Pak Jokowi, Kapal-Kapal Trawl Beroperasi Semakin Brutal di Selat Malaka

Pak Jokowi, Kapal-Kapal Trawl Beroperasi Semakin Brutal di Selat Malaka.
Pak Jokowi, Kapal-Kapal Trawl Beroperasi Semakin Brutal di Selat Malaka.

Nelayan tradisional di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, mengeluhkan semakin brutalnya kapal-kapal trawl atau pukat harimau beroperasi di Selat Malaka.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Tanjungbalai Asahan (KNTI TBA) Muslim Panjaitan mengatakan, pasca terjadinya insiden kerusuhan di laut, ribuan nelayan pulang secara massal dan langsung mendatangi Kapolres Tanjungbalai.

Para nelayan tradisional Indonesia menjadi korban kebrutalan kapal-kapal trawl yang beroperasi.

“Kami mengutuk keras atas insiden ini. Saya berharap kepada pihak terkait agar segera melakukan evaluasi di lapangan. Tentu dengan kejadian ini merupakan awal peringatan kepada kita semua, khususnya kepada pihak keamanan, agar segera bertindak tegas atas perlakuan brutal dari kapal trawl tersebut,” tutur Muslim Panjaitan, Jumat (10/01/2020).

Nurul Ikhwan, salah seorang nelayan yang menjadi korban kebrutalan kapal trawl, mengatakan sangat terkejut ketika dirinya dilanggar atau ditabrak dari bagian belakang. Saat berjangkar di posisi 11-08, Pukul 17.00 WIB hingga jam 19.00 WIB, pada Rabu 8 Januari 2020.

“Tak sampai di situ, setelah dilanggar, datang sebuah kapal trawl lagi melanggar kapal kami. Lain lagi, kami dilempar dengan batu es, dan bodam (martil besar),” ungkap Nurul Ikhwan.

Taufik, nelayan tradisional yang juga korban, mengatakan, dirinya dilanggar saat ingin menggandeng untuk menyelamatkan salah satu kapal nelayan tradisional yang sedang mengalami kerusakan di laut.

“Tentunya hal ini membuat kami panik. Karena secara tiba-tiba saja kapal-kapal trawl itu menabrak kami secara membabibuta,” ujar Taufik.

Tak sampai disitu, lanjut Taufik, Anak Buah Kapal atau ABK kapalnya dan kapal-kapal nelayan lainnya sempat terjatuh  ke dalam laut. “Karena benturan dan hantaman dari kapal trawl itu,” ujarnya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira berjanji akan menindaklanjuti laporan para nelayan itu. Dia akan berupaya menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Hal itu disampaikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira saat menerima para nelayan yang menjadi korban kebrutalan kapal-kapal trawl.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik itu dengan Lanal Tanjungbalai Asahan, maupun Polres Asahan. Dan meminta kepada nelayan juga agar dapat bekerjasama dalam memberikan informasi,” ujar AKBP Putu Yudha Prawira.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan