Museum Gajah Kebakaran, Pegiat Budaya Desak Pengusutan Tuntas

Museum Gajah Kebakaran, Pegiat Budaya Desak Pengusutan Tuntas

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
433
2
Museum Nasional atau Museum Gajah Kebakaran-Foto Tangkapan Layar Gedung A Museum Nasional memiliki 21 ruangan. Sebanyak 15 ruangan lainnya tak tersentuh api. Metro TVMuseum Nasional atau Museum Gajah Kebakaran-Foto Tangkapan Layar Gedung A Museum Nasional memiliki 21 ruangan. Sebanyak 15 ruangan lainnya tak tersentuh api. Metro TV

Pegiat kebudayaan dari Lembaga Kajian Kebudayaan Indonesia (LKKI) meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas peristiwa kebakaran yang menimpa Museum Nasional atau Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Sabtu malam (16/09/2023).

Ketua Umum Lembaga Kajian Kebudayaan Indonesia (LKKI), Rizal Siregar, sangat menyesalkan terjadinya kebakaran yang melanda Museum Nasional atau Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat itu.

“Mengapa Museum Gajah menyimpan 190-ribuan benda-benda bernilai sejarah bisa terbakar? Bagaimana dengan pengamanannya di Museum Nasional.  Kejadian ini harus diusut tuntas, dan disampaikan ke masyarakat ke sejelas-jelasnya,” tutur Rizal Siregar, dalam keterangan pers yang diterima Minggu (17/09/2023).

Rizal Siregar mengatakan, Museum Nasional atau Museum Gajah itu menyimpan banyak koleksi. Di mana banyak lintas peradaban tersimpan di dalamnya.  Riwayat Museum Nasional cukup panjang. Maka, jika terjadi kebakaran akan binasalah koleksi yang dimiliki Museum Nasional.

“Koleksi yang ada di Museum Nasional tersebut tidak bisa dinilai dengan mata uang mana pun, sebab beda-benda di dalamnya memiliki nilai sejarah yang cukup berarti bagi anak bangsa. Selain itu, pihak Museum Nasional harus membikin replikanya Kembali,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Rizal Siregar menekankan, pihak Museum Nasional atau pihak Kemendikbudristek harus secara cepat memastikan benda-benda apa saja yang binasa, yang rusak berat atau rusak ringan, atau juga yang bisa diselamatkan.

Rizal Siregar menyampaikan, terjadinya ‘pemusnahan’ koleksi sejarah di sejumlah museum juga pernah terjadi. Seperti pada Museum Bahari.

Seharusnya, hal itu menjadi pelajaran sangat berharga bagi Pemerintah, untuk melakukan penjagaan ketat kepada museum-museum, seperti Museum Nasional atau Museum Gajah tersebut.

“Kami dari LKKI kecewa dengan Pemerintah telah lalai dalam menjaga warisan budaya yang tak ternilai harga jika betul-betul binasa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Belajar dari terbakarnya Museum Bahari di Jakarta beberapa waktu lalu, maka hal ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, Rizal Siregar menyampaikan, Pemerintah harus melakukan investigasi penyebab kebakaran di Museum Nasional tersebut dalam waktu secepatnya.

“Diharapkan tidak ada yang ditutup-tutupi dari peristiwa kebakaran Museum Nasional tersebut,” tandasnya.

Terkait kebakaran Museum Gajah ini, Polisi telah memeriksa 14 orang saksi untuk mengusut penyebab kebakaran Gedung A Museum Nasional yang terjadi pada Sabtu (16/9/2023) malam.

Belasan saksi itu di antaranya merupakan sekuriti, pekerja museum, hingga tukang bangunan yang sedang melakukan proses renovasi di Gedung C Museum Nasional.

“Saat ini masih interogasi, masih terus dilakukan berjalan, sampai dengan siang hari ini ada 14 yang secara bergantian (kita periksa),” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Minggu (17/9/2023).

Polisi juga telah membangun posko terpadu yang fungsinya untuk menggali berbagai informasi terkait peristiwa kebakaran tersebut.

“Untuk melakukan menggali informasi lebih dalam lagi terkait dengan apa yang terjadi serta siapa yang melihat dan aktivitas keseharian mereka,” ucap dia.

Dalam proses penyelidikan ini, kata Komarudin, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV untuk bisa mengungkap penyebab kebakaran.

“Iya ada (rekaman CCTV yang diamankan) di beberapa titik yang diamankan. Untuk pastinya nanti setelah terkumpul ya,” sebut Komarudin.

Kebakaran terjadi di Museum Nasional atau Museum Gajah pada Sabtu (16/9/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut seorang petugas kepolisian yang bertugas di TKP, api telah berhasil dipadamkan sebelum pukul 21.00 WIB.

Akibat dari kebakaran tersebut, Museum Nasional akan ditutup sementara untuk umum. Belum diketahui sampai kapan museum tersebut akan dibuka kembali.

Atas insiden kebakaran ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mendorong pihak kepolisian segera melakukan investigasi.

“Jadi ini merupakan hal yang sangat menyedihkan buat kami, bahwa ini bisa terjadi,” kata Nadiem Makarim di lokasi, Sabtu (16/9/2023).

“Tentunya tadi kami juga berbicara dengan aparat kepolisian untuk bisa segera melakukan investigasi mengenai apa alasan dan penyebab kebakaran tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, kata Nadiem, pihaknya juga akan membuat tim gabungan yang terdiri dari pihak museum dan pakar museum yang bakal bekerja sama dengan aparat kepolisian dan pemadam kebakaran.

Tim gabungan ini akan bekerja sama untuk mengidentifikasi kerusakan dan mengamankan benda-benda bersejarah yang ada di Museum Nasional.(RED)

2 Comments

  1. usut tuntas peristiwa kebakaran, museum nasional merupakan cagar budaya

  2. Wah Perlu di investigasi lebih medetail

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tolak Keras Permodalan China di PT Dairi Prima Mineral (DPM), Masyarakat Dairi Geruduk Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta

Masyarakat Dairi, Sumatera Utara, yang tergabung dalam Warga