PB HMI Gelar Konperensi Pers Temuan Pencucian Uang Lewat Judi Kasino, KPK Jangan Bengong Saja, Segera Tangkap OSO Dong

PB HMI: Gelar Konperensi Pers Temuan Pencucian Uang Lewat Judi Kasino, KPK Jangan Bengong Saja, Segera Tangkap OSO Dong.
PB HMI: Gelar Konperensi Pers Temuan Pencucian Uang Lewat Judi Kasino, KPK Jangan Bengong Saja, Segera Tangkap OSO Dong.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta jangan bengong saja dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang sudah melaporkan beberapa pejabat atas dugaan memiliki transaksi mencurigakan alias pencucian uang di kasino.

Sudah seharusnya, lembaga anti rasuah itu memanggil para pejabat yang dilaporkan itu. Untuk memastikan adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di kasino.

Hal itu ditegaskan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Wasekjen PB HMI), M Rizal saat menggelar jumpa pers bertajuk  Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto dan PPATK Harus Mendesak KPK Untuk Memeriksa OSO Dalam Kasus Pencucian Uang di Kasino di Malaysia, di Kedai Kopi Perjuangan, Jakarta Pusat, Kamis (06/02/2020).

Menurut M Rizal, dari kajian PB HMI tentang kasus ini, dan juga sudah dilaporkan oleh PPATK  mengenai adanya total uang mencapai 208,9 Juta Ringgit Malaysia lewat kasino di Malaysia itu.

“Salah satunya oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang kemarin, yaitu Oesman Sapta Odang alias OSO. Transaksi tunai mencapai RM 208,9 juta. Dengan kurs saat ini, maka uang itu setara dengan Rp 702,5 miliar,” ungkap Wasekjen PB HMI, M Rizal.

Atas dasar tersebut, lanjutnya, PB HMI mendesak kepada dedengkot Partai Hanura, yang juga pendiri Partai Hanura Jenderal TNI (Purn) Wiranto agar segera meminta KPK memanggil dan memeriksa Oesman Sapta Odang yang saat ini masih menjadi Ketua Umum DPP Partai Hanura.

Selain itu, Rizal menambahkan agar PPATK melaporkan temuan tersebut kepada penegak hukum dan Presiden. Agar persoalan tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Karena tindakan yang dilakukan oleh Oesman Sapta Odang itu telah merugikan Negara hingga miliaran Rupiah,” imbuhnya.

M Rizal menegaskan, jangan sampai KPK melempem dan malah sibuk bengong di bawah kepemimpinan Komjen Pol Firli Bahuri. Kemudian, Partai Hanura juga sangat sampai di-cap sebagai partai yang korup, yang tidak akan pernah bisa dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

“Jadi, KPK jangan bengong. Hanura juga harus bersihkan dirinya dari koruptor. Atas dasar inilah, kami dari PB HMI menggelar konfrensi pers ini, agar masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke memberikan dukungan kepada KPK dan penegak hukum lainya, agar  Oesman Sapta Odang dapat di proses seperti pejabat dan Ketua Umum Partai yang lainya,” tegas M Rizal.(Nando)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*