Nilainya Mencapai Rp 27,4 Miliar Lebih, Jaksa Terima Pembayaran Uang Pengganti dari Terpidana Kasus Korupsi George Gunawan

Nilainya Mencapai Rp 27,4 Miliar Lebih, Jaksa Terima Pembayaran Uang Pengganti dari Terpidana Kasus Korupsi George Gunawan

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL
474
0
Nilainya Mencapai Rp 27, 4 Miliar Lebih, Jaksa Terima Pembayaran Uang Pengganti dari Terpidana Kasus Korupsi George Gunawan. - Foto: Serah terima Uang Pengganti senilai Rp 27, 4 miliar lebih dari Terpidana Kasus Korupsi George Gunawan, di Ruang Rapat Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (13/12/2021).(Ist)Nilainya Mencapai Rp 27, 4 Miliar Lebih, Jaksa Terima Pembayaran Uang Pengganti dari Terpidana Kasus Korupsi George Gunawan. - Foto: Serah terima Uang Pengganti senilai Rp 27, 4 miliar lebih dari Terpidana Kasus Korupsi George Gunawan, di Ruang Rapat Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (13/12/2021).(Ist)

Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung (PPA Kejagung) berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon (Kejari Kabupaten Cirebon), melaksanakan acara Penyerahan Uang Pengganti senilai Rp 27.416.275.943 (dua puluh tujuh miliar empat ratus enam belas juta dua ratus tujuh puluh lima ribu sembilan ratus empat puluh tiga rupiah) dan uang denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) atas nama Terpidana George Gunawan. 

George Gunawan adalah Terpidana dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengadaan Kegiatan Percontohan Budidaya Tambak Udang Pada Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) pada Tahun 2012. 

Pelaksanaan serah terima uang pengganti itu dilakukan di Ruang Rapat Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung Jakarta Selatan, pada Senin (13/12/2021). 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan, dalam proses serah terima uang pengganti itu, dihadiri Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung, Elan Suherlan, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Dr Asep N Mulyana, Kepala Biro Keuangan Kejaksaan Agung, Sri Suhartini, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon (Kajari Kabupaten Cirebon), Hutamrin dan Relationship Manager PT Bank Mandiri (Persero) Sri Handayani, serta Penasehat Hukum dan Putera Terpidana George Gunawan. 

Dijelaskan Leonard, Terpidana George Gunawan merupakan Direktur PT Tambak Mas Makmur yang terlibat dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon,  Tahun 2012, yaitu Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang. 

Berawal pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi Tambak Usaha Budidaya (Demfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, seluas 245 hektar. 

“Dalam kasus tersebut, PT Tambak Mas Makmur ditunjuk menjadi mitra dalam program percontohan usaha budidaya atau Demfarm udang di Desa Bungko Lor, Kabupaten Cirebon,” tutur Leonard. 

Dalam program ini, dibentuklah lebih kurang lima kelompok petambak yang bersedia revitalisasi tambak udang seluas 245 hektar. 

Namun belakangan, diketahui kelompok petambak tersebut fiktif, yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik Terpidana George Gunawan, sebagai mitra Petambak yaitu PT Tambak Mas Makmur. 

Kelompok tersebut, bersama Kelompok lainnya, mengajukan Proposal Bantuan dan disetujui Ditjen Budidaya Perikanan dengan menyalurkan bantuan untuk budidaya. 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, Terpidana George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik Negara yaitu berupa Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. 

“Perkara tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA,” jelas Leonard. 

Perbuatan Terpidana George Gunawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana tertuang dalam pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Kerugian Negara yang timbul dari perbuatan Terpidana George Gunawan itu sebesar Rp. 38.116.414.259 (tiga puluh delapan miliar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus lima puluh sembilan rupiah). 

Kemudian, lanjut Leonard, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2838 K/Pid.Sus/2018 tanggal 8 Januari 2019 junto Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor: 15/TIPIKOR/2018/PT.BDG tanggal 20 Agustus 2018 junto Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor: 13/Pid-Sus-TPK/20178/PN.Bdg tanggal 08 Juni 2018, Terpidana George Gunawan dijatuhi pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). 

Serta membayar uang pengganti senilai Rp 38.116.414.259 (tiga puluh delapan miliar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus lima puluh sembilan rupiah), yang merupakan nilai bantuan Pemerintah dikompensasi dengan nilai barang yang disita sebesar Rp 10.700.138.316 (sepuluh miliar tujuh ratus juta seratus tiga puluh delapan ribu tiga ratus enam belas rupiah), berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Barat. 

Sehingga sisa uang pengganti yang harus dilunasi Terpidana George Gunawan senilai Rp. 27.416.275.943 (dua puluh tujuh miliar empat ratus enam belas juta dua ratus tujuh puluh lima ribu sembilan ratus empat puluh tiga rupiah). 

“Dalam rangka pelaksanaan putusan pelunasan uang pengganti dan denda yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, Terpidana George Gunawan secara itikad baik telah melakukan pembayaran uang pengganti pada Kamis 09 Desember 2021 lalu,” jelas Leonard. 

Dengan cara pemindahbukuan uang senilai Rp 27.416.275.943 (dua puluh tujuh miliar empat ratus enam belas juta dua ratus tujuh puluh lima ribu sembilan ratus empat puluh tiga rupiah) dan uang denda Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) ke rekening penampungan Kejaksaan Negeri Cirebon. 

Sehingga total yang disetorkan sebesar Rp 27.616.275.943,- (dua puluh tujuh miliar enam ratus enam belas juta dua ratus tujuh puluh lima ribu Sembilan ratus empat puluh tiga rupiah). 

Selanjutnya, uang sebesar Rp 27.616.275.943,- (dua puluh tujuh miliar enam ratus enam belas juta dua ratus tujuh puluh lima ribu Sembilan ratus empat puluh tiga rupiah) diserahkan oleh anak keluarga Terpidana George Gunawan, dengan didampingi Penasehat Hukum, kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon (Kajari Kabupaten Cirebon). 

“Dan kemudian dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon diserahkan kepada perwakilan Bank Mandiri, guna disetorkan ke Kas Negara melalui Bank Mandiri,” terang Leonard. 

Leonard melanjutkan, keberhasilan penyetoran uang pengganti dan denda tersebut merupakan keberhasilan kolaborasi pendampingan antara Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon. 

“Dengan melakukan penelusuran aset berdasarkan adanya permintaan pendampingan pemulihan aset yang diajukan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dalam rangka pemenuhan pembayaran pidana uang pengganti dan denda atas nama Terpidana George Gunawan,” terangnya. 

Pendampingan yang dilakukan Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Republik Indonesia dalam penyelesaian barang rampasan negara pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menunjukkan, pertama, Pusat Pemulihan Aset mampu memulihkan aset tindak pidana secara efektif melalui kegiatan penelusuran aset, pengamanan aset, perampasan aset dalam rangka pemenuhan kewajiban pembayaran uang pengganti dan denda sebagaimana tercantum dalam amar putusan pengadilan. 

Kedua, potensi pemulihan aset dari perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap sangat besar (Uang Pengganti dan Denda). Khususnya dilaksanakan di masa penanganan pandemi Covid-19 serta upaya mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Leonard. 

Ketiga, penegakkan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Republik Indonesia, tidak hanya terfokus pada pemidanaan pelaku tindak pidana, tetapi juga pada pemulihan aset yang berasal dari harta atau kekayaan pelaku pidana yang dipergunakan atau diperoleh dari kejahatan.  

Kegiatan Penyerahan Uang Pengganti atas nama Terpidana George Gunawan itu dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M.(J-RO) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aroma Money Politics Sangat Terasa di Bangka Belitung, Tokoh Masyarakat Ingatkan Petugas Awasi Lapas dan Pelosok Pada Pencoblosan Pemilu 2024

Salah seorang Tokoh Masyarakat Bangka Belitung, Bujang Musa,