itu,” tutur Siswaryudi Heru. 

Lebih lanjut, Siswaryudi Heru yang juga Wakil Ketua Komite Tetap Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Wakomtap Kadin) ini menyebut, potensi ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI) sangat besar. Dan selama ini belum diekspos dan diolah dengan sebaik-baiknya bagi peningkatan perekonomian lokal dan Nasional. 

Potensi perikanan dan kelautan, tambang, komoditas kehutanan, perkebunan dan pertanian juga sangat besar di Kawasan Timur Indonesia. 

“Jadi sudah tepat, Kadin mesti melakukan Munas dan membawa perubahan dari Kawasan Timur Indonesia. Kendari dan Kawasan Timur Indonesia mesti go international,” ujar Siswaryudi Heru. 

Kemudian, menurutnya, pemindahan lokasi Munas Kadin juga sudah sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo, yakni Pemerintah harus menekan penyebaran Covid-19 serendah-rendahnya. Sebab, memang Kendari adalah lokasi paling aman dan paling siap, menggantikan Bali dalam pelaksanaan Munas. 

“Biar dunia juga tahu, bahwa di Kawasan Timur Indonesia ada Kota yang bernama Kendari. Kemudian, Kota Kendari dijadikan sebagai tempat Munasnya para pengusaha dan para anggota Asosiasi,” jelas Siswaryudi Heru. 

Kiranya, dari Munas Kadin di Kendari akan membuat Kadin semakin solid dan mampu mempersatukan Kadin ke depan. 

“Kendari adalah daerah yang tenang, sehingga hasil dari Munas ini bisa mempersatukan Kadin. Sehingga Pemerintah benar-benar mempunyai partner dalam membangun perekonomian Indonesia setelah dihajar Covid,” tandas Siswaryudi Heru. 

Ketua Penyelenggara Munas VIII Kadin, mengatakan pelaksanaan Munas Kadin tertunda karena pertimbangan isu kesehatan. 

Hal itu juga didasarkan pada arahan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 seusai Hari Raya Idul Fitri dan menghindari potensi mobilitas atau kerumunan manusia dalam jumlah besar. 

“Kami sudah melakukan koordinasi internal, dengan pertimbangan isu kesehatan dalam situasi dan kondisi pandemi saat ini, sehingga memang harus berpindah lokasi dan waktu pelaksanaannya. Keputusan mengenai hal ini sudah ditetapkan,” katanya. 

Adi mengatakan, hal-hal lain terkait perubahan tersebut akan menyesuaikan lebih lanjut. Pelaksanaan Munas kali ini akan dilakukan secara hibrid, baik secara langsung di lokasi maupun daring. 

“Memang ada pembatasan untuk peserta dan peninjau. Kami harapkan nanti Munas bisa terlaksana dengan kondusif,” tambahnya. 

Adi berharap, semua pihak bisa menerima atas perubahan tersebut. Adanya pembatasan pun diharapkan tidak akan mengurangi nilai dari penyelenggaraan agenda lima tahunan Munas Kadin. 

Pelaksanaan Munas nantinya akan dihadiri sekitar 300 orang terdiri dari unsur peserta, peninjau, pemerintah dan panitia. 

Seperti diketahui, selain membahas mengenai kebijakan organisasi, dunia usaha dan perekonomian nasional, Munas Kadin juga mengagendakan pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia berikutnya untuk periode 2020-2025.

Pelaksanaan Munas Dipindah ke Kendari Sudah Tepat, Kadin Mesti Angkat Kawasan Timur Indonesia Go International. - Foto: Calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. (Ist)
Pelaksanaan Munas Dipindah ke Kendari Sudah Tepat, Kadin Mesti Angkat Kawasan Timur Indonesia Go International. – Foto: Calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. (Ist)

Sementara itu, kandidat Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid mengatakan, Kendari dan Sulawesi Tenggara selama ini jarang menjadi perhatian pengusaha Indonesia. 

“Padahal, Sulawesi Tenggara menjadi satu dari banyak Provinsi yang berhasil menembus pasar internasional. Sektor perkebunan dan perikanan misalnya. Telah diekspor dan menjadi unggulan di berbagai Negara,” jelas Arsjad Rasjid. 

Tak hanya di Kawasan Asia Tenggara, menurutnya, Sulawesi Tenggara telah mendunia, sampai ke benua Eropa dan Amerika. 

“Banyak yang tak tahu bahwa komoditas unggulan Sultra telah banyak diekspor ke Luar Negeri. Dikarenakan proses pengiriman dilakukan di luar pelabuhan Sultra. Sehingga yang tercatat pun, ekspor dari daerah pengiriman, bukan ekspor dari daerah asal. Perlu sama-sama kita tingkatkan kembali nilai ekspor Sultra dengan melakukan pengiriman langsung dari Kendari New Port,” sebut Arsjad Rasjid. 

Arsjad Rasjid yang merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk ini mengatakan, dalam visi misinya sebagai kandidat Ketua Umum Kadin Indonesia, ada sejumlah penekanan yang harus dilakukan Kadin ke depan. 

