No Problem, Sahabat-Sahabat Billy Mambrasar Ajak Semua Pihak Move On

No Problem, Sahabat-Sahabat Billy Mambrasar Ajak Semua Pihak Move On.
No Problem, Sahabat-Sahabat Billy Mambrasar Ajak Semua Pihak Move On.

Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI), Maruli Silaban menilai, unggahan foto dan up-load yang dilakukan Stafsus Milenial Jokowi, Billy Mambrasar di media sosial tidak ada yang berlebihan.

Maruli menyampaikan, sebagai rekannya di kepengurusan DPP GAMKI, Billy Mambrasar tidak pernah bikin ulah yang aneh-aneh.

“Biasa saja komentar dan up load fotonya.  No problem. Tidak ada yang perlu ditanggapi berlebihan. Biasalah Kaum Milenial kan gandrung juga muncul di medsos. Lagi pula, Billy sudah menyatakan minta maaf jika ada pihak-pihak yang kurang senang dengan postingannya,” tutur Maruli Silaban, di Jakarta, Senin (02/12/2019).

Sebetulnya, lanjut Maruli Silaban, sangat wajar jika ada semacam euphoria kecil yang menunjukkan kegembiraan dan rasa senang ketika menggelar rapat perdana di Istana. Hal itu pula yang dirasakan Billy Mambrasar dan kawan-kawannya di Stafsus Milenial Jokowi.

Billy Mambrasar yang merupakan Putra Asli Papua itu memposting sesuatu yang tidak berbahaya, tidak menyalahi hukum dan aturan. Serta masih dalam batas-batas etika dan kewajaran.

“Makanya saya heran, kok sebegitu viral dan reaksi berlebihan yang diunggah sejumlah pihak dengan postingan itu,” tutur Maruli Silaban.

Sabahat Billy Mambrasar lainnya di DPP GAMKI, Samuel F Silaen menyampaikan, harus dimaklumi kelakuan milenial di Istana itu.

Sebab, selain memang masih sangat hijau, Billy Mambrasar dkk di Stafsus Milenial Jokowi mesti perlu belajar terus dan merendahkan hati.

“Kita memaklumi saja. Sebab, dalam dunia aktivis, dunia pergerakan, adik-adik kita yang jadi Stafsus Milenial Jokowi itu masih sangat hijau. Minim pengalaman menghadapi publik. Namun cukup mumpuni karya dan prestasinya. Ibaratnya, adek-adek kita itu masih baru jadi pemain. Nah, kita yang senior-seniornya sudah di level pelatih. Bahkan, senior-senior kita lainnya sudah ada yang masuk kategori pensiunan pelatih. Jadi, saran kita, adek Billy Mambrasar dkk, ya belajar merendahkan hati juga ya,” tutur Samuel F Silaen.

Samuel F Silaen yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) itu berharap, viral yang terjadi itu jangan sampai mengganggu kerja-kerja dan tugas Stafsus Milenial di Istana Negara.

Samuel juga mengimbau, agar semua pihak tidak memberikan reaksi berlebihan. “Sebaiknya, bersikap biasa saja. Tak perlu berlebihan. Kita semua sudah move on,” ujar Samuel.

Senada dengan sesama rekannya yang di DPP GAMKI, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) Jhon Roy P Siregar menyampaikan, Billy Mambrasar dkk sebaiknya mampu menahan diri dari postingan-postingan yang bisa memicu perdebatan publik.

“Apalagi postingan itu substansinya sensitif, sebaiknya dikurang-kurangi saja. Tahan diri. Jangan malah sama dengan perilaku netizen lainnya ya,” ujar Jhon Roy P Siregar.

Bagaimana pun, lanjut Siregar, hampir semua yang berkenaan dengan Istana, selalu mudah diakses dan gampang menyulut perdebatan publik.

“Karena itu, berkomunikasi di mana pun, entah di medsos, entah di forum-forum. Entah di acara-acara, entah di dalam rapat-rapat, hendaknya jangan menimbulkan reaksi yang membuat buruk perdebatan,” saran Siregar.

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar jadi sorotan karena frase ‘kubu sebelah’ dalam kicauannya. Billy meminta maaf atas kicauan yang telah dihapus itu.

“Assalamu’alaikum dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah 1 cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: ‘Kubu’,”  kata Billy, Minggu (1/12/2019).

Billy mengatakan tak bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat mana pun. Dia juga telah menghapus tweet tersebut.

“Saya dengan ini memohon untuk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya karena kesalahpahaman tersebut,” tuturnya.

Billy yang juga salah seorang fungsionaris di DPP GAMKI ini menjelaskan, dia terlahir dari keluarga dengan perpaduan dua suku dan agama. Ayahnya adalah orang asli Papua dan beragama Nasrani dari wilayah adat Saireri, sementara ibunya berasal dari Surabaya, dengan latar belakang keluarga muslim.

“Kakak saya (almarhum) yang sulung bernama Yoppi Mambrasar muslim, menjalankan ibadah dengan taat dan sungguh-sungguh. Beliau telah meninggal dan dikuburkan secara muslim. Sepupu-sepupu dari keluarga besar Ibu dari Jawa Timur beragama muslim dan sepupu-sepupu dari keluarga besar Ayah beragama Nasrani,” jelasnya.

Dia menuturkan, ketika Idul Fitri, dia mendapat banyak hadiah dari keluarga ibunya karena terlahir dari keluarga miskin. Perhatian yang sama juga didapatnya dari keluarga besar dari Papua saat Natal dan Tahun Baru.

“Dari kecil saya diajari indahnya perdamaian dan saling sayang yang diajarkan Islam dan rasa kasih dari Kristen. Saya menyaksikan keindahan dari hidup di Indonesia di tengah-tengah keluarga kami. Itulah sebabnya, tidak pernah sekali pun saya menyatakan hal-hal berbau kebencian dan kecurigaan,” tutur Billy.

“Adapun saya mengakui bahwa sebagai pejabat publik saya bertanggung jawab untuk bekerja bagi seluruh masyarakat Indonesia. Mohon dukungannya agar saya bekerja secara amanah, objektif, dan jujur untuk seluruh bangsa Indonesia, apa pun agamanya dan sukunya. Mohon doanya dan maafkan kekhilafan saya,” tandas Billy yang menambahkan hashtag #StafsusRasaBuzzeRp di tweet-nya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang pernah mengkritik penunjukan stafsus dari kalangan milenial menyayangkan sikap Billy.

“Itulah ciri-ciri stafsus yang masih labil dan menunjukkan kelasnya sebagai buzzer saja,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Dia menilai Jokowi seharusnya bisa mencari orang yang lebih baik untuk menjadi stafsus. Fadli pun punya pesan kepada Billy.

Menurut Fadli Zon, seharusnya Presiden mencari orang-orang terbaik dengan kedewasaan yang terukur. Dan itu tak terkait usia.

“Banyak orang muda yang hebat-hebat dan dewasa. Sebaiknya yang bersangkutan menghayati apa itu stafsus dan perannya, agar maksimal memberi masukan-masukan yang terbaik bagi Presiden,” pesan penasihat Fraksi Gerindra DPR RI itu ke Billy.(Nando)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*