Mulai Aneh-Aneh, Para Pelaku Dugaan Mega Korupsi Jiwasraya Mangkir Dari Pemeriksaan Kejaksaan Agung

Kasus Korupsi PT Asuransi Jiwasraya Persero

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono: Untuk pengusutan kasus korupsi PAsuransi Jiwasraya (Persero), dari 20 orang yang dipanggil, yang mana SID-nya diblokir, sebanyak 18 orang tanpa keterangan mangkir dan tak hadir pada pemeriksaan Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung, pada Jumat 14 Februari 2020.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono: Untuk pengusutan kasus korupsi PAsuransi Jiwasraya (Persero), dari 20 orang yang dipanggil, yang mana SID-nya diblokir, sebanyak 18 orang tanpa keterangan mangkir dan tak hadir pada pemeriksaan Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung, pada Jumat 14 Februari 2020.

Para pelaku dugaan Mega Korupsi Jiwasraya mulai aneh-aneh. Gelagat tak baik sudah mulai dipertunjukkan oleh sejumlah orang yang hendak dimintai keterangannya oleh penyidik Pidsus Kejaksaan Agung.

Dari 20 orang yang dipanggil oleh penyidik di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, pada Jumat 14 Februari 2020,  sebanyak 18 orang tidak hadir.




Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengungkapkan, ada 18 orang Pemilik Single Investor Identification (SID) yang dipanggil untuk dimintai keterangannya oleh Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung. Semuanya tidak hadir.

Terhadap ke-20 orang pemilik SID itu telah dilakukan pemblokiran. “Sedangkan ke-18 orang pemilik SID itu yang keberatan diblokir, gagal diperiksa oleh Tim Penyidik Jampidsus, karena tidak hadir tanpa ada keterangan apapun. Tak ada keterangan kenapa tak hadir,” ungkap Hari Setiyono, di Jakarta, Sabtu (15/02/2020).

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Wakajati Sumsel) ini menjelaskan, seyogianya pada hari Jum’at, 14 Februari 2020 Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang pemilik SID yang keberatan diblokir. Karena diduga terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (persero).




Ke-20 orang yang rencananya dimintai keterangannya adalah pribadi maupun perusahaan  yang rekening SID diblokir oleh Tim Penyidik. Namun hingga sore hari, pemilik SID yang hadir hanya 2 orang.

“Itupun hanya meminta penundaan pemeriksaan karena merasa belum siap. Sedang sisanya 18 orang tidak hadir tanpa ada keterangan, kendati sudah dipanggil secara patut menurut hukum acara pidana di Indonesia,” jelas Hari Setiyono.

Sehingga pemeriksaan hari itu hanya lanjutan dari pemeriksaan  sebelumnya atas nama saksi Mantan Kepala Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya Mohammad Rommy, Yongky Teja (saksi yang keberatan rekening sahamnya diblokir), Fatahillah Moh Kanam ( dari PT  Bank CIMB Niaga hanya diminta menyerahkan data rekening).




Hari Setiyono menegaskan, pemeriksaan ke 20 orang tersebut sebagai pihak-pihak terkait dalam perkara mega korupsi PT Jiwasraya yang nilai kerugian negaranya kini bertambah dari Rp 13,7 triliun menjadi Rp 17 triliun. Dan diprediksi masih akan terus bertambah.

“Padahal, pemeriksaan mereka itu sangat diperlukan oleh Tim Penyidik, guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi serta mengungkap peristiwa yang sebenarnya,” tandas Hari Setiyono.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan