Pasukannya Tuchel Kalahkan Skuadnya Conte, Chelsea Melaju ke Final

Pasukannya Tuchel Kalahkan Skuadnya Conte, Chelsea Melaju ke Final

- in DUNIA, OLAHRAGA, World
12
0
Carabao Caup Liga Inggris, Tottemham Hotspur vs Chealsea, Skor 0-1, Pasukannya Tuchel Kalahkan Skuadnya Conte, Chelsea Melaju ke Final. - Foto: Thomas Tuchel kecewa dengan penampilan Chelsea di markas Tottenham Hotspur.(AP/Alastair Grant)Carabao Caup Liga Inggris, Tottemham Hotspur vs Chealsea, Skor 0-1, Pasukannya Tuchel Kalahkan Skuadnya Conte, Chelsea Melaju ke Final. - Foto: Thomas Tuchel kecewa dengan penampilan Chelsea di markas Tottenham Hotspur.(AP/Alastair Grant)

The Blues, julukan Chelsea melaju ke final Piala Liga Inggris Setelah menyudahi perlawanan Tottenham Hotspur 1-0 (3-0 secara agregat) pada Kamis (13/1/2022) dini hari WIB. 

Ini adalah kali pertama Chelsea melaju ke final Piala Liga Inggris sejak 2019 ketika mereka kalah dari Manchester City pada partai pamungkas. 

Sepanjang sejarah, ini merupakan kali kesembilan The Blues ke final Piala Liga atau Carabao Cup. 

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel pun mempertahankan rekor mencapai final di setiap turnamen knockout yang dijalani bersama Chelsea setelah melenggang ke final Piala FA, Liga Champions, dan Piala Liga. 

The Blues kini akan menghadapi pemenang Liverpool atau Chelsea. Chelsea unggul dua gol pada leg pertama lewat gol-gol Kai Havertz dan bunuh diri Ben Davies. 

Ketika itu, Spurs tak punya jawaban dengan tembakan ke gawang pertama mereka datang lewat usaha Harry Kane pada menit ke-50. 

Pergantian paling mencolok dari laga ini adalah Son Heung-min yang cedera digantikan oleh Giovanni Lo Celso. 

Tantangan bagi Tottenham Hotspur untuk melaju ke laga pamungkas besar. Tak ada tim yang bisa melaju ke final Piala Liga setelah kalah lebih dari satu gol pada laga leg pertama semifinal sejak Aston Villa pada 1993-1994. 

Chelsea memulai laga dengan empat pemain di belakang. Timo Werner mencoba tembakan spekulasi jarak jauh pada menit ke-10 dengan kiper Gollini keluar dari gawang. Akan tetapi, usahanya masih melebar. 

Romelu Lukaku kemudian menahan Ben Davies dan melepas tembakan yang memantul Japhet Tanganga dan melebar. 

Kesempatan-kesempatan lalu datang ke Lucas Moura dan Malang Sarr. Chelsea memimpin lebih dulu pada laga ini berkat kesalahan kiper Gollini. 

Sang penjaga gawang hendak menghalau sepak pojok Mason Mount dengan kedua tangannya tetapi ia tak mengenai bola dan si kulit bundar masuk setelah memantul lewat punggung Antonio Ruediger. 

The Blues pun memimpin 3-0 secara agregat dan mengontrol pertandingan. 

Usaha Spurs untuk membalas lewat Harry Kane dan Pierre-Emile Hojberg masih bisa dihalau pertahanan Chelsea. 

Tuan rumah lalu tampak mendapat penalti setelah Ruediger menjatuhkan Hojbjerg di kotak penalti dengan tekelnya. 

Namun, Video Assistant Referee (VAR) mengintervensi dan mengatakan bahwa pelanggaran terjadi di luar kotak terlarang. Penalti pun batal. 

Kedua tim lalu masuk ke ruang ganti dengan kedudukan tetap 1-0 untuk Chelsea. 

Kesempatan pertama babak kedua jatuh ke Chelsea lewat tandukan Ruediger yang masih melambung. 

Masuk ke menit ke-52, Spurs baru mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan hanya 28 persen penguasaan bola. 

Andre Mariner lalu sempat memberi penalti setelah Kepa dianggap menjatuhkan Lucas Moura dalam situasi satu lawan satu. 

Namun, VAR langsung memanggil Mariner ke monitor dan terlihat bahwa sang kiper melakukan tekel bersih untuk memenangkan bola di kaki penyerang asal Brasil tersebut. 

Spurs akhirnya menjebol gawang Chelsea pada menit ke-63 setelah kesalahan di barisan belakang Chelsea. 

Kiper Kepa Arrizabalaga memberi bola pelan ke Jorginho yang dicuri oleh Lucas Moura dan diteruskan ke Harry Kane yang tak terjaga. 

Kepa lalu keluar dari sarangnya untuk berusaha menutup ruang tembak sehingga Kane mendapat ruang kosong. 

Ia menceploskan bola dengan hanya Antonio Ruediger berupaya menjaga di garis gawang. 

Hanya, VAR kembali mengintervensi dan mengatakan Kane telah offside karena ia lebih dekat ke gawang dari Kepa yang menjadi pemain bertahan kedua sebelum terakhir. 

Pertandingan lalu dihentikan sementara pada menit-menit akhir karena ada darurat medis di tribune penonton. 

Duel sempat dihentikan selama enam menit sebelum bergulir kembali. Akan tetapi, Spurs tak dapat menciptakan peluang dan pertandingan berakhir dengan kemenangan 1-0 Chelsea. 

Hasil ini juga memastikan Thomas Tuchel memenangi keenam laga yang ia lakoni melawan Tottenham sejauh ini. 

Namun, Thomas Tuchel mengaku kecewa dengan performa timnya. 

Pelatih asal Jerman itu melihat para pemainnya sembrono dan kurang sigap menutup ruang-ruang yang bisa dimanfaatkan lawan.  

Sebagai catatan, Tottenham melepaskan lebih banyak percobaan dengan 15 berbanding 13 milik Chelsea. 

“Ya, saya tidak senang. Ini soal standar kami, bukan semata-mata mendapatkan hasil. Kami bisa menutup celah dengan lebih baik. Kami bisa mengontrol pertandingan dengan lebih baik,” ungkap Tuchel seperti dilansir Metro. 

Padahal, kata Tuchel lagi, Chelsea sudah mengunci peluang-peluang besar. 

“Kami mengontrol laga, punya peluang-peluang besar. Tapi kami membiarkan kesempatan buat lawan dari kesalahan sepele dan ceroboh, dan kami beruntung. Kami hampir memberikan penalti tanpa sebab apa pun,” ujar Tuchel. 

Tuchel melanjutkan, hal yang sama terjadi di 20 menit terakhir, kombinasi antara kurang fokus, terlalu percaya diri. 

“Dan tiba-tiba kami butuh keberuntungan lagi untuk tak kena penalti. Kami harus bermain jauh lebih baik kalau benar-benar ingin pantas mendapatkan hasil seperti ini,” sambungnya. 

Tuchel tak menampik senang dengan hasil yang dipetik. Akan tetapi ia juga tak bisa terima hilangnya fokus dan konsentrasi di sebagian besar jalannya pertandingan tadi malam. 

“Kami bermain di level 90 persen dan itu bukan gaya kami, kami tak boleh begini. Kami harus bekerja keras dan itu bukan performa terbaik kami, kami bermain lebih baik di leg pertama,” pungkas Tuchel. 

Sedangkan Pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte mengakui kehebatan Chelsea. 

Antonio Conte harus mengakui ketangguhan ThomasTuchel. The Blues dinilai layak ke final. 

Conte belum bisa mengalahkan Chelsea, bekas klubnya, sejak kembali melatih di Inggris. Dua kali pertemuan di ajang Piala Liga Inggris berakhir kekalahan untuk Tottenham. 

“Saya pikir di akhir dua pertandingan, Chelsea pantas mencapai final. Kami harus jujur tentang ini,” ujar Antonio Conte seperti dilansir kepada Sky Sports. 

Tetapi di babak kedua, katanya, Spur menciptakan peluang untuk mencetak gol dan di leg kedua Spurs pantas mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada kalah 1-0. 

“Saat ini kami berbicara tentang dua tim yang berbeda, di level yang berbeda pada setiap aspeknya,” ujar manajer asal Italia itu. 

Selanjutnya, Chelsea tinggal menunggu pemenang Liverpool vs Arsenal di final Piala Liga Inggris. Kedua tim belum bertanding karena sempat ditunda akibat kasus Virus Corona.*** 

Susunan Pemain 

Tottenham Hotspur (3-4-2-1) : Pierluigi Gollini; Japhet Tanganga, Davinson Sanchez, Ben Davies; Emerson, Harry Winks, Pierre-Emile Hojbjerg, Matt Doherty; Lucas Moura, Giovani Lo Celso; Harry Kane. 

Cadangan: Bryan Gil, Harvey White, Hugo Lloris, Dane Scarlett, Oliver Skipp, Joe Rodon, Ryan Sessegnon, Dele Alli, Maksim Paskots. 

Pelatih: Antonio Conte. 

Chelsea (3-4-2-1) : Kepa Arrizabalaga; Andreas Christensen, Malang Sarr, Antonio Rudiger; Cesar Azpilicueta, Jorginho, Mateo Kovacic, Callum Hudson-Odoi; Mason Mount, Timo Werner; Romelu Lukaku. 

Cadangan: Christian Pulisic, Marcos Alonso, Saul Niguez, Ruben Loftus-Cheek, Marcus Bettinelli, Thiago Silva, Hakim Ziyech, Kai Havertz, N’Golo Kante. 

Pelatih: Thomas Tuchel. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Nyungsep di Laga Kandang, Iblis Merah Kalah, Bos!

Manchester United mengawali 2022 dengan kekalahan 0-1 kala menjamu Wolverhampton di