Pertama, untuk segmen Ekonomi Nasional dan Daerah. Arsjad Rasjid telah menetapkan visi misi serta program-program yang bagus bagi para Pengusaha Nasional dan Daerah. Yakni, mengangkat potensi-potensi setiap daerah di Indonesia, melalui Promosi Industri Kreatif dan Destinasi Pariwisata Baru. 

Kemudian, mempercepat implementasi digital 4.0, menumbuhkan usaha berorientasi ekspor, mendorong implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), mengembangkan infrastruktur nasional, mendorong investasi, dan mengakselerasi pengembangan sektor energi terbarukan. 

Kedua, Kadin sebagai Tulang Punggung Kesehatan. Ke depan, Kadin menjadi partner utama Pemerintah dalam menangani Covid-19. Di antaranya, adanya kerja sama antara Pemerintah dan Swasta melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, serta penguatan infrastruktur kesehatan. 

Ketiga, untuk Internal Organisasi dan Regulasi, Kadin menjadi wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha. Serta antar pengusaha dengan Pemerintah, memaksimalkan Undang-Undang Kadin, mengakselerasi implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, serta mendorong kemudahan pengajuan ijin dan pendanaan. 

Keempat, segmen Kewirausahaan dan Kompetensi, Arsjad Rasjid menetapkan visi misi dan program-program membangun kekuatan SDM Nasional yang kompetitif, dengan mendirikan innovation hub atau Warung Inovasi, meningkatkan kualitas dan kapasitas pengusaha nasional melalui vocational trainingmengembangkan ekosistem kewirausahaan sosial dan akselerasi transformasi masyarakat 5.0. 

Arsjad Rasjid yang kini Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional itu meminta agar Kadin Indonesia harus ikut serta memberikan masukan pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Karena Kadin adalah sebagai partner Pemerintah. Jadi, Kadin tidak semata menjadi objek regulasi yang dikeluarkan Pemerintah,” jelas Arsjad Rasjid yang kini Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional ini. 

Keseriusan Arsjad Rasjid ini pun telah dituangkan dalam Program Kerjanya, yang menyatakan, Kadin menjadi Mitra  Pemerintah Daerah, yang akan ikut memberikan masukan dalam penyusunan APBD. Serta menjadi Asosiasi Mitra dari BUMN dan BUMD dalam mengeksekusi APBN. 

Lebih lanjut, Arsjad Rasjid juga telah menetapkan agar ke depan Kadin juga dapat membantu pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Sehingga, Kadin dan Pemerintah harus berjalan beriringan, agar kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah lebih tepat sasaran dan efisien. 

Bagi Arsjad Rasjid, Kadin diibaratkan Perusahaan, maka seluruh Kadin Daerah dan Asosiasi adalah pemegang sahamnya. 

“Tugas kita sebagai Kadin Nasional adalah menciptakan values bagi para Pemegang Saham tersebut. Kadin Daerah yang tahu apa isu lokalnya, Asosiasi yang mengerti industrinya. Ini yang harus kita kombinasikan,” jelasnya. 

Ke depan, Pengurus Kadin Pusat dan Daerah harus senantiasa berjalan beriringan bersama Pemerintah. Dan, terus mengingatkan agar semua pihak saling membantu demi mewujudkan kesejahteraan para pelaku UMKM. 

Dalam perjalanan hidupnya, terutama dalam melakoni dunia usaha, Arsjad Rasjid mengakui dirinya banyak mendapat wejangan dan didikan dari kedua orang tuanya. 

“Sosok teladan di hidup saya adalah orang tua. Banyak nilai-nilai kehidupan yang saya terapkan di hidup ini, bahkan di pekerjaan saya, karena mereka,” ujar Arsjad Rasjid. 

Arsjad Rasjid menuturkan, dirinya tidak akan bisa maju, apabila egois dan tidak menghargai orang lain. Karena itulah, dia selalu memegang teguh pesan dan amanah kedua orang tuanya untuk selalu humble. 

“Saya selalu teringat pesan Ayah dan Ibu saya untuk tetap humble dan menghargai orang lain. Pesan ini yang selalu saya bawa hingga saat ini. Tanpa support dari orang tua saya, dari istri, dan anak-anak saya, saya tidak akan jadi apa-apa. Mereka yang membantu saya untuk menjadikan saya seperti saat ini,” jelas Arsjad Rasjid. 

Ada satu didikan orang tuanya yang selalu diterapkannya, yakni bahwa setiap orang yang bekerja, harus dipastikan mendapat makan dan juga mendapat tempat tinggal yang layak. 

Make sure, bahwa dapurnya harus ngebulMake sure, ada papan untuk tinggal,” ujar Arsjad Rasjid menegaskan pesan orang tuanya.(J-RO)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Serangan Kedua Pandemi Covid Sudah Diantisipasi, Kadin Tetap Solid Gelar Munas Akhir Juni di Kendari

Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Munas