MK Tolak Permohonan Tim Prabowo Subianto, Apresiasi Kinerja TNI/Polri, KPU dan Bawaslu, Pengurus Nasional Gencar Minta Kedua Kubu Bergandengan Tangan Wujudkan Pembangunan Nasional

MK Tolak Permohonan Tim Prabowo Subianto, Apresiasi Kinerja TNI/Polri, KPU dan Bawaslu, Pengurus Nasional Gencar Minta Kedua Kubu Bergandengan Tangan Wujudkan Pembangunan Nasional.
MK Tolak Permohonan Tim Prabowo Subianto, Apresiasi Kinerja TNI/Polri, KPU dan Bawaslu, Pengurus Nasional Gencar Minta Kedua Kubu Bergandengan Tangan Wujudkan Pembangunan Nasional.

Relawan Pemenangan Pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin yang tergabung dalam Gerakan Cinta Tanah Air (Gencar) mengajak semua pihak, terutama dua kubu yang selama masa Pemilu 2019 berseberangan, untuk hendaknya bergandengan tangan untuk mewujudkan Pembangunan Nasional.

Pengurus Nasional Gerakan Cinta Tanah Air (PN Gencar) menyampaikan, Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang menolak permohonan gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah keputusan final yang menandakan bahwa yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8 adalah Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin.





Seraya mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo-KH Ma’aruf Amin, Ketua Umum Pengurus Nasional Gerakan Cinta Tanah Air (Ketua Umum PN Gencar) Hendrik Yance Udam juga mengapresiasi kinerja TNI/Polri yang sangat baik dalam mengawal dan menjaga Indonesia selama masa proses Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Hendrik Yance Udam saat menggelar jumpa pers di Sekretariat Pimpinan Nasional Gencar yang terletak di Jalan Danau Toba 145 Pav, Poros Benhil, Jakarta Pusat, pada Kamis 27 Juni 2019.

“Pertama-tama, kita mengucapkan selamat dan sukses kepada Presiden Bapak Joko Widodo dan KH Ma’aruf Amin yang telah ditetapkan oleh MK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024,” ucap Hendrik Yance.





Dia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada KPU dan Bawaslu yang sudah berhasil melaksanakan pemilihan umum. Selain itu Hendrik juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang sudah menjaga keamanan Nasional dari sejak pemilu hinggak keputusan MK.

“Sebagai anak bangsa dan sebagai ormas yang selalu memberikan isu-isu merah-putih di negeri ini, kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada TNI dan Polri, KPU dan instrumennya yang sudah bisa menjaga stabilitas keamanan Nasional, paska pemilihan Presiden sampai kepada keputusan Mahkamah Konstitusi,” tuturnya.

Menurutnya, keputusan MK sudah sangat final dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar meninggalkan perbedaan-perbedaan pasca pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.





“Keputusan Mahkamah Konstitusi adalah keputusan yang sangat final. Dan siapapun tidak dapat mengganggu gugat keputusan itu. Karena itu adalah lembaga tinggi negara yang lebih tinggi daripada instrumen-instrumen lainnya. Saya dan teman-teman yang yang bergabung dalam Pengurus Nasional Gerakan Cinta Indonesia, meminta kepada seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk bersama-sama merajut persatuan dan kesatuan anak bangsa,” jelasnya.

Hendrim Yance juga menyampaikan terimakasih kepada calon Presiden nomor urut 02 yang mendukung seluruhnya keputusan MK.

“Saya juga mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Prabowo Subianto yang sudah mengeluarkan sebuah statement politiknya,” ujarnya.





Dia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal janji-janji kampanye yang disampaikan oleh Presiden terpilih, Joko Widodo dan Wakil Presiden, Kyai Ma’aruf Amin.

“Pemilihan presiden telah selesai. Dan proses-proses di MK telah selesai dan Bapak Jokowi telah ditetapkan sebagai Presiden terpilih 2019-2024. Tinggalkan perbedaan-perbedaan itu. Tinggalkan perbedaan-perbedaan idiologi berpolitik untuk bagaimana mensukseskan pembangunan nasional, untuk mensukseskan program-program yang sudah dikampanyekan,” ujar Hendrik Yance.(JR/Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan