Panitia Pemilihan Jangan Berlama-lama, Anies Butuh Posisi Wagub Segera Diisi

Direktur Eksekutif Link Data, Richard Achmad Supriyanto: Panitia Pemilihan Jangan Berlama-lama, Anies Butuh Posisi Wagub Segera Diisi.
Direktur Eksekutif Link Data, Richard Achmad Supriyanto: Panitia Pemilihan Jangan Berlama-lama, Anies Butuh Posisi Wagub Segera Diisi.

Banyaknya persoalan yang menimpa Indonesia, dari mulai bencana alam, hingga kini bahaya penyebaran virus corona, juga mempengaruhi beban kerja yang berat bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Kekosongan posisi Wakil Gubernur yang sudah hampir dua tahun sejak Pilpres 2019, membuat kinerja Pemerintahan DKI Jakarta jomplang. Beban kerja Pemprov DKI Jakarta mesti segera diurai, tidak hanya dipundak seorang Gubernur Anies Rasyid Baswedan. Tetapi juga oleh Wakil Gubernur. Karena itulah, kekosongan Wakil Gubernur DKI Jakarta harus segera diisi.

Direktur Eksekutif Link Data, Richard Achmad Supriyanto menyampaikan, posisi politik Provinsi DKI Jakarta memang selalu menarik perhatian Indonesia, bahkan dunia. Demikian pula dengan nama-nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, menjadi salah satu perhatian public di tengah beragamnya pekerjaan dan problema Ibukota.

“Provinsi DKI Jakarta selalu sangat menarik dalam perbincangan publik. Dikarenakan posisi Wakil Gubernur yang masih lowong. Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membutuhkan sosok yang segera mengisi posisi Sandiaga Salahuddin Uno itu,” tutur  Richard Achmad Supriyanto, di Jakarta, Rabu (18/03/2020).

Dosen Komunikasi Politik ini juga memiliki harapan yang sama dengan berbagai kalangan mengenai pentingnya mengisi posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta segera.

Richard berharap, panitia pemilihan di DPRD DKI Jakarta dapat segera menyelesaikan tugasnya mencari orang yang tepat mengisi posisi orang nomor dua di DKI Jakarta.

“Panitia pemilihan hendaknya segera menunaikan tugasnya memilih menentukan Wakil Gubernur antara sosok Lubis atau A Riza Patria,” tuturnya.

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 23 Maret 2020 mendatang, lanjutnya, harus dilakukan secara transparan, tanpa ada permainan yang busuk.

“Maka, dipandang sangat perlu melibatkan BPK, KPK serta ICW dalam proses pemilihan untuk pengawasan,” jelas Dosen Komunikasi Politik di Universitas Azzahra ini.

Posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta terakhir diisi oleh Sandiaga Salahuddin Uno yang mengundurkan diri jelang Pemilihan Presiden 2019. Dikarenakan Sandiaga maju sebagai Calon Wakil Presiden untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilres 2019 lalu itu.

Oleh karena itu,  Richrad Achmad Supriyanto mengajak serta dan berharap, kiranya publik ikut mengawasi, memantau dan memastikan jalanya pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Dan kiranya lancar proses pemilihan Wakil Gubernur DKI,” ujarnya.

Saat ini, katanya, mulai dari Sabang sampai Merauke, sedang mengalami berbagai persoalan. Termasuk persoalan politik.

Namun, Jakarta tak pernah sepi dari hingar bingar pertarungan politik dan kekuasaan. “Jakarta memang selalu jadi buah bibir. Selalu menjadi perbincangan di masyarakat. Selalu menarik dalam perdebatan public,” ujar Richard.

Jakarta memang wajar menjadi buah bibir, dikarenakan Ibukota Negara Republik Indonesia, yang sedang direncanakan akan pindah itu masih menjadi pusat bisnis dan pusat pemerintahan.

“Wajar, karena Jakarta adalah pusat bisnis dan masih menjadi Ibu kota Negara. Walaupun ada wacana akan dipindahkan dalam waktu dekat,” tandas Richard.(Tgp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*