Para Kades Garda Terdepan Cegah Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme di Kampung-Kampung

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (Ketum DPN BKNDI), Isra A Sanaky: Para Kepala Desa Adalah Garda Terdepan Cegah Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme di Kampung-Kampung. Foto: Pertemuan Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (DPN BKNDI) dengan Kakorbinmas Baharkam Polri. Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs H Tajuddin, didampingi Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri dan Kasi Binkommas Subdit Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri menerima BKNDI di Ruang kerja Kakorbinmas Baharkam Polri, Jakarta, pada Jumat, 07 Februari 2020. (Istimewa).
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (Ketum DPN BKNDI), Isra A Sanaky: Para Kepala Desa Adalah Garda Terdepan Cegah Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme di Kampung-Kampung. Foto: Pertemuan Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (DPN BKNDI) dengan Kakorbinmas Baharkam Polri. Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs H Tajuddin, didampingi Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri dan Kasi Binkommas Subdit Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri menerima BKNDI di Ruang kerja Kakorbinmas Baharkam Polri, Jakarta, pada Jumat, 07 Februari 2020. (Istimewa).

Selain urusan pengelolaan Dana Desa yang harus tepat sasaran, setiap Kepala Desa (Kades) memiliki kewajiban lain, kewajiban sosial dan tanggungjawab menjamin keselamatan warga desanya dari kejahatan terorisme dan radikalisme.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (Ketum DPN BKNDI), Isra A Sanaky saat bertemu dengan Pimpinan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), pada Jumat, 07 Februari 2020 pekan lalu.




Dalam pertemuan itu, jajaran pengurus DPN BKNDI diterima oleh Kakorbinmas Baharkam Polri.

Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs H Tajuddin, didampingi Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri dan Kasi Binkommas Subdit Bintibmas Korbinmas Baharkam Polri menerima BKNDI di Ruang kerja Kakorbinmas Baharkam Polri.

Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs H Tajuddin mengakui, hingga saat ini Polri masih belum memiliki personil mencukupi untuk menjangkau desa-desa di Tanah Air.




Sehingga, Polri sangat membutuhkan setiap Kades dan elemen masyarakat seperti  Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (BKNDI) untuk membantu aparat menjaga stabilitas keamanan di desa-desa.

Terutama dalam mencegah penyebaran paham terorisme dan radikalisme.

“Kita dari BKNDI juga berharap, agar stabilitas di desa-desa dijaga dengan baik. Karena, sebagian besar Kepala Desa tidak menyadari bahwa ada warganya yang masuk ke pada paham radikalisme dan terorisme yang mengancam nyawa masyarakatnya,”ungkap Isra A Sanaky, saat ditemui di Kantor Dewan Pengurus Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (DPN BKNDI), Graha Tanjung Bunga Internasional, Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 25, Kampung Melayu, Rawa Bunga, Jakarta Timur, Senin (10/01/2020).




Isra menyampaikan, keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki aparat keamanan, seperti Polri, untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme, mestinya bisa diisi dengan kewajiban setiap kepala desa untuk mendata warganya, dan memastikan bahwa desanya bersih dari penganut paham radikalisme dan terorisme.

“Selain urusan pengelolaan Dana Desa yang sedang gencar-gencarnya disoroti, Kepala Desa juga memiliki kewajiban menjadi ujung tombak menjaga kedaulatan NKRI, mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme di desa-desa,”ujar Isra.

Dirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Drs H Tajuddin mengatakan, kekurangan personil Pplri hingga ke tingkat desa memang harus diantisipasi.




Jika dengan jumlah desa dan kelurahan saja sebanyak 83.691, maka kemampuan Bhabinkamtibmas masih 43.942. Jadi, masih ada kekurangan hingga 39. 749 personil lagi.

“Jumlah personil yang sangat terbatas. Tetapi, dengan dukungan ormas maupun komunitas masyarakat, seperti BKNDI untuk terlibat langsung mengawal dan mengawasi desa, saya kira paham-paham radikalisme dan terorisme yang mencoba menyusup di masyarakat desa bisa diatasi,” tutur Brigjen Pol Drs H Tajuddin.

Brigjen Pol Drs H Tajuddin menyambut positif adanya peran serta BKNDI bersama Polri menciptakan Kamtibmas yang kondusif, yang diwujudkan dalam kerja sama yang saling mendukung antara Kepolisian dengan BKNDI.




Selain itu, Polri juga berharap BKNDI juga membantu kepolisian mencegah penyelewengan Dana Desa.

“Juga bersama-samalah kita melakukan pembinaan SDM para Kepala Desa, terutama tentang bahaya resiko penyalahgunaan dana desa itu,” ujar Brigjen Pol Drs H Tajuddin.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum DPN BKNDI Isra A Sanaky juga menyampaikan, bahwa pada Kamis-Jumat tanggal 27-28 Februari 2020, akan digelar Rapat Koordinasi Nasional Badan Komunikasi Desa se-Indonesia (Rakornas BKNDI), bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.




Rakornas BKNDI itu akan diikuti para kepala desa, peserta dari seluruh Provinsi, hingga pengurus tingkat Kabupaten dan Kota.

Dengan mengundang delegasi para OKP, Ormas,dan lembaga-lembaga yang peduli desa. Juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga Negara dan pemerintahan.

BKNDI berafiliasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait dalam Pemerintahan yang membidangi urusan Pembangunan, Pendidikan, Kebudayaan, Perhubungan, Pertanian, Perikanan, Perkoperasian di desa.




Isra A Sanaky menambahkan, Rakornas BKNDI itu digelar dengan rangkaian acara Seminar Nasional bertajuk Evaluasi 100 Hari Pemerintahan, yang menghadirkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn) Prof Drs H Tito Karnavian sebagai Keynote Speaker.

Rakornas itu juga menghadirkan Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Untuk menjelaskan bagaimana sinergi yang bisa dilakukan kepala desa dan masyarakat dengan aparat untuk menangkal maupun menindak paham radikalisme dan terorisme di desa-desa,”ujarnya.




Agenda Rakornas akan dilanjutkan dengan mengupas dan membahas sertiap persoalan di desa-desa, dan mencari tawaran solusi atas permasalahan yang dihadapi setiap desa.

“Kita sudah menyampaikan, agar peserta dari desa-desa membawa dan mempersiapkan persoalan-persoalan dan kendala-kendala yang dihadapi di masing-masing desa, untuk dibahas di Rakornas BKNDI. Juga menjelaskan keberhasilan dan juga potensi yang perlu dikembangkan lagi di desa-desa. Semua itu akan kita bahas di Rakornas BKNDI,”tutur Isra A Sanaky.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan