Pasca Pengusiran Paksa, Buruh Harian Lepas PTPN V Sei Rokan Masih Bertahan di Tenda

Kepala Disnaker Cuek Bebek, Kepala Dusun Minta Polisi Bongkar Paksa

Pasca Pengusiran Paksa, Buruh Harian Lepas PTPN V Sei Rokan Masih Bertahan di Tenda, Kepala Disnaker Cuek Bebek, Kepala Dusun Minta Polisi Bongkar Paksa.
Pasca Pengusiran Paksa, Buruh Harian Lepas PTPN V Sei Rokan Masih Bertahan di Tenda, Kepala Disnaker Cuek Bebek, Kepala Dusun Minta Polisi Bongkar Paksa.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Rokan Hulu cuek bebek dengan persoalan yang dialami sejumlah Buruh Harian Lepas (BHL) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Sei Rokan, Riau.

Pasca penggusuran paksa yang dialami para BHL, sejumlah pejabat pemerintah tidak melakukan tindakan menyelamatkan buruh. Cuek bebek. Seperti yang dilakukan Kadisnaker Rokan Hulu.

Suroso, salah seorang BHL, yang juga memperjuangkan nasibnya dan keluarganya pasca penggusuran paksa menyampaikan, upaya penyelesain sengketa yang dilakukan PTPN V Sei Rokan, Riau dengan para BHL sedang diupayakan. Tuntutan buruh sedang dipertimbangan.

Pada Selasa 02 September 019, sekitar pukul 11.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB, perwakilan buruh mencoba melakukan pengaduan dan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Dsinaker) Rokan Hulu.

Dalam proses koordinasi itu, Suroso mengungkapkan, salah seorang mediator untuk urusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Disnaker Rokan Hulu bernama Tomy dengan santai mengarahkan para perwakilan buruh untuk mencari Kepala Disnaker Kabupaten Rokan Hulu, Heri Islami, yang diketahui sedang tidak berada di kantor.

“Bapak Tomy cuek. Menyuruh menunggu informasi dari Bapak Heri Islami. Karena pada saat pertemuan berlangsung antara pihak perwakilan buruh, Bapak Kadis tidak berada ditempat. Dengan alasan sedang menghadiri pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu,” ujar Suroso, Rabu, 04 September 2019.

Setelah menunggu selama 3 jam, para perwakilan buruh yang bertahan di are perkantoran Disnaker, kembali menanyakan apakah sudah ada informasi keberadaan Kadisnaker. Dari informasi yang disampaikan staf kantor Disnaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja Rokan Hulu Heri Islami sudah tiba di kantor beberapa waktu sebelumnya.

“Ketika diminta untuk dijumpai, ternyata Bapak Kadis juga cuek dan tidak menggubris kehadiran para buruh. Beliau nyelonong pergi begitu saja. Bahkan menghindari kehadiran para buruh. Padahal, saat itu masih jam kantor,” tutur Suroso.

Ketua Majelis Pertimbangan Cabang Ferderasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (MPC FSBSI) Ibu Siboro kesal dengan sikap dan perilaku para pejabat di Disnaker itu. Dia sempat mengeluarkan kalimat pedas kepada para staf.

“Kenapa kalian tidak memanggil kami ketika bapak Kadis sudah berada di tempat? Bukankah kalian yang mempersilahkan kami untuk menunggu? Begitu kalimat Ibu Siboro,” jelas Suroso.

Hingga saat ini, para buruh dan keluarganya, yang mengalami pengusiran paksa dari pihak PTPN V Sei Rokan, Riau masih bertahan di tenda-tenda darurat untuk tinggal.

“Kami merasakan, ada unsur kesengajaan dari pihak Disnaker atas persoalan kami. Pejabat pemerintah tidak professional menanggapi persoalan ini. Ada yang tidak beres. Mereka tidak serius. Membiarkan kami begitu saja,” ujar Suroro lagi.

Sementara, pihak Kepolisian setempat mengimbau agar persoalan itu segera dicarikan jalan keluarnya.

Dari perbincangan para buruh dengan anggota Polsek Tandun, yang bertemu sekitar Pukul 10.00 WIB pada Selasa, 03 September 2019,  Kanit Reskrim Agus Swandi menanyakan sejauh mana proses penyelesaian yang sudah ditempuh.

Dijelaskan Suroso, pihak Kepolisian menyarankan, agar persoalan itu segera dituntaskan. “Beliau memberi himbauan kepada Kepolisian Tandun, agar kemah-kemah masyarakat pejuang buruh segera ditertibkan. Dengan alasan keamanan,” ujar Suroso.

Alasannya, sudah ada perwakilan dari masyarakat desa sekitar yang menyatakan keberatan atas keberadaan buruh  yang tinggal di kemah.

“Keberatan tersebut telah disampaikan oleh Kepala Dusun Ujung Batu Timur, Bapak Suprianto, yang juga menjabat sebagai Mandor I Afdeling IV PTPN V Sei Rokan,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan