Ngaku Selokah Kejar Paket C di Jakarta, Politisi Demokrat Herman Jaya Harefa Ngibul Lagi

Ngaku Selokah Kejar Paket C di Jakarta, Politisi Demokrat Herman Jaya Harefa Ngibul Lagi.
Ngaku Selokah Kejar Paket C di Jakarta, Politisi Demokrat Herman Jaya Harefa Ngibul Lagi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungnya Wartawan Indonesia (DPC GWI) Kepulauan Nias, Loozaro Zebua mengemukakan, dari penelusuran yang dilakukan, ternyata Herman Jaya Harefa berperilaku bohong sejak lama.

Dari sejumlah temuan bukti dan fakta, politisi Partai Demokrat itu tidak bisa mempertanggungjawabkan identitas dan juga sepak terjangnya selama menjadi manusia, secara hukum.

Maju sebagai calon anggota DPRD dari Partai Berlambang Mercy, Herman Jaya Harefa diduga sering memalsukan dokumen, identitas dan bahkan pendidikannya.

Salah satu fakta, lanjut Loozaro Zebua, Herman Jaya Harefa mengaku lulus sebagai SMA dan mendapat ijazah dari sebuah lembaga pendidikan di Jakarta.

Herman Jaya Harefa tercatat sebagai salah seorang siswa Program Paket C pada pada Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Budaya, yang beralamat di Jalan Pramuka Jati Nomor 17, RT 04/RW 08, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ari Santoso menjelaskan, PKBM Budaya memiliki NPSN: 2965976. Berstatus Swasta. Dengan SK Pendirian: 5891/-1.851.332, tanggal 20 September 2011. Nomor Operasional PKBM Budaya: 394744-115866028-1480134370.PDF, terakreditasi dengan SK Akreditasi Nomor 023/BAN PAUD.PNF/AKR/2017, pada tanggal 16 Oktober 2017.

Herman Jaya Harefa mengaku telah mengikuti Ujian Nasional Paket C, pada Program IPS di Suku Dinas Dikmenti Kota Jakarta Pusat pada tahun 2007.

Sedangkan pada lembar Daftar Nilai Hasil Ujian Nasional 2007, untuk jenjang Paket C, Program Studi IPS, di Provinsi DKI Jakarta, Kota Jakarta Pusat, Kecamatan Senen pada tanggal 4 Juli 2007, ada nomor urut 290 dengan nomor peserta 01-01-07-290 atas nama Herman Jaya, yakni pria kelahiran Jakarta, pada 13 April 1973.

“Kami menduga, ini pemalsuan. Sebab, dia saja lahir di Sisobalihi pada 1 Februari 1979,” ujar Loozaro, Minggu (22/09/2019).(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan