Pakai Ijin dan Dokumen Palsu, Perusahaan Ilegal Kok Bisa Kuasai Lanud Husein Sastranegara! Segera Singkirkan PT CLA dari Lahan Negara

Pakai Ijin dan Dokumen Palsu, Perusahaan Ilegal Kok Bisa Kuasai Lanud Husein Sastranegara, Segera Singkirkan PT CLA dari Lahan Negara.

Pemerintah diminta segera mengusir dan mengeksekusi perusahaan ilegal dari Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung. Keberadaan PT Citra Lintas Angkasa (CLA) yang sudah bertahun-tahun menguasai dan beroperasi secara tunggal di Bandara Lanud Husein Sastranegara itu sangat dipertanyakan.

Selain diketahui telah bersengaja membuat ijin ilegal, PT CLA juga melakukan pemalsuan dokumen dan malah menguasai Lanud Husein Sastranegara.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Edukasi dan Advokasi Masyarakat Indonesia (LBH Lekasia) Charles Hutahaean menyampaikan, rasanya Negara Indonesia sering diinjak-injak dan diakal-akali oleh para begundal yang dengan penuh tipu daya menguasai lahan negara dan menguasainya untuk kepentingan pribadi.

Dia meminta aparatur negara bertindak tegas dan mengusir setiap pemalsu dan perusahaan ilegal yang malah sok berkuasa di tanah dan aset negara.

“Negara tidak boleh kalah dengan para penipu, tidak boleh kalah dengan para begundal. Para penipu yang menguasai lahan negara dengan ijin dan dokumen palsu harus diberantas dan disingkirkan,” tutur Charles Hutahaean, di Jakarta, Sabtu (03/11/2018).

Dia mengungkapkan, PT CLA yang sampai saat ini bercokol di Bandara Lanud Husein Sastranegara memalsukan ijin dan dokumen. “Dan kok bisa bertahun-tahun beroperasi dan memonopoli Bandara Lanud. Ini sungguh harus diusut tuntas,” ujarnya.

Charles yang juga Koordinator Pengacara Rakyat (Perak) itu menyatakan, adanya ijin palsu dan dokumen ilegal yang dipakai PT CLA sudah nyata terungkap dalam somasi yang dilayangkan Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara (Danlanud) Kolonel Penerbang Bayu Hendra Permana yang pada 4 September 2018 lalu dilayangkan ke PT CLA yang mengklaim alamat Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 98, Kota Bandung, Komplek Lanud Husein Sastranegara, sebagai milik PT CLA itu.

“Dengan adanya somasi dari Danlanud, maka status perijinan PT CLA di Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI menjadi gugur demi hukum. Karena, penguasaan lahan yang didaftarkan PT CLA ke Dirjen Perhubungan Udara saat mengajukan regulated agent ternyata adalah palsu,” beber Charles.

Dia menegaskan, PT CLA telah melakukan tindak pidana pemalsuan alamat dan lahan kepada Dirjen Perhubungan Udara. “Pengajuan ijin untuk memperoleh sertifikat Regulated Agent (RA) yang dilakukan PT CLA harus dibatalkan. Itu ilegal dan merupakan tindak pidana. Itu harus diusut dan dihukum,” ujarnya.

Pada tanggal 4 September 2018, Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Bayu Hendra Permana melayangkan somasi ke PT Citra Lintas Angkasa (CLA).

Surat dengan Nomor B/1867/IX/2018 itu menjelaskan, dengan merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.06/2015 tentang Penataan Pemanfaatan Barang Milik Negara di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Kemudian, somasi itu juga didasarkan pada Telegram Pangkoopsau Nomor T/3408/2018 tanggal 14 Agustus 2018 tentang Penertiban Pengelolaan BMN milik Kemhan dan TNI dalam Bentuk Pemanfaatan Terlanjur maupun yang akan dikerjasamakan, Perjanjian Kerjasama antara Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara dengan PT Mitra Adira Utama Nomor Sper/16/V/2017, Nomor PS/MAU-BD/006/VI/2017 tentang Pemanfaatan Aset TNI Au berupa Bangunan yang berlokasi di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 98 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, yang dimanfaatkan untuk Perkantoran dan Pergudangan.

Dalam somasi itu dijelaskan, Lanud Husein Sasteranegara adalah pemilik tanah dan bangunan serta segala sesauatu yang berada di atasnya terletak di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 98, Kota Bandung, Komplek Lanud Husein Sastranegara, berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor SHP No 3/Kemhan Cq TNI AU tanggal 4 April 2001, serta tanah tersebut masuk tercatat dalam Inventaris Kekayaan Negara (IKN)/SIMAK BMN Nomor 50504001.

“Tanah tersebut merupakan tanah negara (BMN) yang dikuasakan kepada Komandan Lanud Husein Sastranegara selaku Kuasa Pengguna Barang yang bertanggung jawab untuk melakukan pengamanan, penertiban dan pemanfaatan,” tulis Dan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Pnb Bayu Hendra Permana.

Berdasarkan data di Dirjen Perhubungan Udara, PT Citra Lintas Angkasa (CLA) yang beralamat di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 98, Kota Bandung, Jawa Barat, yang melakukan usaha Regulated Agent (RA) dengan Nomor Izin 017/Izin.RA.Menhub/X/2016 tanggal 25 Oktober 2016.

“Lanud Husein Sastranegara tidak pernah melakukan perjanjian kerjasama pemanfaatan aset TNI AU tersebut, baik berupa tanah maupun bangunan dengan PT Citra Lintas Angkasa (CLA),” lanjutnya.

Maka, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, bahwasanya memasuki pekarangan/tanah orang lain tanpa izin adalah melanggara Pasal 548-551 KUHP, serta melakukan perbuatan menguasai, memasuki, menyewakan, merusak atau menghilangkan tanda batas, diancam pidana paling lama empat tahun, sesuai ketentuan Pasal 167, 385 dan 389 KUHP.

“Danlanud Husein Sastranegara memberikan batas waktu sampai tanggal 10 September 2018 untuk mengosongkan lahan tersebut. Jika tidak, maka Lanud Husein Sastranegara akan melakukan tindakan hukum baik Perdata maupun Pidana,” lanjutnya.

Danlanud Husein Sastranegara juga meminta pihak-pihak terkait memberikan sanksi berupa pencabutan ijin Regulated Agent (RA) dari PT Citra Lintas Angkasa (CLA) ataupun pembekuan kegiatan PT CLA.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan