Panitia Focus Group Discussion Digarap Jaksa Dalam Pengusutan Kasus Korupsi Penyalahgunaan Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat Di Kemenpora

Panitia Focus Group Discussion Digarap Jaksa Dalam Pengusutan Kasus Korupsi Penyalahgunaan Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat Di Kemenpora. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Net)
Panitia Focus Group Discussion Digarap Jaksa Dalam Pengusutan Kasus Korupsi Penyalahgunaan Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat Di Kemenpora. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Net)

Seorang panitia Focus Group Discussion (FGD) bernama M Yunus digarap jaksa dalam pemeriksaan pada pengusutan dugaan kasus korupsi penyalahgunaan bantuan dana pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) Tahun Anggaran 2017.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan pada Jum’at, 19 Juni 2020.

Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa 1 orang Panitia Focus Discussion Group (FGD). Karena terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) bantuan dana pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) Tahun Anggaran 2017.

Hari Setiyono mengatakan, pemeriksaan itu masih dalam rangka menindaklanjuti surat dari BPK RI tanggal 08 Mei 2020. Maka, pada Jumat, 19 Juni 2020, Tim Jaksa Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang diduga menerima pembayaran uang yang berasal dari bantuan dana pemerintah kepada KONI Pusat 2017 tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Bundar, yakni kantor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta.

“Saksi tersebut yaitu M Yusnus selaku Panitia Focus Group Discussion (FGD) tentang Implementasi Sport Science,” ungkap Hari Setiyono, Minggu (21/06/2020).

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19. Antara lain, dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Bagi saksi, wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan