Pak Presiden, Stop Menyerahkan Urusan BPJS ke China

Prof Dr Muctar Pakpahan: Pak Presiden, Stop Menyerahkan Urusan BPJS ke China.
Prof Dr Muctar Pakpahan: Pak Presiden, Stop Menyerahkan Urusan BPJS ke China.

Tokoh buruh yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP SBSI) Prof Dr Muchtar Bebas Pakpahan meminta pemerintah menyetop urusan dan persoalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ke tangan orang asing, dalam hal ini ke China.

Hal itu dinyatakan Muchtar Pakpahan, menanggapi rencana pemerintah yang disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan usai pemerintah mengadapat Rapat dengan BPJS Kesehatan pada Jumat, 23 Agustus 2019 lalu.

“Saya meminta, stop menyerahkan menyelesaikan masalah atau upaya menyehatkan BPJS kepada China,” tutur Muchtar Pakpahan, di Jakarta, Selasa 27 Agustus 2019.

Tokoh Buruh Internasional ini menyatakan, jika pemerintah tidak sanggup mengurusi BPJS, dirinya sanggup memperbaiki dan menyehatkan kembali BPJS .

“Beri waktu 2 tahun. Saya sanggup memperbaiki dan menyehatkan BPJS. Selama dua tahun, kita bisa menjadikan BPJS Kesehatan sehat kehmbali dan menjadi seperti yang diharapkan rakyat Indonesia, khususnya yang diharapkan oleh penerima upah atau gaji, buruh,” tutur Muchtar Pakpahan.

Muchtar merasa bisa dan percaya diri membenahi BPJS, dengan alasan, dirinya turut merancang Undang Undang Jaminan Sosial Buruh. Rancangan Undang Undang itu yang kemudian menjadi UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Kemudian, Muchtar juga menyatakan, dirinya turut berjuang dan melahirkan UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Saya sangat berkeinginan agar BPJS Kesehatan menjadi sehat, dan dapat membuat rakyat Indonesia juga menjadi sehat,” ujarnya lagi.

Selanjutnya, modal ketulusan dan kejujurannya, sepanjang hidupnya Muchtar Pakpahan bergelut sebagai aktivis. Sejak 1978. Dia terlatih hidup tulus dan jujur.

“Itu adalah kebiasaan praktek hidup saya sehari-hari. Mempraktekkan hidup dalam ketulusan dan kejujuran,” ujarnya.

Muchtar juga dikenal mampu menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Di antara yang ada, dengan begitu beratnya kesulitan dan rintangan di era Orde Baru, Muchtar Pakpahan bersama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sabam Sirait, Suko Waluyo dan Rachmawati Soekarnoputri, mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI).

Oleh karenanya, Muchtar Pakpahan pun jika diuji untuk memperbaiki BPJS, dia mengaku bisa.

“Saya berani mengambil keputusan memperbaiki dan membenahi BPJS Kesehatan, berhadapan dengan siapapun, dan siap memikul resiko keputusan,” ujarnya.

Untuk melakukan perbaikan dan pembenahan BPJS, Muchtar Pakpahan mengaku memiliki salah satu resep, yakni berkoordinasi dan berkomunikasi dengan semua stakeholders, juga dengan semua instansi terkait dan semua institusi nasional dan internasional. “Yang berguna untuk memperbaiki BPJS,” ujarnya.

Kesanggupannya itu pun telah disampaikan Muchtar Pakpahan kepada Presiden Joko Widodo, melalui suratnya.

“Semoga Bapak Presiden dapat membaca surat ini dengan jernih, sehingga memahami kegindahan hati kami, akibat betapa banyaknya masalah BPJS. Hanya dua tahun, setelah itu saya kembali ke SBSI,” tutupnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan