Breaking News

Pedagang Kaki Lima Deklarasikan Poros Keadilan Rakyat Kecil Indonesia

Pedagang Kaki Lima Deklarasikan Poros Keadilan Rakyat Kecil Indonesia.

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendeklarasikan lahirnya Poros Keadilan Rakyat Kecil Indonesia.

Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun menyampaikan, deklarasi poros keadilan ini, adalah sebagai wujud perjuangan para PKL untuk menggapai harapan dan cita-citanya dengan tetap berjualan, bekerja menafkahi keluarga dan menyekolahkan anak-anak mereka.

Deklarasi digelar pda Rabu, 27 Februari 2019, di Kantor DPP APKLI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ali Mahsun yang didaulat sebagai Presiden Poros Keadilan Rakyat Kecil Indonesia (PRK Indonesia) menghadiri deklarasi. Sejumlah tokoh turut hadir, Antara lain Dewan Pendiri yang mewakili Indonesia Timur, Ridwan Hisjam, mewakili Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa tenggara Timur (NTT) atau yang disingkat Banusra, Lalu Winengan, mewakili Kalimantan, Mulyadi P Tamsir, mewakili Sumatera Ali Akbar S Batubara, Dewan Kehormatan HE Irwannur Latubual. Latubual juga sebagai Ketua Dewan Adat Nasional. Kemudianada Dewan Pengawas, Djonni Madrizal, dan ratusan pelaku ekonomi rakyat kecil, pelajar, mahasiswa dan pemuda mendeklarasikan Ormas Poros Rakyat Kecil Indonesia.

Dalam deklarasinya, Poros Rakyat Kecil Indonesia menyebut, Kami, bangsa Indonesia, pelaku ekonomi rakyat kecil (petani, nelayan, pedagang, buruh, abang becak, ojek, sopir, TKI, seniman, pengrajin, home industri, pengamen, pekerja rumah tangga, pemulung dan lainnya), serta generasi penerus bangsa (siswa TK, SD dan sederajat, pelajar SMP dan SMA sederajat, mahasiswa dan pemuda) dilandasi keinginan luhur dan niat tulus ikhlas dengan selalu mengharap anugerah, kehendak dan ridho Tuhan YME, Allah Swt. dengan ini mendeklarasikan POROS KEADILAN RAKYAT  KECIL INDONESIA.

“Deklarasi ini untuk menghantarkan rakyat kecil Indonesia memasuki era keadilan 2024-2060, guna menggapai terwujudnya Indonesia Jaya, Adil dan Makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945, dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ujar Ketua Umum DPP APKLI yang sekaligus segaia Presiden Poros Keadilan Rakyat Kecil Indonesia, Ali Mahsun.

Pada prosesi Deklarasi, bendera PRK Indonesia ukuran 3×2 meter dikirab oleh 4 pelaku ekonomi rakyat kecil. Seorang bernama Sarda Suhada yakni petani, membawa cangkul, Diani yang merupakan nelayan membawa jala, Somad sebagai abang ojek memakai helm, dan Budi yang seorang pedagang asongan membawa dagangnnya.

Sedangka  naskah deklarasi dikirap seorang pelajar SMP bernama Wanti Wulandari. Tumpeng nusantara dikirap 4 orang mahasiswa dan pemuda Indonesia.

Pada kesempatan yang sama dikumandangkan 3 lagu nasional, Indonesia Pusaka, Tanah Airku dan Ibu Pertiwi. Lagu dikumandangkan oleh Nila Ali yaitu Putri Presiden PRK Indonesia. Selain itu, juga dikumandakan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila.

Menurut Ali Mahsun, ada dua langkah besar yang dilakukan PRK Indoneaia. Pertama, turun gunung dampingi pelaku ekonomi rakyat kecil, agar maju berkembang dan unggul menghadapi era super kapitalis dan revolusi industri 4.0.

“Agar hidup kita makmur dan sejahtera secara berkeadilan, serta miliki nasionalisme, patriotisme, karakter dan jati diri yang kokoh dan cinta bangga kepada Indonesia,” tuturnya.

Kedua, melakukan roadshow ke perguruan tinggi se-Indonesia, untuk mencetak kader pemimpin bangsa yang handal, unggul dan berjiwa Indonesia.

“Langkah ini juga dalam upaya mencegah terjadinya konflik antar warga Negara, khususnya antar umat beragama yang sangat membahayakan Indonesia,” ujar Ali Mahsun dalam pidatonya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*