Para Calon Kepala Daerah Wajib Letak Jabatan Sebelum Pilkada

Para Calon Kepala Daerah Wajib Letak Jabatan Sebelum Pilkada

- in NASIONAL
754
0
Lima hari sebelum Pilkada, setiap calon kepala daerah wajib mengundurkan diri dari jabatan dan statusnya sebagai anggota DPR, DPD dan DPRD serta anggota TNI, Polri dan PNS.

Perintah Undang Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah disahkan pada Kamis, 2 Juni 2016 mewajibkan setiap anggota DPR, DPD dan DPRD serta anggota TNI, Polri dan PNS jika mencalonkan atau dicalonkan untuk maju dalam pemilihan kepala daerah maka harus mundur dari jabatannya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, calon kepala daerah yang menjabat sebagai anggota DPR, DPD, DPRD serta anggota TNI, Polri dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) wajib menyampaikan pengunduran diri dalam waktu lima hari setelah ditetapkan menjadi peserta Pilkada.

“Kami menetapkan lima hari sejak ditetapkan. Dia harus sudah menyampaikan pengunduran diri,” ujar Hadar di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Meski begitu, kata Hadar, aturan tersebut bakal dicantumkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Selain itu, lanjut Hadar, peserta pilkada wajib menyertakan bukti berupa tanda terima atau surat keterangan pengunduran diri yang diterbitkan lembaga asal. Sehinga, tambah dia, pengunduran diri tidak diklaim sepihak dari peserta pilkada.

“Walaupun sudah mengatakan mundur namun belum ada suratnya, tentu tidak bisa. Makanya tidak bisa sepihak. Kami perlu keabsahan data yaitu pernyataan itu sudah disampaikan dan diterima. Itu untuk memastikan bahwa memang tidak hanya mundur sepihak, tetapi sudah berporses,” terangnya.

Hadar menegaskan bahwa, tidak ada lagi alasan setiap peserta pilkada untuk tidak menyampaikan surat pengunduran diri tepat waktunya. Surat itu, dijelaskan dia, merupakan syarat yang harus dipenuhi. Dan KPU berhak menggugurkan peserta jika surat tersebut tak disertakan.

“Oh iya pasti, itu konsekuensinya. Itu kan syarat. Kalau tidak dipenuhi pasti akan dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ungkap dia.

Dijelaskan Hadar, apa yang mesti dilakukan peserta pilkada sangat sederhana dan mudah. Peserta pemilih, tambah dia, hanya tinggal membuat pernyataan pengunduran diri.

“Kemudian diserahkan kepada instansinya dan setelah diterima dimintakan bukti tanda terima yang nanti diserahkan ke KPU,” jelasnya.(Jimmi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hakim ‘Gemes’ di Sidang Bongkar Kejahatan Biksu Perempuan dan Keluarganya pada PN Jakarta Utara

Persidangan kasus pidana dengan Nomor Perkara 246/Pid.B/2024, di