Mirip EURO Tahun 2012, Gli Azzuri dan La Furia Roja Akan Saling Bantai

Mirip EURO Tahun 2012, Gli Azzuri dan La Furia Roja Akan Saling Bantai

- in DAERAH, DUNIA, NASIONAL, OLAHRAGA
42
0
Semifinal Piala Eropa 2020, Prediksi Pertandingan Italia Vs Spanyol, Rabu 07 Juli 2021: Mirip EURO Tahun 2012, Gli Azzuri dan La Furia Roja Akan Saling Bantai. - Foto: Lorenzo Insigne melompat merayakan golnya bersama rekan satu timnya, pada laga pembuka Euro 2020 yang mempertemukan Italia vs Turki, di Stadion Olimpico, Sabtu 12 Juni 2021 dini hari WIB. (AFP/Filippo Monteforte)Semifinal Piala Eropa 2020, Prediksi Pertandingan Italia Vs Spanyol, Rabu 07 Juli 2021: Mirip EURO Tahun 2012, Gli Azzuri dan La Furia Roja Akan Saling Bantai. - Foto: Lorenzo Insigne melompat merayakan golnya bersama rekan satu timnya, pada laga pembuka Euro 2020 yang mempertemukan Italia vs Turki, di Stadion Olimpico, Sabtu 12 Juni 2021 dini hari WIB. (AFP/Filippo Monteforte)

Piala Eropa 2020 sudah memasuki Semifinal. Dua raksasa sepak bola Eropa akan berlaga. Timnas Italia melawan Timnas Spanyol dijadwalkan duel di Stadion Wembley, London,  pada Rabu (07/07/2021) Pukul 02.00 dini hari WIB. 

Gli Azzuri, julukan Timnas Italia, dan La Furia Roja, julukan Timnas Spanyol, akan bergulat keras dalam laga babak semifinal ini. 

Namun, di Timnas Italia, Leonardo Spinazzola yang bermain luar biasa sepanjang turnamen, harus absen. Karena mengalami cedera tendon yang cukup parah kala melawan Belgia di babak 8 besar. 

Bukan hanya tidak memperkuat Timnas Italia pada laga semi final ini, Leonardo Spinazzola yang juga bek AS Roma itu diperkirakan akan menepi dari lapangan hijau hingga 6 bulan ke depan. 

Kehilangan Spinazzola tentu berpengaruh bagi tim asuhan Roberto Mancini. Kolaborasinya dengan Lorenzo Insigne di sisi kiri permainan Italia kerap merepotkan pertahanan lawan. Bahkan, Spinazzola 2 kali menyabet gelar man of the match sepanjang Piala Eropa 2020 ini. 

“Saya tentu sangat sedih dengan apa yang dialami Spina. Ia pemain penting di tim ini. Terlebih karena kami semua merasa sebagai saudara. Sangat tidak menyenangkan ketika kamu kehilangan saudaramu dalam kondisi seperti itu,” ujar Penyerang Timnas Italia, Federico Chiesa. 

Tanpa Spinazzola, pelatih Roberto Mancini sebenarnya masih punya Emerson Palmieri yang juga bisa diandalkan di sektor bek kiri. Bek milik Chelsea itu pun juga sudah menjalani pemanasan yang cukup jelang laga semifinal nanti. 

Total, Emerson telah mendapatkan 100 menit bermain di Piala Eropa 2020. Selama 90 menit penuh ia mainkan saat berhadapan dengan Wales. Sedangkan 10 menit lain saat menggantikan Spinazzola di laga kontra Belgia. 

Selain itu, Pelatih Roberto Mancini kerap memberlakukan rotasi selama kompetisi Piala Eropa 2020 ini. Dari 26 pemain yang dibawa, 25 di antaranya sudah mendapatkan menit bermain. 

Hanya kiper ketiga yakni Alex Meret yang belum pernah merasakan bermain sejauh ini. Namun hal itu bisa dimaklumi mengingat penjaga gawang merupakan posisi yang paling jarang mendapatkan rotasi di sebuah turnamen singkat seperti ini. 

Hal berbeda terjadi di 3 semifinalis lain yakni Spanyol, Inggris, dan Denmark. Masing-masing dari ketiganya sejauh ini baru menggunakan 21 pemain saja. Artinya, ada sekitar 5 pemain yang belum mendapatkan menit bermain di Piala Eropa 2020 ini. 

Maka, kualitas pemain yang dibawa oleh Mancini ke kompetisi Piala Eropa ini boleh dibilang lebih merata ketimbang tim lain. Bahkan pemain pelapis seperti Matteo Pessina dan Manuel Locatelli sudah unjuk aksi. Keduanya telah mencetak 2 gol dan bisa menambah pilihan di lini tengah Italia. 

Pemain lain seperti Giovanni Di Lorenzo pun tak demam panggung ketika menggantikan Alessandro Florenzi yang mengalami cedera. Demikian juga dengan Domenico Berardi, Alessandro Bastoni, maupun Rafael Toloi yang bermain apik ketika diberi kesempatan berlaga. 

Pelatih kawakan asal Portugal yang pada musim depan akan melatih klub Italia AS Roma, Jose Mourinho mengomentari pertemuan Italia dan Spanyol di babak semi final ini. 

Menurut Mourinho, Italia sejauh ini tampak lebih kuat ketimbang Spanyol. Di mata Mourinho, kekuatan Italia tercermin lewat hasil positif yang mereka raih sejak kualifikasi. 

Setelah mengalahkan Belgia di perempat final, Italia tercatat sudah mengemas 15 kemenangan beruntun. 

Melansir laman resmi UEFA, merupakan rekor kemenangan beruntun terbanyak dalam sejarah kompetisi antarnegara Eropa. 

“Mereka tidak hanya melakukannya dengan baik selama Euro, mereka melakukannya dengan sangat baik, bahkan sebelum Euro,” kata Mourinho, dikutip dari Football Italia. 

Selain hasil positif sejak kualifikasi, kekuatan Italia juga tercermin lewat komposisi pemain dan pengalaman staf pelatih Gli Azzurri. 

Menurut Mourinho, komposisi pemain Italia sangat solid meski baru kehilangan salah satu pemain penting, Leonardi Spinazzola, yang mendapat cedera saat berjuang melawan Belgia. 

Soal staf pelatih, Mourinho mengatakan, Roberto Mancini memiliki rekan-rekan yang sangat berpengalaman. 

“Perpaduan pemain yang sempurna di dalam skuadBonucci dan Chiellini bisa bermain dengan mata tertutup, mereka telah bermain bersama selama bertahun-tahun,” ujar Mourinho. 

Untuk laga kali ini, lanjutnya, Italia telah kehilangan Spinazzola. Sebab Spinazzola adalah pemain yang sangat penting Timnas Italia. 

“Emerson akan bermain sekarang, dia adalah pemain yang bagus dan berpengalaman, tetapi Spinazzola bermain dengan sangat baik sebelumnya,” ucap Mourinho. 

Mourinho melihat, ada Jorginho memberikan stabilitas yang luar biasa, BarellaVerratti, Locatelli, ada begitu banyak bakat di Italia. 

“Dalam serangan, Immobile dan Belotti, mereka tidak membunuh, mereka tidak mencetak gol. Gol datang dari posisi yang berbeda. InsigneChiesa, mereka berbakat dan semangatnya sangat bagus,” ujarnya. 

Staf Pelatih Timnas Italia juga sangat lengkap. Mancini dikelilingi oleh orang-orang dengan pengalaman dan pengetahuan luar biasa. 

Mourinho mengatakan, kekuatan yang dimiliki pasukan Gli Azzurri kemudian didukung oleh pandangan positif dan keyakinan para suporter Timnas Italia. 

“Negara ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Tim Nasional. Sekarang saya sedang karantina di Roma, di pusat pelatihan klub. Dari sini, saya bisa merasakan bahwa semua orang bukan hanya bersemangat tetapi mereka juga memiliki perasaan positif terhadap tim,” tuturnya lagi. 

Keyakinan yang ditunjukkan para pendukung Timnas Italia pun menjadi suntikan motivasi dan kepercayaan diri bagi anak-anak asuh Roberto Mancini. 

Hal itu diungkapkan oleh Mourinho yang sempat berbicara dengan calon pemainnya di AS Roma, Spinazzola. 

