Breaking News

Napi Berontak di Dua Penjara, Terjadi Kerusuhan, Lapas Dibakar dan Dirusak

Napi Berontak di Dua Penjara, Terjadi Kerusuhan, Lapas Dibakar dan Dirusak. Napi Berontak di Dua Penjara, Terjadi Kerusuhan, Lapas Dibakar dan Dirusak.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III di Jalan Simpang Ladang, Desa Domba, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dibakar dan menyebabkan kerusuhan pada Kamis (16/5/2019).

Dari video yang beredar di media sosial, tergambar kericuhan yang terjadi di dalam lapas. Video itu direkam oleh salah seorang napi. Mobil ambulan dirusak dan sejumlah sepeda motor dibakar. Bagian gedung Lapas dan alat-alat juga dirusak.




 

Dalam video itu, para napi di dalam lapas tampak sibuk menggunakan ponsel dan menelepon. Mereka juga sibuk merekam kericuhan itu.

Pintunya jebol, pintunya jebol,”  ucap salah satu napi dalam video itu kegirangan. Kemudian napi lainnya mengatakan “Ricuh lapas, kami berontak ini,” ujar napi lainnya menimpali.

Masih dalam video itu, napi lainnya meminta rekan mereka agar masuk ke dalam gedung. Tak hanya itu, kaca-kaca gedung juga sudah hancur dihantam batu. Warga binaan juga membuka beberapa gerbang. Sejumlah napi melarikan diri dari pintu utama dan sejumlah kendaraan roda dua dan empat hancur dirusak dan digulingkan napi.




 

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan, dari informasi yang sudah dikumpulkan, penyebab kerusuhan yang memicu pembakaran lapas diduga berawal dari tertangkapnya salah seorang warga binaan membawa narkoba jenis sabu-sabu di dalam lapas.

“Kemudian apa yang dilakukan oleh petugas terhadap warga binaan tersebut menimbulkan empati dari teman-teman warga binaan lainnya sehingga terjadi kejadian itu,” ujarnya.

Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, sejauh ini sedikitnya sudah 92 narapidana warga binaan di lapas tersebut yang kabur berhasil ditangkap kembali oleh petugas.




 

“Sampai sejauh ini, sementara 92 napi yang kabur sudah berhasil diamankan kembali oleh petugas,” ujar Irjen Pol Agus Andrianto.

Untuk pengamanan lanjutan, kata dia, personel Polri dibantu TNI terus bersiaga dan petugas lapas terus melakukan perbaikan terhadap fasilitas lapas yang rusak dampak kerusuhan yang dilakukan oleh napi.

“Semoga bisa segera pulih dan terus dilakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak,” tuturnya.

Kerusuhan dan pembakaran juga telah terjadi di Rumah Tahanan Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau, Sabtu (11/5/2019) pagi.




 

Kerusuhan ini diduga akibat tindak kekerasan yang dilakukan para petugas rutan terhadap sejumlah warga binaan atau napi.

Salah seorang napi, Sudanto mengatakan, kerusuhan terjadi mulai pukul 01.00 WIB. Pasca-kerusuhan dan kebakaran, Sudanto dipindahkan ke Ruang Tahanan Kepolisian Sektor Siak.

Sudanto menyebutkan, awalnya ada razia dari pihak rutan dan ditemukan ada warga binaan yang kedapatan mengonsumsi sabu.




 

“Lalu datang polisi untuk mengamankan dan tiga orang dimasukkan ke sel. Pegawai datang dan tahanan itu ditampar. Jadi tahanan lain marah semua,” ungkapnya.

Menurut dia, setelah itu, para warga binaan langsung marah dan mendobrak pintu sel masing-masing. Bahkan, ada yang jebol dan hancur oleh para tahanan hingga semuanya bisa keluar dari sel. “Pintu-pintu dihancurkan, petugas keluar semua,” ujar Sudanto.

Sejak itu, rutan mulai dikuasai para napi dan sebagian di antara mereka mulai melemparkan sejumlah benda.  Dia mengatakan, terdengar pula suara tembakan dari dalam rutan. Ia menduga berasal dari senjata laras panjang yang ada di rutan.




 

“Mulai pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari, mereka lempar batu supaya polisi tidak masuk. Ada juga api ketika sudah besar kami lari keluar, ke belakang,” tutur pria yang sehari-hari bertugas di bagian dapur rutan itu.

Sudanto dan beberapa rekannya yang diamankan polisi mengaku menyerahkan diri. Sejauh ini ada 12 tahanan yang dipindahkan ke sel Polsek Siak yang berada 2-3 kilometer dari rutan. Hingga pukul 03.30 WIB, api sudah tidak terlihat membara, tetapi terlihat hampir semua bangunan rutan ludes.

