Breaking News

Nelayan Dukung Menteri Pilihan Jokowi, Jangan Hambur-Hamburkan APBN, Menteri Mesti Bawa Devisa Besar Bagi Negara

Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Nelayan Dukung Menteri Pilihan Jokowi, Jangan Hambur-Hamburkan APBN, Menteri Mesti Bawa Devisa Besar Bagi Negara. Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Nelayan Dukung Menteri Pilihan Jokowi, Jangan Hambur-Hamburkan APBN, Menteri Mesti Bawa Devisa Besar Bagi Negara.

Harapan Nelayan Indonesia untuk Kabinet Kerja Kedua milik Presiden Joko Widodo-Wapres Ma’aruf Amin, yakni kabinet yang mampu dan mau bekerja tanpa ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kabinet harus memiliki kreativitas anggaran yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal itu disampaikan, Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru menyikapi rencana pembentukan kabinet oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Siswaryudi Heru, tidak hanya karena ada APBN saja maka menteri bisa melaksanakan program. Dengan aksi kreativitas, banyak sumber penganggaran alternatif yang dimiliki Indonesia.

Misal, untuk sektor Kelautan dan Perikanan, tidak melulu harus mengandalkan APBN yang sudah ada. Banyak potensi perikanan dan kelautan yang seharusnya memberi sumbangsih nyata bagai pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan nelayan dan Negara.

Siswaryudi Heru yang juga Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini mengatakan, sektor kelautan dan perikanan harus mendatangkan devisa yang besar bagi Negara.

Hal itu juga sudah ditegaskan oleh Presiden Jokowi. Karenanya, sosok para menteri, harus mampu meningkatkan devisa negara, tanpa harus menghambur-hamburkan APBN.

Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini merinci, sektor kelautan dan perikanan juga harus mendatangkan devisa yang besar bagi Negara. Itu disambut hangat oleh nelayan.

Sebab, dengan peningkatan devisa yang besar bagi Negara, maka program-program pro nelayan pun akan bisa dengan mudah dilaksanakan.

“Jadi, kita membutuhkan menteri yang mampu mendongkrak peningkatan devisa Negara yang besar dari sektor ini. Jangan selalu mengandalkan APBN. Selain itu, menterinya harus menjalankan program-program dengan konkrit,” tutur Siswaryudi, di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Apalagi, kata dia, saat ini APBN sedang ngos-ngosan. Maka perlu dipilih menteri-menteri yang mampu melakukan terobosan, tanpa harus banyak menghabiskan anggaran dari APBN.

Misalnya lagi, dengan menjembatani dan melaksanakan program-program pro nelayan. Dengan membawa investor-investor mengembangkan kawasan nelayan menjadi lebih maju menuju kesejahteraannya.

“Selama ini, di tataran eksekusinya yang masih sering mengalami kemandegan. Menteri yang oke, tanpa harus terjebak dengan nama, harus mau dan mampu mengeksekusi program ke bawah. Sistem sudah terbangun kok,” ujar Siswarudi Heru.

Ketika ditanya, sosok seperti apa yang layak menduduki posisi menteri, dengan kapasitas dan kapabilitas yang mampu membawa uang ke negara, Siswaryudi Heru mengatakan, sangat banyak figur seperti itu.

“Salah satunya Pak Erick Thohir. Dia cukup mumpuni membawa uang dan investasi ke negara. Dia seorang pengusaha yang memiliki banyak potensi,” ujar Siswaryudi Heru.

Dijelaskannya, Indonesia memiliki lautan yang luas, ikan yang melimpah, jumlah nelayan Indonesia yang tidak sedikit, serta investasi yang tengah antri. Itu menjadi salah satu tulang punggung peningkatan kesejahteraan nelayan Indonesia.

“Dari sektor kelautan dan perikanan saja, potensi devisa atau pemasukan yang tinggi sedang menanti. Karena itu, pemerintah perlu memastikan dan mendorong perkembangan industri perikanan di tanah air,” ujarnya.

Tinggal menyambungkan saja. Investor maunya investasinya aman dan terjamin. Nelayan juga maunya ada jaminan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan.

“Nah, pemerintah bertugas memfasilitasi jaminan-jaminan di kedua belah pihak ini,” tuturnya.

Sehingga, para investor yang sedang antri pun tak mau kehilangan kesempatan yang baik ini. Jika tidak ada kepastian dan jaminan atas invetasi yang dilakukan, dikhawatirkan para investor akan hengkang.

Di sisi lain, Siswaryudi Heru mengatakan, kesejahteraan nelayan mesti menjadi salah satu keutamaan pemerintah dan investor.

Pemerintah perlu memberikan garansi, agar modal yang diinvestasikan di sektor ini saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, nelayan dan pengusaha.

“Sektor laut dan perikanan kita melimpah. Ikan kita jumlahnya banyak. Tetapi nelayan kita  masih sulit sejahtera. Di sisi lain, investor yang hendak menginvestasikan uangnya ke Indonesia pun antri. Tinggal bagaimana kita, pemerintah menyambungkan dan memberikan garansi agar investasi itu tepat sasaran dan menyejahterakan nelayan kita,” tuturnya lagi.

Karena itulah, menurut Siswaryudi, untuk mengembangkan industri perikanan di Tanah Air, tidak perlu membuang-buang APBN.

Sebab, investor sendiri yang akan membiayai, dan nelayan serta sumber laut Indonesia akan mendatangkan hasil melimpah bagi Negara. Tinggal mengeksekusinya saja dengan baik.

“Nelayan Indonesia tetap mendukung menteri-menteri pilihan Pak Jokowi, untuk kemajuan nelayan dan bangsa Indonesia,” katanya.(JR)

 

1 Comment on Nelayan Dukung Menteri Pilihan Jokowi, Jangan Hambur-Hamburkan APBN, Menteri Mesti Bawa Devisa Besar Bagi Negara

  1. Semoga Nelayan diperbaiki nasibnya, jangan janji2 mulu

Leave a comment

Your email address will not be published.


*