“Saya berbicara dengan Spinazzola hari ini dan dia memberi tahu saya tentang seberapa percaya diri orang-orang ini,” sebut Mourinho. 

Kekuatan, semangat, dan kepercayaan diri skuad Italia membuat mereka layak dijagokan untuk mengalahkan Spanyol dan melaju ke final Piala Eropa 2020 ini. 

Mourinho pun menyebut, Italia lebih kuat daripada Spanyol. Namun, dia belum berani menjamin kelolosan Italia. 

Mourinho tampak memperhitungkan kekuatan Spanyol yang pada final Piala Eropa Tahun 2012 mampu menghajar Italia dengan skor 4-0. 

“Saya tidak mengatakan mereka 100 persen akan ke final. Saya menghormati Spanyol, saya tidak berpikir mereka sekuat Italia, tetapi mereka memiliki pemain-pemain berbakat,” ujar Mourinho. 

Mourinho mengingatkan, Spanyol memiliki cara bermain tertentu, yang ketika permainan berjalan ke arah yang mereka inginkan, mereka mampu melukai setiap lawan. 

“Ini seperti pertandingan ulang final Piala Eropa Tahun 2012 ketika Spanyol menghancurkan Italia. Orang-orang mengharapkan Italia menang,” tandas Mourinho. 

Sementara, bek andalan Timnas Spanyol, Cesar Azpilicueta meminta rekan-rekannya menghentikan Jorginho untuk memenangkan laga semifinal Piala Eropa 2020 ini. 

“Kami memiliki grup Whatsapp dengan rekan setim di Chelsea, tetapi akan menyenangkan bertemu dengannya (Jorginho) lagi di lapangan,” ujar Azpilicueta, sebagaimana dikutip dari Football Italia. 

Jorginho,  kata dia, adalah pemain penting bagi Italia. “Itulah mengapa sepakbola hebat, sekarang kami akan memberikan yang terbaik untuk Tim Nasional kami. Jorginho telah terbukti menjadi pemain penting bagi Italia,” ujar Azpilicueta. 

Untuk Jorginho, jika mampu membawa Italia juara Piala Eropa 2020 ini, maka dia juga berpotensi memenangkan trofi Ballon d’Or 2021. Sebab di level klub, pemain berdarah Brasil ini juga mengantarkan Chelsea juara Liga Champions 2020-2021. 

Laman Whoscored memprediksi, Italia menang 2-0 atas Spanyol. Penggawa Timnas Italia, Nicolo Barella menilai, tim matador, sebutan untuk Timnas Spanyol, memiliki kekuatan di area tengah lapangan yang patut diwaspadai Italia di babak semifinal nanti. 

Barella mengatakan, Spanyol memiliki sejumlah gelandang hebat sejak lama. Nama-nama seperti Andres Iniesta hingga Xavi Hernandez jadi panutan para pemain muda mereka saat ini. 

“Tim Spanyol yang pernah memenangkan Piala Eropa memiliki kekompakan dan lini tengah pemain hebat, juara seperti Xavi dan Iniesta menginspirasi semua orang,” ujar Barella. 

Selain itu, Barella juga mengingatkan, Timnas Italia harus mewaspadai Busquets. 

“Hari ini ada Busquets, yang telah menjadi salah satu yang terbaik di dunia. bertahun-tahun. Mereka selalu memiliki kualitas di area itu. Jadi kami harus mewaspadainya,” ujarnya lagi. 

Barella sendiri memainkan peran sentral bagi lolosnya Azzurri ke empat besar termasuk saat menjaringkan gol penentu ketika mengalahkan Belgia dalam perempatfinal. 

Penyerang Timnas Italia, Federico Chiesa, berbicara mengenai kekuatan lawan. Italia dan Spanyol punya kans sama besar untuk melaju ke partai puncak. 

Melihat kualitas dan cara bermain, Chiesa sependapat kalau kedua tim memiliki beberapa kemiripan. Meski begitu, Chiesa tetap yakin Gli Azurri bisa mengatasi perlawanan Tim Matador di laga nanti. 

“Spanyol memainkan 4-3-3 sementara kami lebih dinamis di lapangan. Kami mengubah posisi dan peran di fase menyerang dan bertahan,” ujar Chiesa dilansir dari laman resmi UEFA. 