Pihak berwajib dan yang berkepentingan lainnya masih berada di lokasi demikian pula ratusan warga yang ramai melihat kondisi rutan.




 

Lapas Rusuh dan Dibakar, Dirjen PAS Gelar Video Call

Setelah sempat terjadi kerusuhan, saat ini Lapas Langkat sudah  kembali kondusif.

Warga binaan yang sempat berada diluar lapas, saat ini telah kembali  ke kamar hunian masing-masing,” ungkap Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (16/5/2019).

Sri Puguh Budi Utami telah melakukan komunikasi melalui videocall dengan warga binaan Lapas Langkat yang antusias bergantian meneriakkan aspirasinya.




 

“Kalian tenang,  saya akan datang ke sana besok. Saya akan mendengarkan keluhan kalian. Saya minta kalian tenang,  tertib dan kembali ke blok masing-masing, ” kata Sri Puguh Budi Utami kepada warga binaan yang riuh rendah berteriak melalui ponselnya.

Melalui  arahan jajaran Kanwil Sumatera Utara yaitu oleh Kepala Divisi  Administrasi, Kepala Divisi Imigrasi, TNI, Kepolisian dan Petugas PAS,  warga binaan secara sukarela tertib kembali ke kamar masing-masing.

“Jumlah  warga binaan yang telah kembali ke kamar hunian, akan  dipastikan setelah dilakukaan penghitungan secara cermat. Besok saya dan jajaran akan melakukan dialog secara langsung dengan warga binaan Lapas Langkat, menampung  aspirasi mereka.




 

“Kami akan konsisten memenuhi hak-hak mereka, namun kami juga tidak bergeming untuk tegas menghentikan peredaran narkoba di dalam lapas dan  rutan,” ujarnya.

Peristiwa dipicu awalnya oleh penemuan Narkoba jenis Sabu oleh petugas Lapas Langkat dan  langsung berkoordinasi dengan Polres Langkat yang  langsung menindaklanjuti dengan pemeriksaan.

Hal inilah yg diduga memprovokasi sejumlah narapidana melakukan perlawanan  yang berujung pada pemberontakan hingga menjebol pintu Lapas Langkat.




 

Ditambah lagi jumlah petugas yang sangat tidak seimbang dengan jumlah hunian. Rusuh mulai terjadi saat polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap narapidana yang terlibat peredaran narkoba.

“Penyebab pasti dari kejadian ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman,  sedangkan jumlah pasti warga binaan masih kami inventarisir, adanya napi yang  melarikan diri juga sudah kami koordinasikan dengan TNI juga kepolisian untuk dilakukan pengejaran, selain dilakukan oleh jajaran petugas pemasyarakatan wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.

Saat kejadian jumlah penghuni Lapas Langkat berdasarkan Sistim Database Pemasyarakatan (SDP) adalah 1635 orang dari kapasitas seharusnya untuk 915 orang.




 

BNN: Sistem Pengawasan Lapas Buruk

Terkait kebakaran Lapas Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga insiden itu dipicu buruknya sistem pengamanan dalam lapas.

Kerusuhan di Lapas Langkat awalnya dipicu oleh penemuan narkoba jenis sabu-sabu oleh petugas lapas. Saat petugas bersama polisi memeriksa terjadi perlawanan dari narapidana hingga terjadi kerusuhan.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko meminta agar Kemenkumham membenah total sistem pengamanan dalam lapas sehingga narkoba tidak bisa masuk. Diakuinya kasus temuan narkoba hingga terjadi kerusuhan bukan kali ini saja terjadi di lapas.




 

“Harus segera dilakukan pembenahan,” tutur Heru di Kantor BNN, Jakarta Timur.

Heru menuturkan, perbaikan sistem harus benar-benar menyentuh hingga ada sikap tegas para sipir, petugas lapas atau rutan agar jangan ada lagi yang bermain mata dengan napi terutama terkait narkoba.

Selama ini, kata dia, kerap ditemukan ada petugas yang memberi “kenyamanan” lebih kepada para napi narkoba. Heru meminta agar petugas yang terlibat “main mata” dengan napi dihukum tegas, jangan hanya diberi sangsi disiplin.




 

“Kami juga sudah meminta kepada Dirjen PAS untuk menindak tegas keterlibatan sipir, jangan hanya sangsi disiplin saja. Apalagi selama ini kami sudah memproses beberapa kalapas terkait pencucian uang,” ujarnya.

Menurut Heru, Deputi Pemberantasan BNN kini terus memantau fenomena yang terjadi di lapas. Sebagian napi narkoba diketahui masih bebas mengendalikan bisnis narkotika dari balik jeruji besi karena buruknya pengawasan.

“Dari beberapa pengungkapan yang kami lakukan, semua bermuara ke lapas. Yang terbaru kemarin, 200 kilogram sabu dikendalikan dari Lapas Cirebon,” ujarnya.




 

BNN sudah melaporkan kasus itu ke Dirjen Pemasyarakatan sejak setahun belakangan. Namun, ia menyayangkan belum ada perbaikan sistem yang signifikan sehingga kasus itu terus terulang.

“Kami bicarakan formula untuk menanggulanginya sudah setahun ini berjalan. Harapannya perbaikan sistem untuk memutuskan mata rantai jaringan mereka,” tutupnya.

Peredaran Gelap Narkoba di Lapas Jadi Pemicu

Kabag Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto menyampaikan, kerusuhan di dua lapas tersebut diawali adanya penangkapan warga binaan yang menyimpan, membawa, menguasai narkoba oleh petugas yang sedang bertugas.




 

Langkah progresif Ditjenpas melalui jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam rangka memberantas narkoba di lapas-lapas dan rutan mendapat reaksi perlawanan dari warga binaan yang terlibat jaringan peredaran gelap narkoba.

“Aksi pengrusakan dan pembakaran  fasilitas negara, dan pelarian narapidana merupakan bentuk perlawanan narapidana yang melanggar hukum. Mereka bisa dijatuhi pidana lagi, di samping pidana yang sedang dijalaninya,” tutur Ade Kusmanto, Jumat (17/05/2019).

Selanjutnya, apabila perlakuan petugas yang tidak profesional, melanggar kode etik, petugas pemasyarakatan akan ditindak tegas sesuai dengan tanggung jawabnya.




 

Ade Kusmanto juga meminta dukungan dari seluruh jajaran instansi Penegak Hukum (Gakkum) terkait, Pemerintah Daerah, masyarakat serta insan media untuk turut menciptakan lapas  dan rutan bebas dari peredaran henpon, narkoba, serta pungli.

“Agar dalam menyikapi permasalahan lapas dan rutan secara komprehensif dan bijak. Karena lapas dan rutan milik kita semua, dimana di dalamnya ada saudara-saudara kita yang membutuhkan pembinaan agar tidak kembali melanggar hukum,” tutupnya.

Patuhi Saja Surat Edaran Menteri

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Andika Dwi Prasetya menyatakan keprihatinan yang menimpa dua lapas yang rusuh dan kebakaran itu.




 

Mantan Kepala Lapas Cipinang ini menyatakan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah  mensosialisasikan dan memerintahkan kpepada seluruh Kepala Lapas dan Kepala Rutan,  untuk memperhatikan dan melaksanakan perintah Pimpinan Kementerian maupun Pimpinan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Sebagaimana yang sudah diterimanya juga, Andika mengatakan hal yang sama tentunya sudah diterima oleh Kepala Lapas dan Kepala Rutan di seluruh Indonesia.

“Perintah itu telah dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: M.HH-01.PK.02.10.01 Tahun 2019 tentang Penanganan Gangguan Keamanan dan Ketertiban atau Kamtib pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara atau Rutan,” tutur Andika, Jumat (17/05/2019).




 

Dalam Surat Edaran itu, kata dia, setiap Kalapas dan Karutan, harus  senantiasa melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya peristiwa gangguan Kamtib di Lapas dan Rutan.

“Teman-teman Kalapas dan Karutan, agar melakukan langkah-langkah pendekatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) masing-masing. Berikan mereka empati, supaya mereka pun memberikan empatinya kepada kita. Ajak jajaran pejabat structural untuk turun ke lapangan dalam menjalin atau melakukan sambung rasa,” tuturnya.

Selain itu, setiap Kalapas dan karutan mesti maksimalkan jajaran pengamanan dan Administrasi Keamanan (Adkam) sebagai upaya deteksi dini.




 

“Optimalkan pemberian hak-hak dasar warga binaan. Lakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh jajaran, agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang, agar tidak terjadi perbuatan-perbuatan transaksional yang berakibat merugikan warga kita. Dan, jangan ada perbuatan-perbuatan pungutan liar atau pungli,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya, lanjut Andika, dia menyarankan agar para Kalapas dan Karutan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan standar yang sangat baik.




 

“Kalau di DKI Jakarta, pembinaan secara khusus dalam mengimplementasikan petunjuk dan perintah pimpinan, hal-hal tersebut saya minta kepada seluruh Kalapas dan Karutan se-DKI Jakarta untuk dilaksanakan.  Semoga, kondisi lapas dan rutan tetap aman dan kondusif,” tuturnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*