Pastikan MoU Dengan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Jalan, Satgas Pengamanan Investasi Kejaksaan Dukung Pembangunan Pabrik PT Malindo Feedmill Senilai Rp 1,1 Triliun Segera Dilaksanakan Di Lampung

Pastikan MoU Dengan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Jalan, Satgas Pengamanan Investasi Kejaksaan Dukung Pembangunan Pabrik PT Malindo Feedmill Senilai Rp 1,1 Triliun Segera Dilaksanakan Di Lampung. – Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia Dr ST Burhanuddin. (Net)
Pastikan MoU Dengan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Jalan, Satgas Pengamanan Investasi Kejaksaan Dukung Pembangunan Pabrik PT Malindo Feedmill Senilai Rp 1,1 Triliun Segera Dilaksanakan Di Lampung. – Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia Dr ST Burhanuddin. (Net)

Kejaksaan Agung mendukung segera dilaksanakannya Pembangunan Pabrik PT Malindo Feedmill senilai Rp 1,1 Triliun di Lampung.

Hal itu sebagai tindak lanjut telah ditekennya Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Koordinasi Penanaman  Modal (BKPM) Republik Indonesia dengan Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengungkapkan, rencana Pembangunan Pabrik PT Malindo Feedmill senilai Rp 1,1 Triliun itu adalah sebagai tindak lanjut MoU antara Kejaksaan Republik Indonesia dengan Badan Koordinasi Penanaman  Modal (BKPM) Republik Indonesia tanggal 19 Desember 2019.

“Dan sebagai dukungan Kejaksaan Republik Indonesia kepada BKPM, untuk menciptakan iklim kemudahan investasi di Indonesia, maka telah diterbitkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas Pengamanan Investasi Kejaksaan RI pada Jaksa Agung Muda Intelijen,” ungkap Hari Setiyono, Minggu (21/06/2020).

Dia melanjutkan, upaya Kejaksaan Republik Indonesia dalam mendukung datangnya investasi dan menuntaskan masalah investasi yang mangkrak,  mulai memperlihatkan hasilnya dengan suksesnya Satuan  Tugas (Satgas) Pengamanan Investasi Kejaksaan RI. Yaitu dengan menyelesaikan masalah lahan untuk pembangunan pabrik PT Malindo Feedmill Tbk senilai Rp 1,1 Triliun di Lampung.

“Itu telah mangkrak sejak tahun 2014 lalu. Dan kini sudah diselesaikan oleh Kejaksaan,” jelas Hari Setiyono.

Hari menerangkan, sejak permasalahan lahan tersebut difasilitasi oleh Satgas Pengamanan Investasi Kejaksaan pada petengahan bulan April 2020, yang dalam pelaksanaannya  bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung dan tentunya dengan BKPM, telah bersinergi menuntaskan segala permasalahan dalam investasi tersebut.

“Dan setelah dilakukan pengecekan lapangan, serta beberapa kali diadakan rapat di Kejaksaan Agung, Kanwil Badan Pertanahan Nasional Lampung dan di BKPM, diperoleh kepastian bahwa permasalahan lahan untuk pembangunan pabrik makanan ternak itu dapat segera dilaksanakan. Karena pembebasan lahan sudah berhasil diselesaikan dan dituntaskan,” tutur Hari Setiyono.

Atas keberhasilan Satgas Pengamanan Investasi Kejaksaan RI dalam menuntaskan masalah tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman  Modal (BKPM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia mengapresiasinya.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Jaksa Agung Burhanuddin, yang telah mendukung penuh,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, pada Jum’at, 19 Juni 2020.

Keberhasilan Satgas Pengamanan Investasi tersebut, telah sejalan dengan Amanat Jaksa Agung RI  ketika memberikan sambutan dalam acara Seminar Nasional Penegakan Hukum Dalam Rangka Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Percepatan Pembangunan, di Kompleks Parlemen Senayan, pada tanggal 24 Pebruari 2020.

Pada saat itu, Jaksa Agung Dr Burhanuddin menyampaikan, kunci dari investsi adalah kepastian hukum.

“Jika kepastian hukum masih belum terjamim di suatu daerah, maka para investor tidak akan tertarik. Sebagai penegak hukum, Kejaksaan Republik Indonesia berupaya turut serta menciptakan kondisi yang mendukung dan mengamankan pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, dalam rangka mendorong investasi masuk di Indonesia,” tutur Jaksa Agung, Burhanuddin.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan