Pak Jokowi, Jangan Lupakan Kalimantan Untuk Urus Negeri Ini, Orang Dayak Mau Jadi Menteri

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Provinsi Kalimantan Barat (DPD GAMKI Kalbar) Stefanus Wiwin: Pak Jokowi, Jangan Lupakan Kalimantan Untuk Urus Negeri Ini, Orang Dayak Mau Jadi Menteri.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Provinsi Kalimantan Barat (DPD GAMKI Kalbar) Stefanus Wiwin: Pak Jokowi, Jangan Lupakan Kalimantan Untuk Urus Negeri Ini, Orang Dayak Mau Jadi Menteri.

Putra-putri suku Dayak di Kalimantan menginginkan adanya keterwakilan Orang Dayak di Kabinetnya Presiden Joko Widodo-Ma’aruf Amin.

Selama ini, orang Dayak sering tidak dianggap dalam berbagai perhelatan pemerintahan, terutama di dalam Kabinet. Padahal, orang-orang Dayak banyak yang maju, pintar dan juga loyal terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah seorang putra asli Dayak, Stefanus Wiwin mengatakan, seringkali Orang Dayak hanya dijadikan penonton di Republik Indonesia.

“Jangan pula untuk kabinetnya Pak Jokowi-Amin, Orang Dayak menjadi penonton setia di negeri ini,” tutur Stefanus Wiwin, Senin (14/10/2019).

Stefanus Wiwin yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Provinsi Kalimantan Barat (DPD GAMKI Kalbar) itu meminta Presiden Joko Widodo untuk peka terhadap permintaan Orang Dayak.

Dia mengingatkan, kalau Presiden tidak peka, rencananya di tahun 2024, Ibukota Negara Republik Indonesia pindah ke Kalimantan. Sebentar juga Ibukota Negara itu akan dikepung oleh Dayak. Apalagi, ada 5 Provinsi yang dihuni Orang Dayak di Kalimantan.

“Dayak adalah penduduk asli Kalimantan. Ibarat rumah, maka Dayak adalah Tuan Rumah. Tidak etis bila tamu yang berkuasa atas pemilik rumah,” ujar Stefanus Wiwin.

Stefanus Wiwin yang juga sebagai Sekretaris Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Kalimantan Barat (PS GMKI Kalbar) ini menyebut, ada banyak tokoh Dayak dan juga figur-figur Orang Dayak yang layak dan sangat mumpuni sebagai Menteri.

Sebut saja, antara lain Teras Narang. Teras Narang adalah mantan Ketua Komisi 3 DPR RI. Juga mantan Gubernur Kalimantan Tengah 2 periode.

“Pak Teras Narang juga Ketua PGI dari GKE, yakni Gereja Kristen tertua dan terbesar di Kalimantan. Teras Narang juga mantan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional. Dan kini jadi anggota DPD RI terpilih 2019-2014,” terang Stefanus Wiwin.

Juga ada Cornelis. Cornelis adalah mantan gubernur Kalbar 2 periode. Cornelis juga mantan Ketua PDIP Kalbar. Dan kini anggota DPR RI 2019-2024. “Pak Cornelis sekarang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional,” ujarnya.

Juga ada Willy M  Yoseph. Anggota DPR RI. “Pak Willy sekarang Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional. Dan, Ketua Majelis Sinode GKE. Mereka itu Orang-Orang Dayak,” ujar Stefanus Wiwin.

Selama ini, lanjut Stefanus Wiwin, untuk wilayah Kalimantan, pembangunan dan pertolongan kepada masyarakat Dayak dilakukan oleh Gereja. Masih sangat minim peran dan fungsi pemerintah dan Negara untuk kemajuan orang Dayak.

Stefanus Wiwin berharap, dengan adanya Orang Dayak menjadi menteri di Kabinetnya Jokowi-Ma’aruf Amin, perhatian serius untuk melindungi dan menyelamatkan Orang Dayak dan Kalimantan dari berbagai persoalan, bisa dengan mudah dilakukan.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*