Breaking News

Oknum Pemain PD Pasar Jaya di Senen Harus Ditindak Tegas

Kok Dirut Perumda Pasar Jaya Belum Tahu Persoalan di Pasar Senen.

Ketua Forum Pedagang Korban Kebakaran Blok 3, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Guntur Napitupulu menuturkan, dari sebanyak 4000-an pedagang lama di Blok 3 Pasar Senen, hampir separuhnya belum jelas penempatan kios dan toko di Blok yang dikelola PD Pasar Jaya itu.

Guntur yang juga sebagai pedagang lama di Blok 3 itu menyayangkan tidak responsifnya PD Pasar Jaya atas keluhan dan juga tuntutan para pedagang lama.

Dia menuturkan, para pedagang lama sudah ada sejak 1974, ketika Blok 3 Pasar Senen dibangun. Dalam ketentuan yang ada, lanjutnya, para pemilik kios atau toko memiliki Surat Ijin Pemakaian Tempat Usaha (SIPTU). Dan masanya seharusnya 20 tahun. Namun pihak PD Pasar Jaya memperluas dan melakukan perpanjangan 10 tahun di 2004.

“Jadi sudah 40-an tahun para pedagang yang memiliki SIPTU itu kocar-kacir. Nah, ini yang dimanfaatkan oknum-oknum PD Pasar Jaya. Dengan alasan tidak menunjukkan SIPTU, kios mereka diambil dan dijual ke orang lain,” ungkap Guntur, di Jakarta, Selasa (22/01/2019.

Dalam proses renovasi Blok 3 Pasar Senen, menurut dia, semua pedagang lama yang jumlahnya 4000-an kios, diberikan Sertifikat Keterangan Pemakaian Tempat Usaha (SKPTU). Dengan kesepakatan, setelah selesai dilakukan pembangunan ulang Blok 3 Pasar Senen, maka para pedagang lama akan memperoleh kembali kios dan atau tokonya, sesuai SKPTU yang telah diberikan kepada Pedagang Lama.

Nah, setelah Blok 3 selesai direnovasi, malah persoalan baru dibuat oleh oknum-oknum pengelola dan petugas PD Pasar Jaya. Banyak pedagang lama tidak mendapatkan kembali kiosnya.

“Ini yang harusnya diselesaikan pihak PD Pasar Jaya sejak tahun lalu. Ternyata enggak diurusi,” ujar Guntur.

Perlu disampaikan, lanjut dia, untuk satu unit kios saja, dibadrol dengan harga Rp 300-an juta. Dan kalau berupa sewa kios, penyewa dibadrol antara Rp 50 juta hingga Rp 150 juta per kios per tahun. “Tergantung besar dan lokasi maupun di lantai berapa,” katanya.

Sebelum renovasi pasar saja, menurut dia, harga jual kios per unit di lantai 4 saja sudah mencapai harga Rp 1 miliar. Nah, apalagi sekarang, makin melambung harga kios.

“Celah-celah inilah yang dimanfaatkan oleh oknum PD Pasar Jaya untuk bermain. Mereka mengingkari kesepakatan,” ujar Guntur.

Padahal, lanjutnya, penjualan pedagang saat ini drop. Persoalan tidak berhenti hanya di Blok 3. Menurut dia, di Blok 4 Pasar Senen juga bermasalah. Sebab, Blok 3 dengan Blok 4 seharusnya ada jembatan penghubung antar Blok.

“Tidak ada jembatan. Para pedagang elektronik, pedagang tas, pedagang asesoris di lantai 4 pun mengeluh. Mereka tidak mau ambil kios di sana. Harga kios di Blok 4 drop. Ini kan masalah. Kok didiamkan juga,” ujar Guntur.

Guntur Napitupulu mengungkapkan, pasca kebakaran hebat meluluhlantakkan kios-kios di Blok 3, telah dibuat kesepakatan antara para pedagang lama yang sudah memiliki kios atau toko dengan pengembang dan pihak PD Pasar Jaya.

Kesepakatannya yakni, semua pedagang lama akan menjadi prioritas mendapat kiosnya lagi, setelah pengembang dipercayakan membangun kembali Blok 3 Pasar Senen itu.

“Nyatanya, hingga saat ini, setelah selesai dibangun kembali Blok 3 ini, banyak pedagang lama yang malah kehilangan kiosnya. Ya kami protes dong. Kami minta hak-hak dan kesepakatan yang sudah disepakati dikembalikan dan diberikan,” tutur Guntur.

Jadi, diterangkan Guntur, pada saat PD Pasar Jaya akan membangun kembali Blok 3 Pasar Senen, disepakati bahwa proses pembangunan boleh dilaksanakan dengan penegasan kesepakatan sebanyak 51 persen pedagang lama atau pedagang existing harus setuju dulu akan dilakukannya pembangunan kembali.

Kemudian, sebanyak 51 pedagang existing di Blok 3 juga setuju terlebih dahulu mengenai penempatan sementara, selama proses pembangunan berlangsung.

“Juga disepakati, bahwa setelah pembangunan kembali telah selesai, maka sebanyak 51 persen pedagang existing harus menyepakati harga kios atau toko yang baru,” tuturnya.

Setelah ketiga persyaratan utama itu disepakati, maka PD Pasar Jaya melakukan pembangunan kembali. Pengerjaan dilakukan oleh pengembang PT Jaya Real Property Tbk (JRP) atau Jaya Real.

Menurut  Guntur, semua kesepakatan itu dituangkan di dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken semua pihak pada Juni 2012 lalu.

“PD Pasar Jaya bersama developer atau pengembang dari Jaya Real juga menyepakati bahwa 100 persen pedagang existing menjadi prioritas untuk mendapatkan kios setelah pembangunan selesai,” tuturnya.(JR)

1 Comment on Oknum Pemain PD Pasar Jaya di Senen Harus Ditindak Tegas

  1. Seharusnya pendagang itu harus dibina karena merekalah jalannya roda perekonomian. Maka perlu di berikan lahan untuk berdagang agar tidak semberaut.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*