Breaking News

Paksakan Proyek Mercusuar Kereta Api Cepat Jak-Ban, Jokowi Dinilai Tak Bertanggung Jawab

Habiskan Uang Negara Untuk Proyek Tak Perlu

Jokowi Habiskan Uang Negara Untuk Proyek Mercusuar

Presiden Jokowidodo dianggap takkan bisa mempertanggungjawabkan kebutuhan mendesak masyarakat Indonesia jika tetap memaksakan pelaksanaan proyek mercusuar berupa Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (Jak-Ban).

Pengerjaan proyek ini hanya akan membuat keuangan Negara ludes tanpa hasil yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu (FSP BUMN Bersatu) Arief Poyuono menyampaikan, pertanggungjawaban Jokowi tidak akan konkrit kepada masyarakat. Bahkan, pemerintah akan berkelit dan terus mencari pembenaran atas sebuah proyek yang dipaksakan dan merugikan Negara.

“Ini kan proyek mercusuar. Jika tetap dipaksakan, nah sudah dipastikan bahwa Jokowi tidak akan bisa memberikan jawaban untuk pembenaran proyek kereta api cepat ini. Proyek ini tida ekonomis dan diduga sarat dengan mark up. Proyek ini dipaksakan dan sudah melanggar Undang Undang serta berbagai aturan yang ada,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (03/02/2016).

Arief menjelaskan, saat ini masyarakat membutuhkan swasembada pangan, swasembada energi dan kebangkitan industri nasional. “Bukan proyek mercusuar seperti Kereta Api Cepat Jakarta Bandung itu loh,” ujarnya.

Arief mengingatkan, selama sepuluh tahun terakhir ini sudah gencar terjadi de-industrialisasi. Dengan deindustrialisasi, maka lapangan kerja dan ketersediaan pencapaian kesejahteraan masyarakat yang dikampanyekan tidak akan tercapai, sebab keuangan Negara habis diboroskan kepada proyek-proyek mercusuar itu.

“Hutang Indonesia akan terus menumpuk. Ingat juga loh, waktu krisis 98 saja semua hutang luar negeri swasta ditanggung oleh pemerintah. Apa lagi ini 5 BUMN terlibat dalam pinjaman luar negeri untuk proyek KA Cepat. Apa nanti bukan Negara yang nanggung? Ya, Jokowi agak waras sedikit dong berpikirnya,” ujar Arief.

Dia menjelaskan, proyek Kereta Cepat yang digagas oleh Meneg BUMN itu telah menjadi skandal besar, sebab semua aturan yang ada ditabrak semua oleh ambisi Meneg BUMN hingga Jokowi sepertinya sangat bernafsu terhadap aksi Rini Soemarni dalam pembangunan proyek itu.

Menurut Arief, sejumlah kajian dan fakta terkait biaya pembangunan Kereta api Cepat di Eropa maupun di China sendiri, jika dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan di Indonesia, jauh lebih mahal, yaitu sebesar 5,5 miliar dolar amerika.

Biaya sebesar itu sangat mubazir untuk pembangunan infrastrutur KA Cepat  dengan biaya Kosntruksi  dengan panjang lintasan sejauh 150 kilometer dengan 4 stasiun pemberhentian, dan pembelian  Rolling Stock dengan kecepatan 250 kilometer per jam.

“Itu belum termasuk biaya maintenance lintasan, biaya maintenance rolling stock, biaya operasi,” ujar Arief.

Dia menjelaskan, di Eropa, pembangunan kereta api cepat seperti di Jerman dengan panjang lintasan 250 kilometer dengan kecepatan Rolling Stock minimum 250 kilometer per ja, total biaya infrastruktur yang dibutuhkan hanya 2,145 miliar Euro.

“Itu sudah dalam lintasan medan yang sangat jelek. Sedangkan untuk lintasan medan medium scenario hanya 990 juta Euro, dan untuk medan lintasan scenario terbaik hanya 495 juta Euro. Ini data tahun 2012 loh,” ujar Arief.

Sedangkan di Cina, biaya infrastrutur rolling stock semuanya dalam skenario medan lintasan yang sangat buruk per kilometer pembangunan dibutuhkan 10 juta dolar amerika.

Sementara untuk hitungan kasa proyek kereta api cepat Jakarta-bandung berbiaya 5,5 miliar dolar amerika dengan panjang lintasan 150 kilometer dan masuk dalam scenario medium. “Didapati biaya per kilo meternya sebesar 36,6 juta dolar amerika,” ujarnya.

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ini, jika sudah  beroperasi,  diasumsikan mengunakan standar hitungan Cost High Speed Railway, dengan panjang lintasan 150 kilometer, project time line 40 tahun, construction time 5 tahun, operation period 35 tahun, dengan target 5 juta penumpang per tahun.

Menurut Arief, pertumbuhan penumpang untuk tahun ke 1 sampai dengan tahun ke 12 yaitu 5 persen. Untuk tahun ke 12 sampai tahun ke 40 dengan pertumbuhan penumpang 3 persen. Sedangkan kapasitas angkut KA yaitu 330 penumpang dengan load factor minimal 75 persen, operating hours 8 jam per hari.

“Sudah sangat jelas akan sangat mahal sekali harga jual tiketnya. Mungkin jauh lebih mahal dari tiket pesawat Jakarta-Bandung yang hanya berkisar 500 ribuan rupiah dengan lama penerbangan 15 menit,” ujarnya.

Nah kalah sudah begini, lanjut dia, maka pemerintah nantinya akan diminta untuk mensubsidi biaya operasional KA Cepat Jak-Ban. Dan inilah yang disebut sebagai Sovereign Guarantee dari pemerintah yang akan diminta oleh pihak China Railway Corporation.

“Perlu dicatat, life time dari pengoperasian KA Cepat itu hanya 35 tahun dan bisa 40 tahun, tapi dengan biaya maintenance yang sangat mahal, ini artinya pinjaman selama 50 tahun yang diberikan China Development Bank, perusahaan PT Kereta Cepat Indonesia sudah tutup, tapi masih punya kewajiban membayar hutang,” pungkas Arief.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan dukungannya agar Kereta Api Cepat Jakarta Bandung ini direalisasikan.

Meskipun ada pro-kontra, Ridwan Kamil percaya hal itu hanyalah sebuah dinamika. “Di mana ada hal baru, selalu ada dinamika. Kita lihat busway, dulu didemo-demo saya masih ingat. Saya hafal orang intelektual yang mendemo. Setelah busway-nya lancar, jadi manfaat, diam kan,” kata Ridwan Kamil, Rabu (03/02/2016).

Pria yang akrab dipanggil Emil ini juga menceritakan, penolakan juga terjadi saat pembangunan jalan layang Pasupati.

“Jadi, kuncinya ada di Pak Presiden. Kalau kata Pak Presiden jalan, ya saya sebagai bawahan mengamankan. Jadi, saya tidak mempermasalahkan pro-kontranya karena urusan teknologi baru selalu ada pro dan kontra,” ujar dia.

Emil juga membeberkan mengapa Jakarta-Bandung menjadi jalur pertama proyek kereta cepat. Menurut dia, dari hasil studi, jalur Jakarta-Bandung paling layak secara perhitungan bisnis. “Kenapa memprioritaskan Jakarta-Bandung bukan jembatan yang roboh? Ini kan business to business. Kalau duitnya pakai APBN, bolehlah digugat. Begitu logikanya. Ini kan duit sendiri,” kata dia.(JR-1)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*