Breaking News

Nelayan Solid dan Tak Kepengen Ribut, HNSI: Nelayan Akan Terima Putusan MK Dengan Lapang Dada

Nelayan Solid dan Tak Kepengen Ribut, HNSI: Nelayan Akan Terima Putusan MK Dengan Lapang Dada. Nelayan Solid dan Tak Kepengen Ribut, HNSI: Nelayan Akan Terima Putusan MK Dengan Lapang Dada.

Untuk menghindari adanya benturan vertical maupun horizontal pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019, segmen nelayan menyatakan akan dengan lapang dada menerima putusan MK itu.

Hal itu ditegaskan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) setelah menyaksikan masih maraknya perdebatan dan hubungan social yang mengarah ke ranah keretakan social karena Pilpres 2019.





Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru menegaskan, putusan MK bukanlah segala-galanya dalam proses berbangsa dan bernegara.

“Persaudaraan dan kecintaan kepada Indonesia, kekeluargaan yang saling berangkulan, itulah Indonesia. Nelayan, tidak mau pecah karena putusan MK. Maka sejak awal, nelayan siap dan dengan lapang dada menerima apapun putusan MK nantinya,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Rabu (26/06/2019).

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini menegaskan, secara khusus, Nelayan Indonesia yang tengah juga berjuang dengan berbagai problemanya, tidak mau diseret-seret untuk membuat rebut atau ricuh dengan sesama anak-anak bangsa Indonesia ini.





“Nelayan Indonesia percaya, apapun putusan MK, adalah demi masa depan dan kesejahteraan Nelayan juga di masa depan,” ujarnya.

Siswaryudi Heru menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Nelayan tidak mau terjebak dengan sengketa-sengketa yang memecah belah, yang malah membuat nelayan kesulitan bekerja mencari nafkahnya.

“Nelayan bersatu, solid dan tetap menjaga persaudaraan, menjaga kekeluargaan dan bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia, masyarakat yang adil dan makmur. Sudahi perdebatan yang meruncing, hentikan itu, dan mari bersatu padu, bergandengan tangan untuk Indonesia yang lebih baik lagi,” tutur Siswaryudi heru.





Dia mengingatkan, sejak lama, para pendiri Bangsa Indonesia pun sudah mengingatkan semua anak-anak bangsa ini agar tidak tercerai berai, kiranya tetap bersatu dengan bahu membahu membangun Keluarga Besar Indonesia yang bahagia, adil dan sejahtera.

“Bersatu Kita Teguh, itu menjadi slogan dan semboyan yang sekaligus menjadi spirit yang tertanam juga bagi Nelayan Indonesia. Kasihan kita rakyat ini, jangan karena putusan MK jadi terbelah. Nelayan tidak mau Indonesia terpecah-pecah belah. Kita siap menerima apapun putusan MK,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*