Breaking News

Negara Tidak Tegas Kepada Perusahaan Pinjaman Online, Desak Bubarkan Perusahaan Rentenir Online, Masyarakat Demo di Depan Pengadilan

Negara Tidak Tegas Kepada Perusahaan Pinjaman Online, Desak Bubarkan Perusahaan Rentenir Online, Masyarakat Demo di Depan Pengadilan.

Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Bela Korban Pinjaman Online menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa 26 Maret 2019.

Mereka mendukung para korban dari praktik rentenir online untuk melakukan gugatan, agar perusahaan-perusahaan rentenir online itu dihukum dan ditindak tegas.

Selama ini, kehadiran dan sepak terjang rentenir online sudah sangat meresahkan, bahkan mengancam nyawa warga masyarakat.

Koordinator Gerakan Bela Korban Pinjaman Online Nicho Silalahi menuturkan, Negara dan Pemerintah tidak pernah serius melindungi warga negaranya dari teror dan intimidasi serta sepak terjang buruk yang dilakukan perusahaan-perusahaan pengelola rentenir online.

Dia mengungkapkan, maraknya acaman, teror dan fitnah yang dilakukan para Desk Collector atau Debt Collector (DC) terhadap para nasabah, sudah melampaui ambang bataas kesabaran manusia.

“Sehingga banyak orang merasa tertekan dan mengalami depresi, bahkan di antaranya harus berakhir dengan bunuh diri. Ini harus dihentikan. Pemerintah dan Negara kok berdiam diri saja? Warga masyarakat harus dilindungi dari kejahatan dan teror yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pengelola rentenir online,” tegas Nicho Silalahi, di Jakarta, Rabu (27/03/2019).

Nicho menegaskan, aksi teror yang dilakukan para DC secara barbar itu sudah tidak mempertimbangkan aspek psikologis para korban. Oleh karena itu, dia mendorong masyarakat bersolidaritas dan melakukan perlawanan terhadap rentenir online.

Aksi yang digelar dari jam Sembilan pagi di depan PN Jakpus, Jalan Bungur Besar raya, Nomor 24,26 dan 28, Jakarta Pusat itu dikawal oleh sejumlah anggota kepolisian.

Para peserta aksi menggelar orasi secara bergantian, sembari menebarkan spanduk dan umbul-umbul berisi tuntutan mereka terhadap Negara dan pemerintah, untuk membasmi praktik buruk rentenir online.

Nicho Silalahi menjelaskan,  aksi yang digelarnya bersama warga masyarakat yang merupakan korban dan dirugikan oleh para rentenir online, juga dalam rangka melakukan Pengawalan Sidang Kedua Gugatan Korban Rentenir Online di PN Jakpus itu.

“Aksi ini juga sebagai bentuk kesedihan mendalam, sekaligus kemarahan kita melihat fenomena banyaknya korban yang menjadi depresi hingga berakhir dengan bunuh diri, akibat teror yang dilakukan oleh rentenir online jahanam itu,” imbuh Nicho.

Nicho membeberkan, dalam tuntutan para peserta aksi, Gerakan Bela Korban Pinjaman Online menyampaikan 12 poin tuntutan, yakni mendesak Rezim Jokowi-JK serta lembaga terkait agar membubarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kedua, kami mendesak agar Komnas HAM dibubarkan saja juga. Ketiga, tutup seluruh aplikasi rentenir online atau pinjaman online yang tidak berijin. Keempat, tangkap serta adili pemilik dan pegawai perusahaan rentenir online,” tegas Nicho Silalahi.

Kelima, hentikan Intimidasi, teror dan penyebaran data terhadap para korban Rentenir Online. Keenam, Sita seluruh aset Perusahan Rentenir Online yang telah merampok Rakyat Indonesia.

Ketujuh, berikan perlindungan terhadap para korban Rentenenir Online. Delapan, tangkap dan adili para pencuri data para korban Rentenir Online.

“Sembilan, tindak tegas seluruh oknum pejabat Negara yang terlibat dalam skema Fintech (Rentenir Online),” ujarnya lagi.

Kesepuluh, meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Informasi (Kominfo) dan Bank Indonesia (BI) bergerak cepat memblokir seluruh aplikasi dan transaksi keuangan para Rentenir Online.

Sebelas, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas potensi pencucian uang atau money laundry dan dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh Industri Fintech yang sudah merugikan keuangan negara.

“Dua belas, mendesak Pengadilan Negri Jakarta Pusat agar tidak main-main dalam mengadili gugatan yang dilakukan oleh para korban rentenir online,” tegasnya lagi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*