Jika melihat cara dan gaya bermain kedua tim, lanjutnya, ada kemiripan. Kualitas dan teknik permainan juga hampir sama. 

“Kami hampir memiliki ideologi yang sama, menjaga penguasaan bola, high press, berusaha mendominasi lawan. Kemudian jelas, permainan di lapangan berkembang dengan cara yang berbeda,” ujarnya. 

Italia menghadapi Spanyol di babak semifinal Piala Eropa 2020. Artinya, Chiesa akan menghadapi rekan satu timnya di Juventus, Alvaro Morata. 

Meski harus berhadapan sebagai lawan di partai semifinal nanti, Chiesa bilang, dirinya sama sekali tak pernah menganggap Morata sebagai musuh. 

Chiesa juga mengatakan hubungannya dengan eks penggawa Real Madrid itu berjalan dengan baik. 

“Kami telah berbicara satu sama lain dan mengucapkan keberhasilan tim kami. Kami akan menyapa sebelum pertandingan,” kata Chiesa. 

Pertandingan di kompetisi Piala Eropa 2020 ini, lanjut Chiesa, tidak akan mempengaruhi profesionalisme mereka dalam bermain bola di mana pun. 

“Saya menyukainya. Ketika saya tiba di Juventus tahun ini, dia adalah salah satu yang paling membantu saya untuk bergaul dengan grup. Akan menyenangkan bertemu dengannya di semifinal ini,” tandasnya. 

Di perempat final lalu, Gli Azzuri mengalahkan sesama kandidat juara, yakni Belgia. Gli Azzurri menang 2-1 melalui gol-gol Lorenzo Insigne dan Nicolo Barella. 

Sebelumnya, pasukan Roberto Mancini harus berjuang hingga extra time untuk menaklukkan Austria 2-1 lewat gol-gol Federico Chiesa dan Matteo Pessina. 

Sementara itu, Spanyol sudah dua kali beruntun main hingga extra time untuk menaklukkan lawan-lawannya. 

Anak-anak asuh Luis Enrique menumbangkan Kroasia 5-3 lewat gol-gol Pablo Sarabia, Cesar AzpilicuetaFerran Torres, Alvaro Morata, dan Mikel Oyarzabal 

Setelah itu, extra time saja tak cukup bagi La Furia Roja untuk menyingkirkan Swiss, dan laga harus berlanjut ke adu penalti, di mana penalti penentu kemenangan dicetak oleh Oyarzabal. 

Ini akan menjadi kali keempat secara beruntun Italia dan Spanyol bertemu di fase gugur Piala Eropa. 

Kedua Negara ini pernah berjumpa di perempat final Euro 2008, final Euro 2012, dan babak 16 besar Euro 2016. Spanyol menang adu penalti di 2008 serta menang telak 4-0 di final 2012, dan Italia membalasnya dengan kemenangan 2-0 di edisi 2016. 

Italia masih sempurna di Piala Eropa 2020 ini. Dengan 15 kemenangan dari 15 pertandingan sejak babak kualifikasi. Italia juga tak terkalahkan dalam 32 pertandingan terakhir. 

Sedangkan Spanyol punya catatan bagus, yakni selalu tembus sampai final dan keluar sebagai juara setiap kali lolos dari perempat final turnamen ini, yakni di Piala Eropa 2008 dan Piala Eropa 2020 ini. 

Italia dan Spanyol sama-sama didukung catatan statistik yang impresif. Namun, salah satu dari mereka perjalanannya harus berakhir.***

Prediksi Susunan Pemain 

Timnas Italia: Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo BonucciGiorgio Chiellini, Emerson PalmieriJorginho, Marco VerrattiNicolo BarellaFederico Chiesa, Lorenzo InsigneCiro Immobile. 

Pelatih: Roberto Mancini. 

Timnas Spanyol: Unai Simon; Cesar Azpilicueta, Pau TorresAymeric Laporte, Jordi Alba; Sergio BusquetsKokePedriFerran Torres, Dani Olmo, Alvaro Morata. 

Pelatih: Luis Enrique.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tim Dinamit Akan ‘Ledakkan’ Stadion Wembley London

Piala Eropa 2020 sudah memasuki babak semifinal. Timnas Inggris akan